Salah Pemahaman Tentang Penyakit Diabetes

0
119
tes darah

Bukan Aids yang sekarang menjadi penyakit pembunuh di Indonesia, melainkan diabetes. Faktanya, penyakit degeneratif inilah yang sering dialami oleh pasien. Dan kebanyakan pasien tersebut akhirnya meninggal dunia.
Fakta lain yang cukup mencengangkan adalah bahwasannya kebanyakan pasien berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Bahkan, tidak jarang orang yang tinggal di desa justru mengalami penyakit ini.

Di sisi lain, cukup disayangkan kurangnya penelitian mengenai penyakit yang satu ini. Banyak akademisi yang melakukan penelitian mengenai penyakit berbahaya lainnya seperti jantung, HIV, dan lain sebagainya. Namun, rasanya masih kurang yang mau meneliti penyakit diabetes.

Mungkin ini salah satu penyebab mengapa semakin tinggi pasien yang meninggal karena diabetes. Dan jumlah penderita diabetes di Indonesia semakin hari semakin tinggi.
Pemahaman Yang Keliru Mengenai Diabetes

Tentu bukan hanya karena kurangnya penelitan yang menyebabkan tingginya angka pasien diabetes. Ada banyak faktor penyebab lainnya.

Salah satu yang cukup berpengaruh adalah kesalahpahaman anggapan mengenai penyakit diabetes ini. Banyak yang mengira diabetes itu hanya disebabkan terlalu sering minum minuman yang manis. Padahal, tidak jarang orang yang sudah menghindari minuman manis tapi tetap terkena diabetes.

Anggapan-anggapan yang salah ini harus diluruskan.

Pasien Diabetes Dilarang Minum Minuman Yang Manis

Memang minuman yang manis harus dihindari. Akan tetapi, bukan berarti pasien diabetes 100% tidak boleh minum minunam yang manis. Justru gula itu dibutuhkan. Karena gula di dalam tubuh bisa dikonversi menjadi energi.

Yang benar, mengkonsumsi minuman manis harus dikurangi. Di sisi lain, pasien harus mengimbangi dengan minuman yang lebih sehat seperti air putih. Dengan demikian, gula di dalam tubuh tidak berlebihan dan bisa langsung dikonversi menjadi energi. Akibatnya, risiko diabetes bisa dihindari.

Pasien Diabetes Tidak Boleh Makan Makanan Yang Enak

Kebanyakan pasien diabetes merasa semuanya dibatasi. Mereka dilarang makan makanan yang enak.

Sebenarnya bukan itu. Yang tepat adalah mereka harus diet. Mereka sebaiknya mengkonsumsi makanan yang rendah lemak seperti gandum, buah, dan sayur-sayuran.

Pasien Diabetes Tidak Boleh Makan Cokelat

Ini yang banyak diamini oleh masyarakat. Bagi mereka yang menderita diabetes, mereka dilarang makan cokelat. Cokalat seolah-olah menjadi racun pagi penderita.

Padahal, jika dilihat lagi, sebenarnya yang lebih berbahaya itu nasi daripada cokelat. Pasalnya, di dalam nasi, terdapat gula yang begitu tinggi. Selain itu, nasi pun dikonsumsi setiap hari oleh orang Indonesia. Setidaknya tiga porsi setiap hari. Lain dengan cokelat. Cokelat tidak dikonsumsi setiap hari.

Meskipun demikian, memang tidak disarankan makan cokelat terlalu banyak. Akan lebih baik jika pasien memilih cokelat hitam atau dark chocolate lantaran kandungan gula di dalam cokelat hitam ini sangat rendah. Paling rendah dibandingkan dengan jenis cokelat lainnya.

Jadi, masih percaya orang yang terkena diabetes itu serba terbatas? Sebenarnya tidak. Yang perlu mereka lakukan adalah mengganti makanan yang lebih sehat. Itu saja.

Diabetes Lebih Sering Menyerang Masyarakat Miskin

Sampai sekarang, banyak ditemukan kasus di mana pasien sudah mengalami diabetes parah dan mereka umumnya tinggal di daerah pedesaan. Mereka bukan dari kalangan yang mempunyai perekonomian tinggi. Padahal, tidak ada cara lain selain operasi yang membutuhkan banyak biaya jika sudah divonis diabetes.

Apakah ini membuat diabetes sama seperti penyakit TB yang hanya menerang masyarakat miskin? Sebenarnya kesimpulan tersebut terlalu terburu. TB diidentikkan sebagai penyakitnya orang miskin lantaran mereka lah yang sangat rentan terkena TB. Ketidaktahuan serta tempat tinggal yang kurang higienis menjadi faktor penyebab utamanya.

Lalu, bagaimana dengan diabetes? Apakah faktornya sama?

1. Kurang Memperhatikan Pola Makan

Salah satu penyebab orang miskin di daerah pedesaan lebih berisiko terkena diabetes adalah penerapan pola makan yang kurang baik. Jika di daerah perkotaan kebanyakan orang lupa sarapan, justru sebaliknya. Orang desa bisa makan lebih dari 3 kali sehari. Dan semua yang dimakan mengandung karbo serta gula yang tinggi. Umumnya, mereka lebih suka makan nasi yang banyak. Lauknya sekedarnya saja.

Inilah yang dikatakan sebagai penerapakan pola makan yang kurang baik. Seharusnya, makan nasi itu harus dibatasi. Sayurnya yang lebih diperbanyak. Sayangnya, orang desa kurang kenyang jika makan sedikit nasi. Ini masalahnya.

2. Kurang Peduli Dengan Kesehatan

Diabetes tidak hanya disebabkan oleh makanan tapi juga kurangnya frekuensi olahraga. Jarang sekali orang pedesaan yang mau lari atau jalan sehat. Mungkin mereka melakukan gerakan fisik seperti mencangkul di sawah. Namun, ini tidak cukup untuk membakar gula di dalam tubuh. Apalagi orang-orang tua yang semakin hari semakin kurang gerak fisiknya.

3. Tidak Tahu Apa Itu Diabetes

Ini sebenarnya yang paling membedakan antara orang desa dan orang kota. Di desa, orang akan menganggap biasa ketika ada seseorang meninggal karena penyakit. Sekalipun itu penyakit diabetes. Sementara itu, kalau orang kota yang notabane memiliki tingkat perekonomian yang tinggi, mereka akan mencari tahu apa itu diabetes dan bagaimana cara menghindari penyakit ini.

Bahkan, tidak jarang juga orang desa yang sudah tahu mengenai diabetes tapi tidak menerapkan pola hidup yang sehat sebagai langkah pencegahan. Dan kesadaran yang rendah inilah yang menjadi faktor penyebab diabetes.
Jadi, apa yang sebenarnya harus dilakukan? Edukasi dan penyadaran. Itu kuncinya. Hanya dengan memberikan edukasi serta menyadarkan semua orang akan bahayanya diabetes membuat orang tidak ceroboh. Mereka akan menerapkan pola hidup yang lebih sehat agar terhindar dari diabetes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here