Tips Mengatasi Susah Tidur Pada Lansia

0
111
insomnia

Proses penuaan tidak hanya ditandai dengan bertambahnya uban, muncul keriput, dan juga kondisi badan yang mulai lemah. Lansia juga rentan mengalami masalah susah tidur atau yang disebut dengan insomnia. Ini terjadi karena penurunan fungsi otak sehingga perintah untuk tidur dari sistem syaraf tidak dapat disampaikan dengan baik. Padahal dengan kondisi badan yang mulai menurun, tidur yang berkualitas sangat dibutuhkan oleh lansia agar kekebalan tubuhnya terjaga. Data menunjukkan bahwa kaum lanjut usia yang berusia 60 tahun ke atas, akan mudah terjangkit berbagai jenis penyakit berbahaya seperti diabetes dan obesitas jika pola tidurnya bermasalah.

Insomnia membuat tubuh lansia gampang capek karena mereka selalu terbangun 2-3 kali setiap malam. Kondisi ini tentu harus mendapatkan penanganan secepatnya agar kesehatan bisa pulih kembali. Bagi mereka yang mengalami sulit tidur, sebaiknya hindari mengkonsumsi minuman berkafein di malam hari. Tidur yang cukup selain mampu mengistirahatkan badan dengan baik, juga meningkatkan fungsi otak dan kapasitas memori. Lansia yang pola tidurnya teratur, tidak mudah mengalami pikun dan depresi. Kunci untuk menghindari insomnia adalah menjaga kondisi badan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi serta melakukan olahraga ringan setiap hari agar tubuh menjadi lebih rileks.

Berapa Jam Waktu Tidur yang Pas Bagi Lansia

penyakit insomnia

Ketika masih muda, tidur menjadi hal yang mudah dilakukan. Tinggal pejamkan mata beberapa menit, langsung bisa tidur dengan lelap. Berbeda kasus dengan lansia, tidur nyenyak sangat sulit didapatkan karena terjadi penurunan fungsi pada syaraf pusat. Namun ada juga beberapa lansia yang tidak mengalami masalah insomnia atau susah tidur sama sekali. Ini dapat terjadi pada mereka yang menerapkan pola hidup sehat dengan mengatur asupan makanan serta jam untuk tidur.

Lantas, berapa jam kah kebutuhan tidur bagi lansia?. Bagi mereka yang berusia diatas 60 tahun, sangat disarankan mengatur waktu tidurnya agar bisa beristirahat dengan nyenyak selama 7,5 hingga 9 jam setiap malam. Penggunaan obat tidur sangat tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan kecanduan dan efek yang tidak baik bagi ginjal. Salah satu olahraga ringan yang membantu menangani insomnia pada lansia adalah latihan pernapasan. Aktivitas tersebut bisa dilakukan pada pagi atau sore hari. Selain membuat kondisi tubuh menjadi sehat, juga dapat merilekskan otak .

Tips Mengatasi Masalah Susah Tidur Bagi Lansia

susah tidur

Kebiasaan buruk yang memicu risiko susah tidur pada lansia adalah mengkonsumsi minuman berkafein dan bersoda di malam hari. Lansia tidak dilarang untuk meminum kopi, tapi waktunya harus diatur minimal 6 jam sebelum tidur. Jadi saat malam hari, kondisi sistem syaraf tidak terjaga sehingga tidur bisa semakin lelap. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu lansia mendapatkan tidur yang berkualitas, beberapa diantaranya adalah:

1. Menjadwalkan jam tidur

Insomnia tidak harus diatasi dengan obat, lansia bisa memperoleh tidur yang nyenyak jika membiasakan diri tidur secara teratur. Atur jam untuk mulai tidur setiap harinya dan patuhi jangan sampai melanggar meskipun itu saat akhir pekan. Awalnya memang akan sulit membiasakan diri untuk istirahat di jam yang sama setiap malamnya. Namun jika sudah menjadi rutinitas, maka tubuh akan bereaksi dengan normal dan setiap waktunya tidur kondisi mengantuk akan datang dengan sendirinya. Cara ini bisa membantu lansia tertidur dengan lelap sehingga kondisi tubuh menjadi rileks.

2. Ciptakan suasana tidur senyaman mungkin

Menciptakan suasana yang nyaman menjadi kunci untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Lansia sangat sensitif dengan cahaya, suara, serta kondisi suhu di ruangan. Agar tidur menjadi lebih tenang, sebaiknya tata kamar tidur senyaman mungkin dan jika perlu gunakan AC atau kipas angin yang ada fitur white noise untuk meredam suara. Lampu sebaiknya dimatikan atau diredupkan supaya kondisi mata tidak terjaga. Setiap lansia memiliki kebiasaan sendiri untuk bisa tidur dengan nyenyak. Ada juga yang menggunakan airplug dan juga penutup mata supaya bisa segera tertidur dengan lelap dan di pagi harinya bangun dengan kondisi badan yang segar.

3. Menjadwalkan tidur siang

Mitos tidur siang bisa membuat sulit tidur di malam hari tidak sepenuhnya benar. Lansia bisa melakukan tidur siang, hanya saja waktunya dibatasi antara 15 hingga 45 menit saja. Tidur siang sangat penting untuk meningkatkan daya ingat agar lansia terhindar dari kepikunan.

4. Menjaga pola makan dan olahraga teratur

Hindari konsumsi minuman berkafein dan bersoda karena bisa membuat pola tidur menjadi tidak teratur. Jenis makanan yang dianjurkan untuk lansia di malam hari adalah sereal rendah lemak, susu dan juga yoghurt. Olahraga teratur juga membantu menciptakan tidur yang berkualitas. Aktivitas tersebut memicu produksi hormon Serotin yang berguna untuk menurunkan kadar stres, meningkatkan daya ingat, dan mengatur emosi.

Keempat cara diatas, bisa membantu menyelesaikan masalah gangguan tidur pada lansia. Selain kesadaran dari diri sendiri, peran keluarga sangat dibutuhkan akan kesehatan lansia tetap terjaga sehingga kualitas tidurnya menjadi baik dan terhindar dari insomnia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here