Terapi Bukan Satu-Satunya Ikhtiar Pengobatan Stroke

0
328
tekanan darah tinggi

Penyakit Stroke merupakan penyakit yang selalu dikaitkan dengan lansia. Meskipun sebenarnya anak-anak muda juga berisiko terkena penyakit berbahaya ini. Bahkan, jumlah pasien stroke di usia muda semakin tinggi. Ini bisa dilihat dari banyaknya orang yang ikut terapi sebagai pengobatan stroke yang diselenggarakan oleh pusat kesehatan.

Yang menarik, ternyata pengobatan berupa terapi seolah-oleh menjadi cara yang paling efektif mengobati stroke. Padahal, ada beberapa alternatif pengobatan lainnya yang juga perlu dicoba. Bahkan, alternatif pengobatan tersebut seharusnya dilakukan sembari tetap menjalankan terapi.

Mengobati Stroke Selain Terapi

Salah satu kendala mengapa orang stroke tidak bisa diatasi adalah jauhnya lokasi tempat terapi. Hampir semua tempat untuk terapi stroke itu di daerah perkotaan. Itupun kota besar, bukan kota kecil.

Karena itulah, beberapa penderita stroke hanya mengandalkan terapi dari therapist yang sebenarnya tidak punya kualitafikasi untuk menyembuhkan stroke. Tempat ini lebih sering disebut dengan pengobatan alternatif.
Tentu tidak salah. Namanya juga ikhtiar. Akan tetapi, akan lebih baik jika menggunakan cara yang terbukti ilmiah, bukan?

Selain terapi, sebenarnya ada satu cara pengobatan yang bisa mengatasi stroke, yaitu pengobatan dengan memanfaatkan bahan herbal berkut ini.

1. Pengobatan Stroke Dengan Menggunakan Bawang Putih

Mengapa stroke dialami oleh seseorang? Kebanyakan kasus ini disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah. Memang ini bukan penyebab utama. Akan tetapi, umumnya, karena pasokan darah terganggu lantaran pembuluh darah tersumbat, ini berakibat pada stroke.

Dalam hal ini, bawang putih bisa mengatasi tersumbatnya pasokan darah akibat pembuluh darah yang mengecil. Bisa saja sumbatan tersebut dikarenakan gumpalan darah. Dan bawang putih ini mampu menghancurkan gumpalan tersebut.

Cara pemanfaatannya pun sangat mudah. Penderita stroke hanya perlu mengkonsumsi bawah putih setiap hari, entah itu secara langsung atau dicampurkan di dalam masakan. Contohnya saja setiap kali memasak, bawah putih sengaja tidak dihaluskan namun ditumis agak besar agar termakan secara langsung.

2. Mengatasi Stroke Dengan Kunyit

Kunyit selama ini hanya dianggap sebagai bumbu dapur saja. Padahal, kunyit juga dipakai sebagai obat berbagai penyakit. Salah satunya obat stroke.

Cara kerjanya berbeda dengan bawang putih. Jika bawang putih akan melancarkan sirkulasi darah, kunyit ini berperan dalam hal membantu proses regenerasi sel otak. Meskipun demikian, memang ada peran kuyit dalam hal mengatasi penyumbatan darah pada pembuluh darah. Akan tetapi, perannya tidak begitu signifikan. Peran yang paling utama adalah membantu mempercepat proses regenerasi sel di otak.

Tentunya tidak sulit untuk mendapatkan dua bahan herbal tersebut, bukan?
Mengapa Terapi Masih Menjadi Pilih Utama Mengobati Stroke
Harus diakui sampai sekarang, terapi masih menjadi pilihan utama mengobati stroke. Hal ini mungkin disebabkan banyak informasi yang menjelaskan bahwa stroke hanya bisa diobati dengan terapi.

Informasi tersebut memang tidak salah. Namun, harus dipahami juga ada faktor lain yang menentukan keberhasilan terapi stroke. Jadi, jangan harap dengan melakukan terapi otomatis orang akan 100% sembuh dari stroke. Tidak seperti itu.

Ada faktor yang menyebabkan terapi itu benar-benar menyembuhkan stroke.

Faktor Psikologis

Sebenarnya, apapun penyakit yang Anda derita, ujung-ujungnya berasal dari keyakinan. Jika Anda yakin penyakit tersebut akan sembuh, maka Anda akan dengan mudah sembuh. Meskipun tetap juga pengobatan diperlukan. Akan tetapi, peran dari psikologi dengan cara selalu berpikir positif sangat penting.

Itulah yang kemudian ada istilah Quantum Healing. Ini merupakan cara agar tubuh mampu berperan aktif dalam menyembuhkan diri selain juga mendapatkan pengobatan dari luar. Tidak jarang yang terkena kanker dan divonis tidak bakal lama lagi meninggal ternyata mampu bertahan hingga usia senja. Ternyata, pengobatan yang dilakukan dibarengi dengan selalu berpikir positif.

Stroke pun demikian. Bahkan, sebenarnya ada sesi terapi psikologis sendiri. Sayangnya, kebanyakan pasien stroke hanya mengambil sesi terapi fisik saja.

Gaya Hidup Yang Sehat

Selain selalu berpikir positif dan mendapatkan pengobatan, hal tersebut juga harus dibarengi dengan penerapan gaya hidup yang sehat. Hindari apa saja yang memberikan pengaruh buruk terhadap sumbatan pada alteri seperti merokok, begadang, minum kopi, dan lain sebagainya. Sementara itu, ganti kebiasaan buruk dengan kebiasan yang baik seperti makan makanan yang sehat.

Oleh sebab itu, pasien stroke sangat disarankan untuk mengkombinasikan semua hal, tidak hanya terapi. Bisa saja ia mengkonsumsi obat herbal seperti yang dijelaskan di atas. Yang pasti, ia harus mengubah gaya hidup yang tidak sehat. Itu yang terpenting.

Gejala Stroke Paling Awal Muncul Namun Tidak Terdeteksi

Stroke sering diidentikkan dengan adanya bagian tubuh yang terlihat lumpuh. Padahal, ini bukan gejala stroke awal. Jika munculnya kelumpuhan, bisa dikatakan ini sudah gejala stroke ringan. Bukan gejala stroke awal.

Tidak banyak yang tahu jika gejala stroke itu ditunjukkan oleh dua hal, yaitu sering mengalami sakit kepala secara tiba-tiba dan sering kehilangan keseimbangan. Jika dua ini sering Anda alami, sebaiknya lakukan medical checkup. Bisa saja itu merupakan gejala stroke.

Pencegahan harus dilakukan. Karena jika sudah divonis positif stroke, sulit sekali untuk sembuh kembali seperti sebelumnya. Memang ilmu dan teknologi kesehatan semakin canggih. Namun, apapun itu, pencegahan menjadi hal yang utama dan harus diutamakan.
Kuncinya hanya satu. Terapkan perilaku hidup yang sehat. Rajin olahraga. Konsumsi makanan yang sehat. Dan yang terpenting lagi, hindari stress. Selalu berpikir positif. Ini menjadi cara yang paling ampuh untuk mencegah stroke.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here