Tips Sehat Manula

10 Faktor yang Menyebabkan Lansia Kehilangan Nafsu Makan

805
Lansia Kehilangan Nafsu Makan
gambar realistis Lansia Kehilangan Nafsu Makan

6.Kesulitan Mengunyah dan Menelan

Bagi sebagian lansia, proses makan bisa menjadi tantangan tersendiri. Kesulitan mengunyah, menelan, atau bahkan makan secara mandiri sering kali membuat mereka enggan untuk makan. Masalah ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kondisi gigi yang menurun, efek samping obat, atau dampak dari penyakit tertentu seperti stroke, demensia, maupun multiple sclerosis. Akibatnya, waktu makan yang seharusnya menyenangkan justru terasa melelahkan, dan nafsu makan pun berkurang.

7. Sensitivitas terhadap bau

Beberapa lansia menjadi lebih sensitif terhadap bau makanan, yang bisa menyebabkan mual atau kehilangan nafsu makan.

8. Depresi dan kesepian

Depresi umumnya terjadi pada satu dari sepuluh lansia, seringkali berdampak pada hilangnya nafsu makan.

Kesepian dan ketiadaan teman makan juga dapat memperburuk situasi ini.

9. Ketergantungan pada Orang Lain

Banyak lansia yang bergantung pada bantuan orang lain untuk menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk saat makan. Kondisi ini kerap membuat mereka merasa kehilangan kendali atas diri sendiri dan menurunkan semangat untuk makan. Rasa tidak nyaman atau malu karena harus selalu dibantu bisa memicu penurunan selera makan. Dukungan emosional dan pemberian kemandirian sesuai kemampuan sangat penting agar lansia kembali merasa dihargai dan termotivasi untuk makan dengan baik.

10. Pengalaman makan yang tidak menyenangkan

Jika waktu makan sering diisi dengan perdebatan atau ketidaksetujuan, lansia mungkin mengaitkan makan dengan pengalaman negatif dan cenderung menghindarinya.

Berapa porsi makan ideal untuk lansia?

Penurunan nafsu makan pada lansia merupakan hal yang umum terjadi seiring proses penuaan. Meski demikian, menjaga asupan energi tetap penting agar tubuh tetap bugar dan berfungsi optimal. Para ahli menyarankan lansia mengonsumsi antara 1.600 hingga 2.000 kalori per hari, tergantung pada tingkat aktivitas, metabolisme, dan kondisi kesehatannya.

Menurut Dr. Kerwin, kebutuhan kalori ini perlu disesuaikan secara individual. Untuk memastikan asupan makanan cukup, lansia dan keluarga dapat memantau perubahan berat badan secara rutin. Michelle Saari, ahli gizi geriatri asal Winnipeg, Kanada, menjelaskan bahwa penurunan berat badan yang terus-menerus bisa menjadi tanda kurangnya asupan gizi.

Selain menimbang badan, tanda sederhana lainnya bisa terlihat dari pakaian yang dikenakan. Jika celana, kemeja, atau pakaian dalam terasa lebih longgar dari biasanya, hal itu bisa menjadi indikasi bahwa berat badan mulai menurun — pertanda tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi yang memadai.

Exit mobile version