Sudah Siap Merayakan Hari Penglihatan Sedunia?

0
134
lansia

Tahun ini, hari penglihatan sedunia atau World Sight Day dihelat pada tanggal 14 oktober. Seperti yang telah disepakati, WHO menetapkan hari penglihatan sedunia akan secara rutin di peringati setiap bulan oktober, di kamis kedua. Sejak tahun 2013, acara tahunan ini sudah rutin diadakan, guna menggugah kesadaran masyarakat global akan pentingnya menjaga dan mencegah gangguan penglihatan sedini mungkin.

Kesehatan mata masih menjadi perhatian dunia, mengingat setiap tahunnya terus saja terjadi peningkatan penderita gangguan penglihatan, baik yang mengalami gangguan penglihatan berat maupun ringan. Seperti tak mengenal usia, gangguan penglihatan dapat menyerang siapapun. Bahkan sejak masih dalam bentuk janin. Untuk itu, para pakar kesehatan menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan janin sejak masih ada didalam kandungan. Sehingga apabila ditemukan adanya gejala gangguan kesehatan penglihatan, maka mampu diatasi sedini mungkin.

lansia sehat

Tentang World Sight Day atau hari Penglihatan Sedunia

WHO atau World Health Organization telah menetapkan hari penglihatan sedunia atau World Sight Day sejak tahun 2013 lalu. Peringatan ini akan secara rutin dilaksanakan secara global di setiap hari kamis yang jatuh di minggu kedua bulan oktober, setiap tahunnya. Jadi tanggalnya tak bisa selalu sama. Namun, tujuannya tetap untuk menarik fokus masyarakat luas untuk kembali sadar akan pentingnya menjaga kesehatan organ penglihatan.

Menurut data yang ada, sebanyak 285 jutaorang diseluruh penjuru dunia mengalami masalah penglihatan. Dan ada sekitar 39 juta orang diantaranya yang mengalami gangguan penglihatan serius hingga tak dapat melihat atau buta. Dimana, ada sekitar 33 persen kebutaan yang disebabkan oleh katarak. Dan sekitar 43 persen nya lagi disebabkan oleh masalah penglihatan lain. seperti mata minus, plus, silider, dan masih banyak lagi penyakit mata lainnya.

Mirisnya, masalah penglihatan saat ini nyatanya tak hanya menyerang orang-orang dewasa saja. Ada banyak anak-anak usia sekolah bahkan usia dini yang telah mengalami masalah penglihatan. Selain faktor keturunan dan kondisi medis tertentu, adanya paparan radiasi sinar dari layar televisi, telepon genggam, dan komputer menjadi salah satu dari sekian penyebab masalah gangguan penglihatan. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari langsung, juga dapat memicu terjadinya kerusakan mata. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala untuk mengantisipasi terjadinya gangguan penglihatan yang lebih serius. Dan jika ditemukan gejala gangguan penglihatan dapat segera diobati, dan terhindar dari kebutaan.

Pentingnya Mencegah Gangguan penglihatan

Di dunia, ada sekitar 50% penderita gangguan penglihatan berasal dari usia lanjut. Sedangkan untuk anak usia dini hingga remaja berada pada angka 20%. Dan, sebenarnya masalah penglihatan sebagian besar dapat dihindari. Apabila ditemukan gejalanya sejak awal.

Gejala awal adanya gangguan penglihatan biasanya ditandai dengan mata merah dan terasa perih. Selain itu juga mata lelah, dimana timbul rasa pegal di sekitar kelopak dan lingkaran mata. Pada gejala yang lebih lanjut, mata akan menjadi lebih sensitiv terhadap pancaran sinar. Kemudian, penglihatan mulai kabur. jika kondisi semacam ini tak segera diatasi, atau bahkan terus dipaksakan, bukan tak mungkin akan menimbulkan gejala lain seperti kepala menjadi pusing, mual dan mata juling.

Sedangkan penyebab gangguan penglihatan ada bermacam-macam. Pada orang dewasa biasanya tak jauh-jauh dari faktor kebiasaan buruk merokok. Kandungan racun dalam rokok mampu merusak sel-sel yang ada didalam tubuh termasuk pada organ penglihatan. Sel-sel sensitiv pada retina yang disebut dengan makula dapat mati akibat racun yang ada dalam rokok. Selanjutnya, beberapa penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes juga dapat memicu terjadinya gangguan penglihatan. Pada hipertensi yang tak di obati secara serius dapat menyebabkan retinopati hiperetensi yang dapat menyebabkan kebutaan. Sedangkan pada penderita diabetes, memiliki peluang terkena glaukoma.

Selain itu, masalah penglihatan juga dapat disebabkan oleh paparan sinar komputer. Pekerja yang setiap harinya berkutat dibelakan layar lebih dari 6 jam tanpa henti, memiliki peluang untuk terkena masalah gangguan penglihatan. Begitu pun dengan anak-anak dan usia remaja yang seringkali menonton televisi terlalu sering dan dalam jarak yang terlalu dekat. Bahkan, saat ini, ada banyak sekali anak-anak yang sudah fasih mengendalikan berbagai gawai. Jika tak ada pendampingan orang tua, akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik dan sosial emosionalnya.

Untuk itu, ada beberapa cara dalam mencegah terjadinya gangguan penglihatan. Yang pertama, biasakan untuk melakukan olah raga mata disela-sela aktifitas Anda. kemudian, lindungi mata Anda dari sinar UV dengan menggunakan kaca mata hitam, apabila Anda beraktifitas diluar ruangan. Lalu, Anda dapat menggunakan filter untuk layar telepon genggam atau komputer Anda. filter ini mampu menekan gelombang radiasi sinar yang dipancarkan dari komputer ke mata. Dan yang lebih penting lagi, batasi penggunaan komputer dan gawai pribadi. Berikan waktu pada mata Anda untuk bersantai.

Dengan adanya hari penglihatan dunia, kita juga harus lebih peka untuk memenuhi kebutuhan mata kita. Seperti, dengan mengkonsumsi berbagai asupan nutrisi harian yang juga sangat dibutuhkn oleh mata. Seperti sayuran hhijau yang kaya akan anti oksidan dan zeaxanthine. Anti oksidan sangat ampuh untuk menangkal radikal bebas. Dan membantu proses regenerasi sel. Sedangkan zeaxanthine sangat baik untuk menjaga kesehatan otot mata.

Selain itu, asam lemak esensial omega 3 juga sangat baik untuk menjaga kesehatan mata. Untuk anak diusia pertumbuhan,kandungan ini terdapat pada susu pertumbuhan. Selain itu juga dapat diperoleh dari ikan salmon, telur, dan produk ikan lainnya. jadi, sudah siapkah Anda untuk memperingati hari penglihatan sedunia dengan mata yang sehat?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here