Tips Lansia

Penelitian Terbaru: Suhu Kamar 24°C Ideal untuk Lansia, Bantu Jantung Lebih Sehat Saat Tidur

262
suhu kamar ideal untuk lansia
lansia indonesia sedang menyalakan AC di kamarnya

Golansia.com – Kualitas tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia). Namun, salah satu faktor yang sering diabaikan adalah suhu kamar tidur.

Penelitian terbaru dari Griffith University mengungkap bahwa menjaga suhu kamar pada angka tertentu dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan jantung lansia.

Suhu 24 Derajat Celsius Jadi Angka Ideal

Dalam studi berjudul Effect of Nighttime Bedroom Temperature on Heart Rate Variability in Older Adults, para peneliti menemukan bahwa suhu kamar sekitar 24 derajat Celsius merupakan kondisi paling optimal bagi lansia saat tidur.

Penelitian ini menunjukkan bahwa suhu tersebut mampu membantu menekan respons stres tubuh selama tidur, sehingga proses pemulihan organ dapat berjalan lebih maksimal.

Peneliti utama, Fergus O’Connor, menjelaskan bahwa menjaga suhu kamar tetap stabil sepanjang malam sangat penting, terutama bagi individu berusia 65 tahun ke atas.

Bagaimana Penelitian Dilakukan?

Studi ini melibatkan 47 responden lansia yang dipantau selama periode tertentu. Para peserta menggunakan perangkat pelacak aktivitas untuk mengukur kondisi jantung saat tidur, sementara suhu kamar dipantau secara real-time menggunakan sensor khusus.

Fokus utama penelitian adalah pada Heart Rate Variability atau variabilitas detak jantung, yang menjadi indikator penting dalam menilai kemampuan tubuh beradaptasi terhadap stres.

Dampak Suhu Panas pada Jantung Lansia

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu kamar di atas 24°C berdampak langsung pada meningkatnya stres pada jantung.

Suhu 24–26°C meningkatkan stres jantung hingga sekitar 40%
Suhu 26–28°C meningkatkan hingga 100%
Suhu di atas 28°C dapat memicu lonjakan stres hingga hampir 300%

Kondisi ini terjadi karena tubuh harus bekerja lebih keras untuk menurunkan suhu, termasuk dengan meningkatkan detak jantung.

Lansia Lebih Rentan terhadap Panas

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh dalam mengatur suhu menurun. Hal ini membuat lansia lebih rentan terhadap dampak suhu panas, terutama saat tidur.

Ketika suhu terlalu tinggi, sistem kardiovaskular akan bekerja ekstra untuk mendinginkan tubuh. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat menghambat proses pemulihan tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Kaitan dengan Perubahan Iklim

Penelitian ini juga menyoroti meningkatnya suhu malam hari akibat perubahan iklim. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk kualitas tidur dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada lansia.

Karena itu, menjaga suhu kamar tetap stabil menjadi langkah sederhana namun penting untuk melindungi kesehatan.

Rekomendasi untuk Lansia

Meski belum ada standar medis resmi terkait suhu kamar ideal, hasil studi ini dapat dijadikan acuan awal. Mengatur pendingin ruangan pada suhu 24°C secara konsisten dinilai efektif membantu menjaga kualitas tidur dan kesehatan jantung lansia.

Penutup

Menjaga suhu kamar tidur bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan, khususnya bagi lansia. Dengan pengaturan suhu yang tepat, risiko stres pada jantung dapat ditekan dan kualitas hidup pun meningkat.

Exit mobile version