Waspadai Gejala Leukimia AML, Jenis Kanker Darah Pada Dewasa

0
132
leukimia

Kanker darah merupakan salah satu jenis kanker yang memiliki kesempatan untuk sembuh yang besar. Asalkan di deteksi sedini mungkin, peluang kesembuhan bagi penderita Kanker ini nyatanya cukup besar.
Salah satu jenis kanker darah yang banyak terjadi adalah Leukimia. Dan banyak dari orang yang terdiagnosa leukemia adalah anak-anak. padahal, tak menutup kemungkinan juga lho, orang dewasa juga bisa terkena leukemia. Dan taukah Anda, bahwa leukemia yang menyerang anak-anak dan dewasa berasal dari jenis yang berbeda?

Mengenal Accute Myeloid Leukimia atau AML

Accute Myeloid Leukimia merupakan jenis leukemia akut yang seringkali ditemukan pada rentang usia dewasa, yang telah menginjak usia 40 tahun ke atas. Kanker jenis ini menyerang darah dan sumsum tulang belakang sebagai ‘pabrik’ tempat produksi sel-sel darah. Karena yang diserang adalah darah, maka gejala yang mengikutinya pun identic dengan penyakit yang disebabkan oleh kelainan darah lainnya, seperti anemia, misalnya.

aml

Kanker darah merupakan salah satu jenis kanker yang penyebarannya dapat terjadi secara cepat. Dengan menyerang sel-sel darah, baik itu sel darah putih, sel darah merah, maupun platelet yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang, hal ini membuat ketahanan tubuh seseorang yang menderita kanker darah jenis ini menjadi menurun secara drastic. Efeknya, tentu saja, akan lebih mudah terkena infeksi. Secara gampangnya, penyakit akan lebih mudah masuk dan menjangkit, tanpa ada perlawanan berarti, dari sel-sel darah putih, yang selama ini memiliki tugas penting sebagai satu pasukan penjaga benteng pertahanan tubuh.

Pada AML Leukimia, sel-sel kanker berjalan sangat cepat, dan dapat menyebar ke organ-organ tubuh lainnya. Seperti kelenjar getah bening, hati, limpa, hingga ke system saraf pusat yang terletak pada tulang belakang dan otak.

Salah satu hal yang membedakan antara kanker darah yang di idap oleh orang dewasa dengan anak-anak adalah penyebabnya. Sangat jarang terjadi, leukemia pada anak-anak disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Berbeda dengan kanker darah atau leukemia yang terjadi pada orang dewasa, yang bisa saja terjadi akibat dari buruknya pola hidup yang mengakibatkan kerusakan pada sel blast. Seperti merokok, paparan radiasi, hingga seringnya terekspos oleh bahan-bahan kimia berbahaya.

Meskipun demikian, adapula factor lain yang dapat menjadi pencetus terjadinya Leukimia AML pada orang dewasa. Yaitu, karena keturunan, sindrom genetic, kelainan darah, dan beberapa factor lain yang belum diketahui.

Sering Pucat dan Mudah Lelah Bisa Menjadi Gejala Awal AML

Beberapa penelitian menunjukkan hasil bahwa umumnya, yang menyebabkan terjadinya leukemia AML adalah adanya perubahan struktur kromosom pada DNA. Perubahan ini yang membuat sel-sel yang seharusnya tumbuh menjadi sel-sel normal, malah menjadi sel-sel abnormal yang disebut dengan sel-sel kanker. Selain itu, factor eksternal, yang dating dari luar juga dapat menjadi pemicu tambahan. Seperti terlalu sering terpapar radiasi, menghirup zat-zat kimia berbahasa, atau bahkan pernah menjalani serangkaian proses radiasi dan kemoterapi.

Sebagai salah satu jenis kanker darah, AML atau Accute Myeloid Leukimia menunjukkan gejala yang identic dengan penyakit akibat kelainan darah lainnya. Seperti tampilan wajah dan warna kulit yang pucat. Hal ini sangat erat kaitannya dengan produksi sel-sel darah merah yang kurang. Sel-sel kanker juga dapat menyerang sel darah putih, akibatnya tubuh jadi lebih gampang terkena infeksi. Sehingga seseorang jadi lebih mudah sakit, yang disebabkan oleh virus dan bakteri.

Serangan kanker pada sumsum tulang belakang juga membuat produksi trombosit menjadi berkurang. Ini menyebabkan munculnya aneka bentuk perdarahan yang tak normal. Bagi wanita, dapat dating dalam menstruasi yang berbeda dari biasanya. Seperti darah yang keluar lebih banyak dengan rentang waktu yang lebih panjang. Selain itu, perdarahan juga dapat terjadi pada gusi, luka yang sulit untuk menutup, hingga mimisan yang seringkali terjadi dalam waktu yang lama.

Sedangkan perdarahan yang terjadi dibawah kulit, dapat muncul dalam bentuk lebam, ruam, dan bintik-bintik merah. Seperti yang terjadi pada penyakit campak. Namun, tak kunjung hilang, malah akan menjadi semakin banyak.

Transplantasi Sumsum Tulang Belakang Untuk Pengobatan Leukimia AML, Apa Itu?
Sumsum tulang belakang merupakan bagian lunak yang terdapat di dalam tulang belakang. Keberadaannya sangat penting. Selain untuk memproduksi sel darah merah, sel darah putih dan trombosit, juga sebagai perantara antara otak dan tulang belakang, agar dapat tetap bekerja sama dalam menjalankan fungsinya masing-masing.

Namun, ada beberapa kondisi dimana sumsum tulang belakang bisa saja mengalami kerusakan. Salah satunya adalah akibat kanker darah. Jika pada penyakit gagal ginjal, dapat dilakukan transplantasi ginjal untuk menggantikan ginjal yang telah tak berfungsi, begitu pula dengan sumsum tulang. Transplantasi sumsum tulang belakang merupakan salah satu solusi untuk memperbaiki kondisi sumsum tulang seseorang yang telah rusak atau bahkan telah hancur akibat sel kanker.

Prosedur transplantasi bukanlah hal yang remeh. Sebelumnya, tentu baik pendonor maupun penerima donor harus melakukan serangkaian tes, untuk memastikan kecocokan diantara keduanya. Setelah dinyatakan cocok, maka tibalah waktunya ‘panen’ atau juga disebut dengan harvesting. Pada fase ini, sumsum tulang pendonor akan diambil sebagian kecilnya saja, dengan menggunakan jarum. Selama proses ini dilakukan, pendonor akan dianastesi.

Setelah didapatkan, sumsum tulang tersebut akan dimasukkan ke tubuh penerima donor melalui pembuluh intravena. Proses donor sudah selesai, namun masih ada serangkain pemeriksaan lagi bagi penerima donor. Dimana, setelah menerima donor sumsum tulang belakang, akan terjadi proses engraftment. Pada fase ini, sel-sel yang terdapat dalam sumsum tulang belakang tadi akan menemukan jalurnya, dan memulai untuk memproduksi sel-sel darah yang baru, sebagaimana tugas utama dari sumsum tulang belakang pada kondisi normal.

Meskipun gejala pada Leukimia AML hamper sama dengan anemia dan darah rendah, namun pada Leukimia AML di iringi dengan demam yang datang dan pergi secara intens. Jadi, ketika Anda mendapati ‘ada yang lain’ dalam tubuh Anda, jangan segan untuk segera memeriksakan diri. Semakin cepat di deteksi, semakin besar peluang untuk sembuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here