BerandaKesehatanMenu Makanan Sehat

Menkes Ingatkan Kesalahan Mengolah Sayur yang Bisa Picu Kolesterol Tinggi

256

Golansia.com — Sayur kerap dianggap sebagai pilihan makanan sehat karena kaya serat dan vitamin. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa cara pengolahan yang kurang tepat justru dapat meningkatkan asupan lemak, yang berujung pada kenaikan berat badan hingga kolesterol.

“Makan sayur tapi kok bikin gemuk dan kolesterol naik ya? Pantas saja karena makan sayurnya kaya begini, digoreng. Atau kayak gini, terong balado. Ya pantas jadi tambah gemuk sama kolesterolnya naik,” beber Menkes di akun Instagram pribadinya, seperti dilihat Selasa (3/1/2026).

Menurutnya, banyak orang merasa telah menerapkan pola makan sehat karena rutin mengonsumsi sayur. Padahal, metode memasak yang digunakan sering kali tanpa disadari membuat kandungan minyak dalam makanan menjadi sangat tinggi.

Menkes menjelaskan, sayur memang kaya serat dan vitamin, tetapi memiliki sifat seperti spons.

“Sayur itu sehat karena dia banyak serat dan banyak vitaminnya. Nah, tetapi sayur juga punya sifat seperti spons. Kalau dia ketemu minyak goreng atau digoreng pakai minyak, dia akan menyerap semua minyak masuk ke seluruh serat di dalam sayur ini,” jelas dia.

Akibatnya, minyak yang terserap ke dalam sayur menjadi cukup banyak tanpa disadari. Hal inilah yang, menurut Menkes, kerap membuat orang heran karena merasa sudah makan sayur, tetapi berat badan dan kolesterol justru meningkat.

Ia mengingatkan, sayur seharusnya menjadi “teman tubuh”, bukan kehilangan manfaatnya akibat cara memasak yang keliru.

“Sayur itu teman tubuh kita, jangan dimusuhi dengan cara masak yang salah. Sayur harus dikukus, direbus, atau makan mentah seperti ini,” ujarnya.

Menkes mencontohkan kebiasaan makan lalapan sebagai cara sederhana menikmati sayur tanpa tambahan minyak.

“Saya kan orang Sunda, jadi senangnya lalapan. Makan sayur itu makan mentah, dicuci dulu,” tutupnya.

Sumber: Detik

Exit mobile version