Penyakit Tulang

4 Cara Mencegah Osteoartritis pada Lansia, Salah Satunya dengan Mengubah Gaya Hidup

277
mencegah osteoartritis pada lansia
mencegah osteoartritis pada lansia

Golansia.com – Osteoartritis atau pengapuran sendi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh lansia, terutama pada area lutut. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, kaku, hingga membatasi aktivitas sehari-hari.

Meski identik dengan usia lanjut, osteoartritis tidak hanya menyerang mereka yang berusia di atas 50 tahun. Sekitar 20 persen kasus bahkan sudah muncul sejak usia 40-an. Karena itu, upaya pencegahan penting dilakukan sedini mungkin agar kualitas hidup tetap terjaga hingga usia lanjut.

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Hip & Knee, dr. Mohammad Triadi Wijaya Sp.OT (K), menyebutkan bahwa ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan lansia untuk menurunkan risiko osteoartritis.

“Menjaga beberapa hal ini tetap penting meskipun usia sudah lanjut, agar para lansia tetap bisa menikmati hidup dengan optimal,” ujarnya dalam Media Gathering Siloam Hospitals Mampang, Jakarta Selatan.

Berikut empat cara mencegah osteoartritis pada lansia yang dianjurkan.

1. Tetap Aktif Bergerak

Banyak lansia yang disarankan untuk lebih banyak beristirahat dan mengurangi aktivitas karena dianggap lebih aman. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Menurut dr. Triadi, tetap aktif bergerak justru sangat penting untuk menjaga kekuatan otot dan kelenturan sendi. Aktivitas fisik membantu memperlambat proses pengapuran sendi yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia.

“Sering kali lansia diminta hanya diam di rumah, padahal mereka perlu tetap bergerak agar massa ototnya tidak menurun,” jelasnya.

Aktivitas ringan seperti berjalan santai, berkebun, atau melakukan pekerjaan rumah tangga dapat membantu menjaga fungsi sendi tetap optimal.

2. Mengubah Gaya Hidup Sehari-hari

Perubahan gaya hidup menjadi faktor penting dalam pencegahan osteoartritis. Salah satunya adalah menjaga berat badan tetap ideal.

Berat badan berlebih akan memberikan tekanan ekstra pada sendi, terutama lutut, sehingga mempercepat kerusakan tulang rawan. Karena itu, pengaturan pola makan menjadi langkah yang tidak bisa diabaikan.

“Perubahan gaya hidup bisa dimulai dari pola makan dan upaya menurunkan berat badan. Jika berat badan berlebihan, beban pada lutut akan semakin besar,” ujar dr. Triadi.

Ia menyarankan lansia untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak serat, serta membatasi asupan gula dan lemak jenuh demi mendukung kesehatan sendi.

3. Memilih Olahraga Low-Impact

Olahraga berperan besar dalam menjaga kekuatan otot dan fleksibilitas sendi. Namun, tidak semua jenis olahraga cocok untuk lansia.

Jenis olahraga low-impact atau berdampak rendah lebih dianjurkan karena tidak memberikan tekanan berlebihan pada sendi lutut.

“Low-impact exercise seperti angkat beban ringan dengan pengawasan, senam aerobik, tai chi, atau berenang sangat baik untuk memperkuat massa otot,” terang dr. Triadi.

Latihan ini membantu menjaga sendi tetap lentur, meningkatkan keseimbangan tubuh, serta menurunkan risiko jatuh dan nyeri sendi.

4. Memperbaiki Postur Tubuh

Selain aktivitas fisik dan olahraga, postur tubuh juga memegang peran penting dalam mencegah osteoartritis. Postur yang kurang tepat dapat menambah tekanan pada sendi saat duduk, berdiri, maupun berjalan.

“Perbaikan postur sangat diperlukan untuk mengurangi tekanan berlebih pada sendi. Posisi duduk dan berdiri harus diperhatikan,” imbau dr. Triadi.

Dengan postur tubuh yang baik, risiko cedera dapat diminimalkan dan sendi tetap bekerja secara optimal meski usia terus bertambah.

Upaya Menjaga Kualitas Hidup Lansia

Osteoartritis memang tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya. Namun, dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, lansia dapat memperlambat perkembangannya, mengurangi nyeri sendi, dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Exit mobile version