Tips Mencegah HIV Aids pada Lansia

0
286
hiv aids

Apa itu HIV atau human immunodeficiency virus merupakan salah satu virus menakutkan yang hingga kini masih belum terdapat obat penyembuhannya. Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini menjadi beberapa penyakit yang beresiko kematian. Salah satunya, AIDS. Ada beberapa cara dalam penularan HIV.

Salah satunya melalui transfusi darah, dari ibu kepada anaknya, hingga hubungan seksual dengan penderita. Selain itu, HIV juga bisa menular melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian. Cara-cara penularan HIV ini memang menjadikan penyakit AIDS lebih banyak diderita oleh kalangan anak muda berusia produktif. Meskipun bukan tidak mungkin, HIV juga diderita oleh mereka yang sudah berusia lanjut.

Sebaliknya, berdasarkan dari data kesehatan sebanyak 26 persen penderita HIV berusia lanjut. Pada penderita usia lanjut ini, ada 3 jenis bentuk penyakit HIV yang mereka derita. Pertama, mereka menderita penyakit HIV sejak berusia muda dan lama hidup dengan virus ini. Kedua, sudah cukup lama menderita HIV namun baru mengetahui status virus tersebut. Terakhir ketiga merupakan mereka yang baru saja tertular penyakit HIV pada saat sudah berusia lanjut.

Dari 3 jenis penderita HIV di usia lanjut ini tak bisa dipungkiri bahwa penularan virus tersebut tak mengenal usia. Malah sebaliknya. Mereka yang sudah berusia lanjut memiliki resiko lebih besar akan penyebaran HIV karena kekebalan tubuh yang menurun.

Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari serta mencegah penularan HIV pada lansia. Berikut ini merupakan cara yang bisa dilakukan.

Cara Mencegah Penularan HIV AIDS

Periksakan diri

Seyogyanya semua orang secara rutin melakukan pemeriksaan diri atau check up. Check up tak hanya dilakukan pada saat sudah berusia lanjut saja. Namun mereka yang masih berusia produktif pun seharusnya secara rutin melakukan pemeriksaan diri. Pemeriksaan diri atau check up ini tak hanya untuk mengetahui munculnya penyakit sedini mungkin. Terutama penyakit seperti kanker serta tumor. Namun juga untuk memastikan tak ada penularan HIV.

Pemeriksaan diri ini pun sebaiknya dilakukan tak hanya oleh lanjut usia atau pun usia produktif dengan resiko penularan HIV. Namun mereka yang sepertinya sama sekali tak beresiko pun masih memiliki kemungkin tertular virus tersebut.

Jaga sistem kekebalan tubuh

Ketika sudah menginjak usia lebih dari 45 tahun, tubuh memproduksi sel darah putih lebih sedikit. Akibatnya sistem kekebalan tubuh pun menurun. Padahal di sisi lain, pada usia ini tubuh justru membutuhkan perlindungan ekstra dengan banyaknya kemungkinan virus dan penyakit yang menyerang. Salah satunya, HIV.

Pada lanjut usia memang sebaiknya mengonsumsi makanan bahkan multivitamin yang dapat membantu mereka untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini tentunya untuk menghindari resiko tertular HIV yang mungkin bisa datang dari banyak segi. Sistem kekebalan tubuh yang kuat setidaknya akan menjadi benteng yang melindungi tubuh dari serangan virus ini.

insulin

Pastikan peralatan suntik steril

Seseorang yang sudah berusia lanjut memang memiliki lebih banyak masalah kesehatan. Sebut saja seperti darah tinggi, diabetes, hingga mungkin masalah gangguan pada hati. Penyakit-penyakit ini menyebabkan para lanjut usia harus sering melakukan pemeriksaan darah atau pun jenis pengobatan lain secara teratur. Semua pemeriksaan ini akan membuat lansia memiliki interaksi yang cukup dekat dengan jarum suntik.

Akan lebih baik memang bila semua bentuk pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan resmi di rumah sakit. Namun pada saat ini pun, tetap wajib memastikan bahwa semua peralatan yang digunakan terutama jarum suntik benar-benar baru dan masih steril. Hal ini tentu saja demi menjaga adanya penularan HIV pada lansia.

Hindari penyebab penularan

Menghindari penyebab dari penularan HIV memang cara terbaik untuk mencegah masuknya virus ini ke tubuh. Hal ini bisa diartikan bahwa pada lansia pun sebaiknya memastikan untuk tidak mengonsumsi obat terlarang yang menjadi salah satu penyebab penularan HIV dari jarum suntik, menjauhi kehidupan sex bebas, dan lain-lain. Cara hidup yang sehat pun sebaiknya dilakukan oleh lansia untuk memastikan tak ada virus berbahaya yang akan menulari mereka.

Penyebab penularan HIV pada lansia ini pun tak berbeda dengan bentuk penularan pada usia lain. Sehingga sebaiknya memang memastikan menghindari semua hal tersebut.

Empat cara di atas merupakan hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan HIV pada lansia. Namun bila para lanjut usia memiliki resiko penularan HIV sejak usia produktif, maka sebaiknya pemeriksaan rutin dilakukan. Pemeriksaan rutin ini setidaknya selama 6 bulan sekali untuk memastikan tak ada virus yang menginfeksi di dalam tubuh. Selain itu juga memastikan menjaga sistem kekebalan tubuh agar tak ada virus yang bisa masuk dan menjadi penyakit berbahaya.

Semoga informasi di atas berguna untuk Anda dalam pencegahan HIV pada lansia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here