BerandaKesehatanTips Sehat Manula

Parkour Bukan Cuma untuk Anak Muda! Rahasia Lansia Singapura Tetap Lincah dan Bebas Jatuh

156

Golansia.com — Ketika mendengar kata parkour, pikiran kita mungkin langsung melayang pada aksi nekat anak muda yang melompati gedung atau memanjat dinding tinggi. Namun, siapa sangka? Di Singapura, olahraga ini justru sedang menjadi tren kebugaran baru yang diminati para lansia.

Dikenal dengan istilah geriatric parkour, aktivitas ini menjadi pilihan favorit untuk melatih keseimbangan, kelincahan, sekaligus menjaga tubuh agar tidak mudah terjatuh saat beraktivitas sehari-hari.

Menjawab Tantangan Usia dengan Gerakan Fungsional

Singapura sendiri diproyeksikan menjadi super-aged society tahun ini, di mana lebih dari 21 persen penduduknya telah berusia 65 tahun ke atas. Bahkan, Kementerian Kesehatan Singapura memperkirakan rasio tersebut akan meningkat menjadi satu dari empat warga pada tahun 2030.

Untuk mendukung kualitas hidup populasi senior, berbagai program bugar pun dihadirkan—salah satunya geriatric parkour yang dipelopori oleh pelatih Tan Shie Boon sejak tahun 2017.

Jangan bayangkan gerakan ekstrem yang membahayakan keselamatan! Latihan ini telah dimodifikasi sedemikian rupa agar aman dan berfokus pada gerakan fungsional sehari-hari, seperti:

  • Melompati rintangan rendah (seperti bangku taman)
  • Merangkak dan berguling dengan aman
  • Memanjat tembok pendek untuk melatih kekuatan otot tangan dan kaki

“Tujuan utama parkour adalah meningkatkan kelincahan sehingga Anda bisa bereaksi lebih cepat,” ujarnya.

Seiring bertambahnya usia, refleks dan koordinasi tubuh memang cenderung menurun. Tan menjelaskan bahwa keterlambatan refleks inilah yang sering kali membuat lansia sulit menyelamatkan diri saat hilang keseimbangan, hingga akhirnya terjatuh dan mengalami cedera.

Kembali Mandiri dan Percaya Diri

Manfaat luar biasa dari latihan ini dirasakan langsung oleh Betty Boon. Nenek berusia 69 tahun ini mengaku bahwa geriatric parkour telah mengembalikan rasa percaya diri dan kemandirian dalam hidupnya.

“Saat tubuh lemah, Anda akan bergantung pada orang lain. Saya merasa lebih hidup, ini seperti dunia yang benar-benar baru,” ujarnya.

Apa Kata Penelitian Soal Geriatric Parkour?

Mengapa latihan ini sangat dianjurkan? Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat mencatat bahwa lebih dari satu dari empat orang berusia 65 tahun ke atas mengalami jatuh setiap tahunnya. Jatuh menjadi penyebab utama cedera serius pada lansia yang dipicu oleh menurunnya kekuatan otot, fleksibilitas, dan kesadaran posisi tubuh.

Studi berjudul The Effect of Parkour Concept on Functional Mobility in Older Adults (2025) mengungkapkan bahwa konsep parkour melatih kontrol tubuh serta kesadaran ruang secara intensif.

Berbeda dari parkour konvensional, geriatric parkour dilakukan secara bertahap:

  • Disesuaikan dengan Kondisi Fisik: Beban dan tingkat kesulitan latihan diselaraskan dengan kemampuan masing-masing peserta.
  •  Meningkatkan Jangkauan Gerak (Functional Reach): Penelitian selama 10 minggu menunjukkan adanya perbaikan mobilitas dan jangkauan tubuh lansia secara signifikan.
Misi Utama: Aman, Bugar, dan Bebas Khawatir

Pada akhirnya, geriatric parkour hadir bukan untuk menuntut kita melakukan aksi akrobatik yang berbahaya. Fokus utamanya adalah melatih respon tubuh agar tetap seimbang, lincah, dan sigap.

Dengan tubuh yang terlatih dan refleks yang terjaga, kita dapat menikmati masa tua dengan lebih mandiri, aktif berkegiatan, dan tenang tanpa dibayangi rasa takut akan jatuh.

Sumber: CNN Indonesia

Exit mobile version