Tips Lansia

7 Kebiasaan yang Banyak Ditemukan pada Lansia Berusia 100 Tahun Lebih, Bisa Jadi Inspirasi

104
Lansia aktif berolahraga dan menjalani pola hidup sehat untuk mendukung penuaan sehat
Tetap aktif bergerak, menjaga hubungan sosial, dan menjalani pola makan bergizi merupakan bagian dari kebiasaan yang dapat mendukung kualitas hidup di usia lanjut.

Golansia.com – Mencapai usia 100 tahun atau lebih merupakan sesuatu yang tidak dialami banyak orang. Mereka yang mencapai usia tersebut kerap disebut centenarian. Menariknya, sebagian di antara mereka masih mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri dan tetap menikmati berbagai kegiatan yang disukai.

Kisah para lansia berusia lebih dari 100 tahun pun sering memunculkan pertanyaan: adakah kebiasaan tertentu yang dapat menjadi inspirasi bagi orang lain?

Tentu, tidak ada satu resep yang dapat menjamin seseorang mencapai usia tertentu. Umur panjang merupakan hasil dari banyak faktor, termasuk genetika, lingkungan, kondisi sosial, kebiasaan hidup, serta layanan kesehatan.

Namun, pengalaman sejumlah centenarian menunjukkan beberapa pola kehidupan yang menarik untuk diperhatikan.

Dilansir dari Today, berikut tujuh kebiasaan yang diceritakan oleh sejumlah lansia berusia 100 tahun atau lebih.

1. Tetap aktif bergerak sesuai kemampuan

Tubuh membutuhkan aktivitas agar fungsi fisik tetap terjaga. Hal ini juga terlihat dalam keseharian Susan Young Browne, yang mencapai usia 108 tahun dan tinggal di Dover, Delaware.

Browne menceritakan bahwa ia memiliki rutinitas olahraga pada pagi hari. Ia melakukan gerakan sederhana selama sekitar 10 menit yang mencakup peregangan, latihan kekuatan, dan keseimbangan.

Ia juga mengikuti kegiatan chair dancing di pusat komunitas lansia. Bahkan, Browne masih mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Kisah tersebut sejalan dengan pentingnya aktivitas fisik bagi kelompok lanjut usia. Bentuknya tidak harus olahraga berat. Berjalan kaki, melakukan peregangan, menari, naik tangga sesuai kemampuan, atau melakukan pekerjaan rumah dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik.

Bagi lansia, jenis dan intensitas aktivitas tentu perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh serta kemampuan masing-masing.

2. Jangan memutus hubungan dengan orang lain

Menjaga hubungan sosial juga menjadi bagian penting dalam kehidupan sejumlah lansia yang mencapai usia sangat panjang.

John Carroll yang berusia 101 tahun dan istrinya, Jerry Carroll yang berusia 100 tahun, misalnya, memiliki kebiasaan bertemu dengan teman-teman mereka dalam agenda sarapan bersama.

Kegiatan sederhana tersebut menjadi kesempatan untuk berbincang, bercanda, dan menjaga hubungan dengan orang lain.

Bagi lansia, interaksi sosial bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu. Hubungan yang baik dapat memberikan rasa memiliki, dukungan emosional, serta kesempatan untuk tetap terhubung dengan lingkungan sekitar.

Karena itu, menghindari isolasi sosial menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan ketika seseorang memasuki usia lanjut.

3. Perbanyak makanan bergizi, termasuk sayuran

Pola makan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup sehat.

Dominick Critelli, lansia berusia 105 tahun dari Long Island, New York, menceritakan bahwa ia telah lama mengonsumsi sayuran hijau sebagai bagian dari pola makannya.

Ia tumbuh dengan pola makan yang banyak mengandalkan makanan khas diet Mediterania, termasuk sayuran seperti dandelion, bayam, dan kale.

Sayuran hijau umumnya menyediakan berbagai vitamin, mineral, serat, serta senyawa tanaman yang dibutuhkan tubuh.

Namun, tidak perlu terpaku pada satu jenis makanan tertentu. Pola makan sehat justru lebih baik dibangun dengan keberagaman, termasuk sayuran, buah, sumber protein, biji-bijian, dan makanan bergizi lainnya.

Dengan begitu, tubuh mendapatkan berbagai zat gizi yang diperlukan untuk menunjang kesehatan selama proses penuaan.

4. Berusaha mempertahankan cara pandang yang positif

Menjalani usia lanjut juga tidak lepas dari berbagai perubahan dan tantangan. Karena itu, kemampuan mengelola pikiran dan stres menjadi hal yang penting.

Elaine LaLanne, yang mencapai usia 100 tahun, pernah membagikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga sikap positif.

Menurutnya, mengurangi kebiasaan berpikir negatif dapat membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih bahagia.

Pandangan tersebut sejalan dengan sejumlah penelitian yang mengaitkan optimisme dengan berbagai indikator kesehatan dan umur panjang.

Meski demikian, berpikir positif bukan berarti mengabaikan masalah. Sikap yang lebih sehat adalah mengakui adanya kesulitan, kemudian mencari cara yang realistis untuk menghadapinya.

5. Memiliki tujuan yang membuat hidup terasa bermakna

Memiliki alasan untuk tetap aktif juga menjadi pola yang muncul dari pengalaman sejumlah centenarian.

Anne Angioletti, yang berusia 101 tahun, tetap menjalankan bisnis perhiasannya selama bertahun-tahun. Baginya, aktivitas tersebut memberikan alasan untuk bangun setiap pagi, mempersiapkan diri, dan menjalani hari dengan penuh semangat.

Namun, tujuan hidup tidak harus berupa pekerjaan atau bisnis.

Bagi sebagian orang, tujuan tersebut dapat berasal dari kegiatan sosial, menjadi relawan, mengajar, berkebun, merawat hewan, berkumpul bersama keluarga, mengikuti kegiatan keagamaan, atau mempelajari keterampilan baru.

Yang penting adalah adanya aktivitas bermakna yang membuat seseorang merasa tetap terlibat dan memiliki peran.

6. Selalu memiliki sesuatu yang dinantikan

Rutinitas yang monoton dapat membuat hari-hari terasa kurang berwarna. Karena itu, memiliki rencana kegiatan yang menyenangkan dapat menjadi salah satu cara menjaga semangat.

Ruth Kundsin, yang berusia 103 tahun, mengatakan bahwa dirinya selalu berusaha memiliki sesuatu yang dapat dinantikan.

Kegiatan tersebut tidak harus sesuatu yang besar. Bertemu teman, menghadiri acara keluarga, melakukan hobi, pergi ke tempat yang disukai, atau sekadar membuat acara kecil bersama orang-orang terdekat dapat memberikan kegembiraan.

Memiliki agenda yang menyenangkan juga dapat memberikan rasa antisipasi positif terhadap hari-hari mendatang.

7. Tidak membiarkan masalah kecil menguasai pikiran

Kemampuan mengelola stres menjadi kebiasaan lain yang patut diperhatikan.

JoCleta Wilson, yang berusia 101 tahun, membagikan prinsip untuk tidak terlalu memikirkan persoalan kecil dan menghindari kemarahan yang tidak perlu.

Stres memang merupakan bagian dari kehidupan. Namun, stres yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Karena itu, mencari cara yang sehat untuk mengelola tekanan menjadi penting. Berolahraga sesuai kemampuan, menghabiskan waktu di alam, berbicara dengan orang yang dipercaya, menjalankan hobi, beristirahat, atau melakukan aktivitas relaksasi dapat menjadi pilihan.

Jika tekanan psikologis terasa berat dan mengganggu kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga profesional juga dapat dipertimbangkan.

Umur panjang bukan sekadar soal satu kebiasaan

Kisah para centenarian tersebut memberikan satu pelajaran penting: tidak ada satu kebiasaan yang bisa dijadikan jaminan untuk mencapai usia 100 tahun.

Namun, pengalaman mereka dapat menjadi inspirasi untuk menjalani proses penuaan dengan lebih aktif dan bermakna.

Tetap bergerak, menjaga hubungan sosial, mengonsumsi makanan bergizi, mengelola stres, memiliki tujuan hidup, dan menikmati kegiatan yang menyenangkan merupakan kebiasaan yang secara umum mendukung kualitas hidup.

Pada akhirnya, yang tidak kalah penting bukan hanya berapa lama seseorang hidup, tetapi juga bagaimana seseorang menjalani setiap tahapan kehidupannya dengan sehat, mandiri, bermakna, dan tetap terhubung dengan orang-orang di sekitarnya.

Exit mobile version