Golansia.com – Siapa sangka, waktu yang dihabiskan kakek-nenek bersama cucu mereka ternyata berdampak besar pada kesehatan dan usia panjang.
Psikolog Ralph Hertwig dari Max Planck Institute, Berlin, menemukan bahwa lansia yang aktif mengasuh cucu cenderung lebih sehat, lebih bahagia, dan berumur lebih panjang. Penelitian ini menggunakan data studi penuaan di Berlin, dengan lebih dari 500 responden berusia 70 tahun ke atas.
Wawancara dilakukan sejak tahun 1990 hingga 1993, lalu ditindaklanjuti hingga 2009. Hasilnya, separuh kakek-nenek yang merawat cucu masih bertahan hidup hingga 10 tahun setelah wawancara pertama. Sebaliknya, mereka yang tidak terlibat dalam merawat cucu rata-rata meninggal dalam waktu lima tahun setelah wawancara.
Meski begitu, Hertwig menekankan bahwa menghabiskan banyak waktu dengan cucu bukan berarti otomatis memperpanjang umur. Jika terlalu berlebihan, justru bisa memicu stres. “Setiap orang punya titik kritis yang berbeda. Yang terpenting adalah menemukan cara membuat diri bahagia, bukan sekadar mengharapkan balasan,” jelasnya.
Hal serupa disampaikan oleh Erhard Hackler, direktur German Senior Citizens League. Menurutnya, merawat cucu bisa menjaga kebugaran fisik maupun mental. Aktivitas sederhana seperti bermain, berjalan, atau berolahraga bersama cucu membuat hidup lansia lebih aktif dan menyenangkan.
Selain bersama cucu, keterlibatan dalam kegiatan sosial juga penting. Lansia yang aktif bersosialisasi merasa memiliki tujuan hidup, sehingga lebih bahagia di masa tua.
