Tips Lansia

Masa Lansia Bukan Akhir Produktivitas, Ini Cara Menikmati Usia Emas dengan Sehat

196
Lansia aktif menikmati usia emas dengan menjaga kesehatan dan bersosialisasi
Menjalani masa lansia dengan aktif, sehat, dan tetap terhubung dengan keluarga maupun komunitas dapat membantu menjaga kualitas hidup.

Golansia.com — Memasuki usia lanjut merupakan bagian alami dari perjalanan kehidupan. Bertambahnya usia memang diikuti berbagai perubahan pada tubuh dan kemampuan seseorang, tetapi hal itu tidak berarti masa lansia harus identik dengan kelemahan, ketergantungan, atau berhenti melakukan aktivitas yang disukai.

Justru, masa lansia dapat menjadi kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih tenang, aktif, dan bermakna. Dengan menjaga kesehatan fisik, memenuhi kebutuhan nutrisi, tetap bergerak, serta mempertahankan hubungan sosial, seseorang dapat menjalani usia emas dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Di Indonesia, seseorang dikategorikan sebagai lanjut usia ketika telah mencapai usia 60 tahun ke atas berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.

Namun, angka usia tidak selalu menggambarkan kondisi seseorang secara keseluruhan. Ada lansia yang masih aktif bekerja, berolahraga, berkegiatan sosial, bepergian, hingga terlibat dalam aktivitas keluarga dan komunitas.

WHO juga menekankan bahwa tidak ada kondisi yang sama pada semua orang lanjut usia. Kemampuan fisik dan mental dapat berbeda secara signifikan antara satu orang dan lainnya.

Apa yang Terjadi Saat Memasuki Masa Lansia?

Penuaan merupakan proses biologis yang berlangsung secara bertahap. Seiring bertambahnya usia, beberapa fungsi tubuh dapat mengalami perubahan.

Misalnya, massa dan kekuatan otot dapat berkurang, kemampuan penglihatan dan pendengaran dapat berubah, kulit menjadi lebih tipis dan kering, serta pola tidur dapat mengalami perubahan.

Kemampuan kognitif juga dapat berubah. Sebagian orang mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses informasi atau mengingat sesuatu. Namun, perubahan tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami gangguan kognitif atau demensia.

Selain perubahan fisik, kehidupan sosial dan emosional juga dapat mengalami dinamika.

Pensiun, kehilangan pasangan atau teman, perubahan kondisi kesehatan, maupun berkurangnya aktivitas sosial dapat memengaruhi suasana hati. Karena itu, kesehatan lansia sebaiknya tidak hanya dilihat dari kondisi tubuh, tetapi juga dari kesehatan mental dan hubungan sosial.

Masa Lansia Tetap Bisa Aktif dan Produktif

Salah satu hal penting dalam menjalani usia emas adalah mempertahankan kemampuan untuk melakukan aktivitas yang bermakna.

WHO mendefinisikan penuaan sehat sebagai proses mengembangkan dan mempertahankan kemampuan fungsional yang memungkinkan seseorang menjalani kehidupan yang sesuai dengan nilai dan kebutuhannya.

Artinya, produktif pada masa lansia tidak selalu berarti harus bekerja seperti ketika masih muda.

Produktivitas bisa diwujudkan dengan berbagai cara, seperti mengurus tanaman, memasak, membaca, mengasuh cucu sesuai kemampuan, mengikuti kegiatan keagamaan, menjadi relawan, bergabung dalam komunitas, atau mempelajari keterampilan baru.

5 Cara Menikmati Masa Lansia dengan Lebih Sehat

1. Tetap Aktif Bergerak

Aktivitas fisik merupakan bagian penting dalam menjaga kemampuan tubuh pada usia lanjut.

Berjalan kaki, melakukan latihan kekuatan sesuai kemampuan, senam lansia, berenang, atau aktivitas fisik lainnya dapat menjadi pilihan. Jenis dan intensitas aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kemampuan masing-masing.

Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mempertahankan kemampuan bergerak dan kemandirian. WHO juga menempatkan aktivitas fisik sebagai salah satu faktor penting dalam penuaan sehat.

Bagi lansia yang memiliki penyakit tertentu atau keterbatasan gerak, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan aktivitas yang aman.

2. Perhatikan Asupan Makanan

Kebutuhan nutrisi dapat berubah seiring bertambahnya usia. Karena itu, makanan sebaiknya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Usahakan menu sehari-hari beragam dengan sumber protein, sayur, buah, biji-bijian atau sumber karbohidrat yang sesuai, serta lemak sehat.

Kecukupan cairan juga perlu diperhatikan. Pada sebagian lansia, rasa haus dapat berkurang sehingga risiko kurang minum perlu diantisipasi.

WHO mencatat bahwa perubahan fisiologis, masalah gigi dan mulut, gangguan indera, hingga faktor sosial seperti kesepian dapat memengaruhi status gizi pada usia lanjut.

3. Jangan Abaikan Kesehatan Mental

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Tetap melakukan aktivitas yang disukai, berbicara dengan keluarga, bertemu teman, mengikuti kegiatan komunitas, membaca, berkarya, atau mempelajari hal baru dapat membantu menjaga kehidupan tetap bermakna.

Kesepian dan isolasi sosial perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. WHO menyebut hubungan sosial yang berkualitas sebagai bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan lansia.

Jika seseorang mengalami perubahan suasana hati yang menetap, kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai, atau mengalami masalah emosional yang mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan profesional.

4. Terus Latih Otak dan Kemampuan Sosial

Menjaga pikiran tetap aktif dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana.

Membaca buku, menulis, belajar menggunakan teknologi, bermain permainan yang merangsang pikiran, memasak resep baru, belajar bahasa, mengikuti kajian atau kursus, hingga berdiskusi dengan orang lain dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Tidak perlu mencari kegiatan yang rumit. Yang terpenting adalah aktivitas tersebut sesuai minat dan dilakukan secara konsisten.

Interaksi sosial juga memberikan manfaat tersendiri. Bergabung dengan komunitas atau kegiatan bersama dapat membantu seseorang tetap merasa terhubung dengan lingkungan.

5. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Berkala

Pemeriksaan kesehatan membantu mengetahui kondisi tubuh dan menemukan masalah kesehatan sedini mungkin.

Lansia yang memiliki penyakit kronis perlu mengikuti rencana perawatan yang diberikan tenaga kesehatan. Obat-obatan juga sebaiknya digunakan sesuai petunjuk dan tidak dihentikan atau diubah dosisnya tanpa berkonsultasi.

Vaksinasi yang direkomendasikan sesuai usia dan kondisi kesehatan juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Pemeriksaan rutin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing karena kondisi setiap lansia berbeda.

Jangan Menyamakan Lansia dengan Kondisi Lemah

Salah satu hal yang perlu diubah dalam melihat masa lansia adalah anggapan bahwa setiap orang yang berusia lanjut pasti tidak mampu melakukan banyak hal.

WHO menegaskan bahwa kemampuan orang lanjut usia sangat beragam. Ada yang mengalami penurunan kemampuan secara signifikan, tetapi ada pula yang tetap memiliki kemampuan fisik dan mental yang baik pada usia lanjut.

Karena itu, keluarga sebaiknya tidak langsung mengambil alih seluruh aktivitas lansia jika sebenarnya mereka masih mampu melakukannya.

Memberikan dukungan sekaligus kesempatan untuk tetap mandiri dapat membantu menjaga rasa percaya diri dan kualitas hidup.

Usia Emas Bisa Menjadi Masa yang Bermakna

Masa lansia memang membawa perubahan, tetapi perubahan tersebut tidak selalu berarti penurunan kualitas hidup.

Penuaan yang sehat membutuhkan perhatian terhadap berbagai aspek sekaligus, mulai dari aktivitas fisik, makanan bergizi, kesehatan mental, hubungan sosial hingga pemeriksaan kesehatan.

Yang tidak kalah penting adalah memiliki lingkungan yang mendukung. Keluarga, teman, komunitas dan lingkungan tempat tinggal dapat membantu lansia tetap aktif dan melakukan berbagai aktivitas yang bermakna.

Dengan pendekatan tersebut, usia 60 tahun ke atas tidak harus dipandang sebagai akhir dari produktivitas. Justru, masa ini dapat menjadi kesempatan untuk menikmati kehidupan dengan lebih bijaksana, menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat, serta melakukan hal-hal yang memberikan kebahagiaan dan makna.

Menjadi tua adalah proses alami. Menjalani usia emas dengan sehat, aktif dan bermakna adalah sesuatu yang dapat terus diupayakan.

Exit mobile version