Tips Lansia

Usia Panjang Belum Tentu Sehat, Dokter Beberkan Rahasia Tetap Bugar hingga Masa Lansia

168
cara tetap sehat hingga lansia
ilustrasi; Lansia indonesia yang sehat dan berumur panjang

Golansia.com – Bertambahnya usia sering dianggap sebagai indikator keberhasilan hidup. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa umur panjang tidak selalu sejalan dengan kualitas hidup yang baik. Menjalani masa tua dengan tubuh sehat, pikiran tajam, dan tetap produktif justru menjadi tantangan yang semakin penting di era modern.

Fenomena global menunjukkan bahwa harapan hidup masyarakat terus meningkat. Sayangnya, kenaikan usia tersebut juga diiringi lonjakan kasus penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker yang menggerus kualitas hidup pada usia lanjut.

Kesenjangan Antara Umur Panjang dan Umur Sehat

Dokter dari Seraphim Medical Center, dr. Febby Astari, IFMCP, menjelaskan bahwa rata-rata harapan hidup masyarakat dunia saat ini mencapai 73,6 tahun. Namun, usia sehat atau healthspan masyarakat Indonesia masih berada di kisaran 63,1 tahun.

Artinya, terdapat selisih lebih dari delapan tahun ketika banyak orang menjalani hidup dengan berbagai keterbatasan akibat penyakit kronis maupun penurunan fungsi tubuh.

Menurut dr. Febby, pertambahan usia memang tidak dapat dihindari. Namun, penurunan kesehatan fisik maupun kemampuan kognitif sebenarnya dapat diminimalkan melalui langkah-langkah yang tepat sejak dini.

“Usia akan terus bertambah setiap tahun, tetapi penurunan kualitas kesehatan dan fungsi kognitif bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja,” ujarnya dalam talkshow bertema Rahasia Modern untuk Panjang Umur di Jakarta.

Penyakit Tidak Menular Jadi Ancaman Utama Lansia

Data kesehatan menunjukkan bahwa penyakit tidak menular masih menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Penyakit jantung, diabetes, dan kanker menyumbang sekitar 76 persen angka kematian nasional.

Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat Indonesia diperkirakan memasuki era aging society pada 2045, ketika jumlah penduduk lanjut usia mencapai sekitar 20 persen dari total populasi.

Karena itu, upaya menjaga kesehatan sejak usia produktif dinilai jauh lebih efektif dibandingkan menunggu munculnya penyakit saat memasuki usia senja.

Menabung Kesehatan Sejak Muda

Dr. Febby menekankan pentingnya konsep kesehatan preventif yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan.

Menurutnya, masa muda merupakan waktu terbaik untuk membangun fondasi kesehatan jangka panjang melalui pola hidup yang sehat, pemeriksaan rutin, dan aktivitas fisik yang teratur.

Pendekatan layanan kesehatan terpadu yang menggabungkan aspek kebugaran, rehabilitasi, kesehatan preventif, hingga estetika juga dinilai dapat membantu masyarakat menjaga kualitas hidup secara menyeluruh.

Empat Akar Penyebab Penyakit Degeneratif

Berbagai penyakit kronis yang sering muncul pada usia lanjut ternyata memiliki akar masalah yang serupa. Menurut dr. Febby, terdapat empat faktor utama yang kerap menjadi pemicu gangguan kesehatan degeneratif.

1. Disfungsi Mitokondria

Mitokondria merupakan pusat produksi energi di dalam sel tubuh. Ketika fungsinya terganggu, tubuh akan mengalami penurunan energi dan metabolisme.

2. Peradangan Kronis

Inflamasi yang berlangsung terus-menerus dapat memicu berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan gangguan metabolik.

3. Ketidakseimbangan Hormon

Perubahan hormon yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kesehatan fisik, mental, hingga kualitas tidur seseorang.

4. Gangguan Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf otonom berperan mengatur berbagai fungsi penting tubuh, termasuk detak jantung, tekanan darah, dan respons stres.

Kondisi Tubuh Bisa Diperbaiki

Kabar baiknya, penurunan fungsi tubuh akibat penuaan tidak selalu bersifat permanen. Dokter Dwi Kristanto Wongso atau dr. Kris menjelaskan bahwa banyak kondisi kesehatan yang masih dapat diperbaiki melalui perubahan gaya hidup yang tepat.

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah memperbaiki pola hidup sebelum mempertimbangkan terapi atau tindakan medis lainnya.

Perbaikan tersebut meliputi konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga secara rutin, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik.

“Banyak kondisi kesehatan yang sebenarnya masih bisa diperbaiki. Fokus utama selalu dimulai dari perubahan gaya hidup terlebih dahulu,” jelasnya.

Kualitas Hidup Adalah Tujuan Utama

Para ahli menegaskan bahwa tujuan hidup bukan sekadar mencapai usia panjang, tetapi juga memastikan setiap tahun yang dijalani tetap berkualitas.

Menjaga kesehatan metabolisme, aktif bergerak, mengonsumsi makanan bernutrisi, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi investasi terbaik agar seseorang tetap mandiri, produktif, dan sehat hingga usia lanjut.

Exit mobile version