Yuk, Ketahui Kanker Ovarium pada Lansia

0
224
kanker ovarium

Tidak jarang orang lanjut usia (lansia) yang mengalami kanker ovarium. Kanker jenis ini ialah kanker yang terjadi pada indung telur (ovarium). Memang faktor usia yang sudah berumur membuat sistem metabolisme tubuh menjadi menurun sehingga sistem kekebalan tubuh dalam melawan serangan penyakit pun ikut berkurang.

Tentu penyebab kanker ovarium tak sekadar karena usia saja, tapi ada faktor lainnya seperti misalnya faktor fisik yang sudah lemah dan faktor sisi psikologis yang tidak terkontrol.

Siapa yang paling rentan mengalami sakit kanker ovarium? Sebetulnya penyakit ini bisa terjadi pada segala usia, namun yang paling berisiko adalah wanita yang berusia di atas 50 tahun atau yang sudah masuk masa menopause.

Jenis Kanker Ovarium

Jika dilihat dari lokasi awal berkembangnya sel kanker, kanker ovarium ini bisa dibedakan sebagai berikut :

  1. Tumor sel germinal adalah sel kanker yang perkembangnnya berlangsung pada sel penghasil telur.
  2. Tumor epitelial adalah kanker yang terjadi pada jariangan ppembungkus ovarium. Umumnya kasus kanker ovarium yang terjadi masuk dalam jenis ini.
  3. Tumor stromal adalah kanker yang berkembang pada sel-sel penghasil hormon.

Gejala Kanker Ovarium pada Lansia

Walau saat masih stadium awal jarang ditemukan gejala yang serius, tapi biasanya penderita kanker ovarium akan mulai merasakan beberapa tanda berikut ini :

  1. Sering buang air kecil.
  2. Mengalami sulit buang air besar.
  3. Gampang merasa mual.
  4. Merasa sakit saat melakukan hubuangan seksual
  5. Berat badan menurun
  6. Mudah mengalmi sakit perut
  7. Gampang kenyang
  8. Perut mengalami pembengkakan
  9. Perut mudah kembung

Faktor Risiko & Penyebab Kanker Ovarium pada Usia Lanjut

Belum dapat diketahui dengan pasti apa sebetulnya yang menjdi penyebab kanker ovarium. Namun ada sejumlah faktor risiko yang dapat memperbesar kemungkinan seseorang mengalami sakit ini.

  1. Seringnya kanker ovarium dialami olah wanita dengan usia 50 tahun ke atas.
  2. Faktor keturunan (genetik) juga dapat berpengrh terhadap risiko terkena kanker ovarium.
  3. Belum pernah hamil
  4. Berat badan berlebih (obesitas)
  5. Merokok
  6. Melakukan terapi kesuburan

Level atau Stadium Kanker Ovarium

Parah tidaknya kondisi kanker ovarium itu diklasifikasikan ke dalam empat tingkatan, yaitu:

  1. Stadium satu. Kanker ovarium hanya menyerang pada bagian ovarium namun belum menyebar ke jaringan sekitarnya.
  2. Stadium dua. Kanker ovarium sudah menyebar ke jaringan di dekat panggul atau rhim
  3. Stadium tiga. Penyebaran kanker ovarium makin meluas hingga ke permukaan usus, selaput perut maupun kelenjar getah bbing yang ada di perut dan panggul.
  4. Stadium empat. Penyebaran kanker sudah sampai ke bagian tubuh yang lain, seperti hati, paru dan ginjal.

Mengobati Kanker Ovarium

Untuk pengobatan kanker ovarium, dokter akan melihat kondisi dari pasien. Biasanya penanganan yang akan dilakukan pada penderita kanker ovarium adalah sebagai berikut :

Operasi

Dokter akan melakukan operasi untuk mengangkat ovarium, rahim, dan tuba falopi. Bisa juga dengan mengangkat kelenjar getah bening yang terdapat pada rongga perut dan panggul. Tujuannya guna mencegah kanker tersebut menyebar.
Tentu saja tindakan operasi ini tergantung dari tingkat parah tidaknya kanker tersebut. Jika masih pada stadium awal, mungkin dokter hanya akan mengangkat pada salah satu ovarium dan tuba falopi saja.

Kemoterapi

Tahap lanjutan setelah operasi adalah dengan melakukan kemoterapi, Tujuannya adalah untuk memberantas sel-sel kanker yang mungkin masih tersisa. Setela itu, dokter pun akan terus memantau kondisi pasien.
Bisa juga kemoterapi dilakukan sebelum operasi. Tujuanya untuk memperkecil tumor sehingga nantinya akan mudah untuk melakukan pengangkatan ovarium.

Radioterapi

Pengobatan kanker ovarium lainnya bisa juga dengan melakukan radioterapi. Pada tindakan ini, sel kanker akan dibunuh dengan memakai radiasi sinar X.

Mencegah Kanker Ovarium pada Lansia

Untuk mencegah terkena ovarium, sangat baik terapkan hal-hal berikut ini :

  1. Selalu jaga pola hidup yang sehat. Misalnya dengan melakukan olahraga secara rutin dan mengonsumsi makanan sehat. Jaga juga berat tubuh agar tidak sampai kelebihan berat badan
  2. Pernah hamil dapat menurunkan ruisiko terkena kanker ovarium
  3. Dibanding dengan kontrasepsi lainnya, kontrasepsi pil dianggap lebih “aman” dalam mengurangi risko terkena kanker ovarium.

Lakukan Deteksi Dini Kanker Ovarium

Sangat baik untuk mencoba melakukan deteksi dini. Supaya nantinya bisa segera dilakukan penanganan yang tepat.

Untuk itu, kita bisa memeriksakan diri ke dokter maupun melakukan tes yang diperlukan.
Yang lebih penting lagi, selalu berusaha melakukan tindakan pencegahan seperti dengan mempraktikkan gaya hidup sehat. Mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah juga sangat baik bagi tubuh kita.

Selalu rutin berolahraga juga dapat menjadi cara untuk mencegah kanker ovarium. Dan yang tak kalah pentingnya adalah dengan mengelola stres. Upayakan untuk terbiasa selalu berpikir positif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here