Beranda

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Terbukti Bisa Menurunkan Risiko Demensia Saat Lansia

245
Lansia menjalani gaya hidup sehat seperti berolahraga, makan bergizi, dan bersosialisasi untuk membantu menurunkan risiko demensia.
Menjaga kesehatan jantung, tidur berkualitas, aktif bersosialisasi, serta mengonsumsi makanan sehat merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko demensia pada usia lanjut.

Golansia.com – Demensia menjadi salah satu masalah kesehatan yang semakin banyak dialami lansia di berbagai negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hampir 10 juta kasus baru demensia muncul setiap tahun di seluruh dunia, menjadikannya tantangan besar bagi kesehatan masyarakat.

Meski faktor usia dan keturunan berperan penting dalam meningkatkan risiko penyakit seperti Alzheimer, para ahli menegaskan bahwa penerapan gaya hidup sehat sejak dini dapat membantu menjaga fungsi otak dan mengurangi kemungkinan mengalami penurunan daya ingat di masa tua.

Profesor Psikiatri, Neurologi, dan Epidemiologi dari University of California, San Francisco, Dr. Kristine Yaffe, mengatakan penelitian mengenai faktor risiko demensia masih terus berkembang. Namun, semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa sejumlah kebiasaan sehat mampu melindungi kesehatan otak.

Sementara itu, Profesor Neurologi dari University of Pennsylvania Perelman School of Medicine, Dr. Jason Karlawish, menegaskan bahwa tingginya angka kejadian demensia bukan berarti penyakit tersebut tidak dapat dicegah.

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk membantu menekan risiko demensia di usia lanjut.

1. Jaga Kesehatan Jantung Sejak Dini

Kesehatan jantung memiliki hubungan erat dengan kesehatan otak. Berbagai kondisi seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga obesitas diketahui dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif.

Menurut para ahli, pengendalian faktor-faktor tersebut sejak usia produktif akan memberikan manfaat yang lebih besar dalam menjaga kesehatan otak ketika memasuki usia lanjut.

2. Hindari Rokok dan Batasi Konsumsi Alkohol

Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak pembuluh darah serta mengganggu aliran darah menuju otak. Karena itu, menghentikan kebiasaan merokok dan membatasi minuman beralkohol menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan fungsi otak dalam jangka panjang.

3. Tetap Aktif Bersosialisasi

Menjalin hubungan sosial juga berperan dalam menjaga kemampuan berpikir. Berpartisipasi dalam kegiatan komunitas, berkumpul bersama keluarga, atau mengikuti aktivitas sosial dipercaya dapat mengurangi risiko isolasi sosial yang berkaitan dengan penurunan kognitif.

Hasil uji klinis U.S. POINTER yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA menunjukkan bahwa interaksi sosial secara rutin membantu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, konsentrasi, serta mengerjakan beberapa tugas secara bersamaan.

4. Rawat Kesehatan Pendengaran dan Penglihatan

Gangguan pendengaran maupun penglihatan sebaiknya tidak diabaikan. Penggunaan alat bantu dengar bagi mereka yang mengalami gangguan pendengaran terbukti membantu mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif, terutama pada kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami demensia.

Selain itu, menjaga kesehatan mata juga dinilai berpotensi mendukung fungsi otak, meski penelitian mengenai kaitan keduanya masih terus berlangsung.

5. Tidur Berkualitas Setiap Malam

Tidur yang cukup dan berkualitas memberikan kesempatan bagi otak untuk melakukan proses pemulihan.

Menurut Dr. Yaffe, kurang tidur dapat memicu penumpukan protein tau dan amiloid di otak, dua protein yang menjadi ciri khas penyakit Alzheimer. Karena itu, menjaga pola tidur yang teratur menjadi bagian penting dari upaya melindungi kesehatan otak.

6. Terapkan Pola Makan Sehat

Pola makan juga berpengaruh terhadap kemampuan otak dalam jangka panjang. Salah satu yang banyak direkomendasikan adalah diet MIND, yaitu pola makan yang menggabungkan prinsip diet Mediterania dan DASH.

Diet ini menekankan konsumsi sayuran hijau, buah beri, ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, biji-bijian utuh, serta membatasi makanan olahan dan lemak jenuh.

Berbagai penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa pola makan tersebut dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif sekaligus menjaga kesehatan otak hingga usia lanjut.

Mencegah Demensia Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Walaupun faktor usia tidak bisa dihindari, banyak faktor risiko demensia yang masih dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup. Menjaga kesehatan jantung, aktif bergerak dan bersosialisasi, tidur yang cukup, hingga mengonsumsi makanan bergizi menjadi investasi penting agar kualitas hidup tetap terjaga saat memasuki usia lanjut.

Exit mobile version