Menu Makanan Sehat

Makan 5 Telur Seminggu Bisa Turunkan Risiko Alzheimer pada Lansia, Ini Temuan Peneliti

130
makan 5 telur seminggu
Lansia indonesia sedang makan 5 butir telur rebus

Golansia.com – Telur selama ini dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang mudah diperoleh. Namun, penelitian terbaru menunjukkan manfaatnya tidak berhenti sampai di situ. Konsumsi telur secara rutin juga dikaitkan dengan kesehatan otak, terutama pada orang lanjut usia (lansia).

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa lansia yang mengonsumsi sekitar lima butir telur setiap pekan memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit Alzheimer dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi telur.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa telur bukanlah solusi tunggal untuk mencegah Alzheimer. Manfaat tersebut akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan pola makan sehat dan gaya hidup yang baik.

Studi Ikuti Hampir 40 Ribu Lansia Selama 15 Tahun

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Loma Linda University, California, melibatkan 39.498 responden berusia 65 tahun ke atas. Seluruh peserta dipantau selama lebih dari 15 tahun untuk melihat hubungan antara pola konsumsi telur dengan risiko penyakit Alzheimer.

Selama penelitian berlangsung, para ilmuwan mengevaluasi berbagai bentuk konsumsi telur, mulai dari telur rebus, telur dadar, telur orak-arik, telur goreng, hingga telur yang menjadi bahan campuran berbagai makanan seperti roti dan kue.

Hasil analisis menunjukkan bahwa peserta yang rata-rata mengonsumsi sekitar lima butir telur setiap minggu memiliki risiko terkena Alzheimer sekitar 27 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang lebih jarang mengonsumsi telur.

“Temuan ini menunjukkan adanya potensi manfaat perlindungan saraf dari nutrisi yang terdapat dalam telur jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang,” tulis para peneliti, dikutip dari Real Simple

Kolin pada Kuning Telur Berperan Menjaga Fungsi Otak

Ahli gizi terdaftar, Vandana Sheth, menjelaskan bahwa manfaat telur terhadap kesehatan otak kemungkinan berasal dari sejumlah nutrisi penting yang terdapat di dalam kuning telur.

Menurutnya, salah satu zat gizi yang paling berperan adalah kolin. Nutrisi ini dibutuhkan tubuh untuk memproduksi asetilkolin, yakni neurotransmiter yang berfungsi membantu proses belajar, mengingat, dan menjaga fungsi kognitif.

“Hal yang paling menarik dari penelitian ini adalah telur mungkin menawarkan manfaat lebih dari sekadar sumber protein yang praktis, terutama untuk mendukung proses penuaan yang sehat,” ujar Sheth.

Selain kolin, telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin. Selama ini kedua antioksidan tersebut lebih dikenal karena manfaatnya bagi kesehatan mata. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa keduanya juga berpotensi membantu melindungi otak dari stres oksidatif yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif akibat proses penuaan.

“Lutein dan zeaxanthin diduga ikut berperan menjaga kesehatan otak dengan membantu melawan stres oksidatif yang dapat mempercepat penurunan fungsi otak,” jelasnya.

Telur Bukan Jaminan Mencegah Alzheimer

Meski hasil penelitian terlihat menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa studi tersebut belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung antara konsumsi telur dan pencegahan penyakit Alzheimer.

Sheth menegaskan bahwa hasil penelitian hanya menunjukkan adanya hubungan atau asosiasi, bukan bukti bahwa telur dapat secara langsung mencegah penyakit tersebut.

“Penelitian ini tidak membuktikan bahwa telur dapat mencegah Alzheimer, tetapi menunjukkan bahwa telur mungkin menjadi salah satu bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan otak,” katanya.

Karena itu, menjaga kesehatan otak tetap memerlukan pendekatan yang menyeluruh, termasuk menerapkan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup, serta mengendalikan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol.

Telur Juga Baik untuk Menjaga Massa Otot Lansia

Selain mendukung kesehatan otak, telur juga merupakan salah satu sumber protein lengkap yang penting bagi lansia.

Protein membantu mempertahankan massa otot yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Di samping itu, telur mengandung vitamin B12, selenium, yodium, serta berbagai vitamin dan mineral lain yang mendukung metabolisme tubuh, sistem kekebalan, dan membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

“Bagi banyak orang, terutama lansia, telur merupakan pilihan makanan yang praktis, bergizi, dan terjangkau untuk meningkatkan kualitas pola makan sehari-hari,” tutur Sheth.

Dengan kandungan nutrisi yang lengkap, konsumsi telur dalam jumlah wajar, sekitar lima butir per minggu sebagai bagian dari pola makan seimbang, berpotensi membantu mendukung kesehatan otak sekaligus menjaga kualitas hidup pada usia lanjut.

Kata Kunci SEO: telur untuk lansia, manfaat telur bagi otak, risiko Alzheimer, kesehatan otak lansia, kolin dalam telur, makanan cegah Alzheimer, protein untuk lansia, pola makan sehat lansia.

Exit mobile version