Rayakan Hari Kesehatan Jiwa dengan Jiwa Yang Sehat

0
93
sakit jiwa

Sebagai wujud kepedulian dunia akan pentingnya kesehatan mental masyarakat secara global, maka setiap tanggal 10 oktober diperingati sebagai hari kesehatan jiwa. tak hanya jasmani saja, mental juga membutuhkan perhatian khusus lho. terutama bagi Anda yang sehari-harinya hidup dibawah tekanan kerja dan rutinitas segudang. Belum lagi faktor luar lainnya, seperti macet, antrian dimana-mana, suhu udara yang panas, dan lingkungan yang tak sehat. Semua itu dapat mempengaruhi keseimbangan psikologi seseorang.

Menurut data dari organisasi kesehatan dunia atau WHO, satu dari tujuh orang pekerja menderita gangguan mental. Dengan atau tanpa disadari. Semua ini tak dapat dilepaskan dengan semua hal yang saling terkait satu sama lain. seperti banyaknya tugas dan tanggung jawab kerja yang harus diselesaikan, lingkungan kerja yang kurang kondusiv hingga padatnya jalur transportasi yang setiap harinya harus dilalui. Belum lagi dengan kurang kurangnya waktu istirahat yang berkualitas, yang menambah tingkat stress seorang pekerja. Lalu, sudah sehatkan jiwa Anda?

Gejala Gangguan Jiwa Yang Seringkali Diabaikan

Banyak orang yang tak menyadari bahwa sesungguh ia sedang mengalami suatu gejala awal gangguan kesehatan jiwa. Stigma negatif yang tertanam sejauh ini, bahwa orang dengan masalah kejiwaan sama dengan orang ‘gila’ membuat banyak orang yang tak begitu memperdulikan gejala-gejala yang timbul pada dirinya. Pernahkah Anda merasa gelisah karena memikirkan suatu masalah, hingga mengalami gangguan tidur yang berlarut-larut? Nah, ini bisa jadi salah satu gejala masalah kejiwaan.

Pada tahap awal, gejala semacam ini hanya akan dianggap sepele. Yang nantinya akan hilang dengan sedirinya tanpa solusi yang pasti. Jika terjadi penumpukan, bukan tak mungkin gejala nya akan naik ke level berikutnya, yaitu stress. Stress, seringkali di iringi dengan menurunnya nafsu makan, atau sebaliknya. Dimana nafsu makan meningkat berkali-kali lipat. Pada tahap yang lebih lanjut, stress akan berubah menjadi depresi. Tanda-tanda orang depresi dapat dilihat dari perubahan emosi secara drastis. Ketika seseorang sudah mulai tak dapat mengendalikan emosinya sendiri, maka konsultasi pada ahli kejiwaan sangat diperlukan.

Hari kesehatan jiwa tak hanya peduli terhadap para pekerja yang berada dibawah tekanan, namun juga para remaja yang mulai kehilangan kehidupan sosialnya. Dibanyak kesempatan, Anda akan melihat sekelompok remaja berkumpul dalam satu meja, namun tak saling sapa. Melainkan, sibuk dengan gadget masing-masing. Di sisi lain, remaja mulai kehilangan rasa hormat dan percaya kepada orang tuanya sendiri dan lebih memilih untuk melakukan ‘curhat’ dengan media sosial. Padahal, setiap manusia membutuhkan ruang berbagi untuk sekedar berecerita dan bertukar pendapat atau yang sering dikenal dengan nama komunikasi. Dan ketika komunikasi dua arah antar anak dan orang tua mulai langka, maka angka depresi di usia remaja semakin meningkat. Terbukti dengan banyaknya remaja yang melakukan tindakan diluar nalar seperti penyalah gunaan narkoba dan alkohol, hingga bunuh diri.

Untuk itulah, membangun komunikasi sangat penting di kehidupan sosial. Selain untuk sekedar saling mengenal satu sama lain, juga untuk dapat mendeteksi adanya perubahan perilaku seseorang. Dan apabila mengarah pada gangguan mental, sebaiknya segera dilakukan perawatan intensif agar dapat segera diatasi.

penyakit gila

Beberapa gejala awal gangguan jiwa

  • Gelisah
  • Sulit tidur
  • Gangguan nafsu makan dan perilaku
  • Perubahan emosi yang tak terkendali
  • Menarik diri dari kehidupan sosial

Mengatasi Masalah Kejiwaan

Gangguan mental tak seperti gangguan kesehatan secara fisik. Seringkali, orang yang mengalami masalah pada kejiwaan, fisiknya terlihat normal bahkan sangat baik. Untuk itu, perlu adanya observasi secara serius untuk memeriksa penyakit kejiwaan.

Namun, seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan akan nampak dari perilaku yang berbeda. Seperti sering berhalusinasi, mood atau emosi yang berubah secara drastis, hingga tampak depresi. Jika sudah begitu, yang harus dilakukan adalah menghormatinya secara utuh. Hindari pernyataan maupun pertanyaan yang sekiranya akan menambah beban mentalnya. Jika bisa, beri ia kesempatan untuk berbicara. Namun, ketika seseorang sudah mulai berhalusinasi, Anda sangat tak dianjurkan untuk ikut dalam alur imajinasinya. Terkadang, seseorang mengikuti halusinasi pasien dengan masalah kejiwaan hanya untuk memberinya ketenangan, padahal itu sangat tak disarankan.

Hal yang paling dibutuhkan oleh seseorang dengan masalah kejiwaan adalan dukungan dan kasih sayang. Peran orang-orang disekitarnya sangat penting dalam memulihkan kondisi kejiwaannya. Untuk itu, jangan sungkan untuk selalu membangun komunikasi. Dan jangan memaksa ketika ia belum ingin mengatakan sesuatu.

Yang paling penting, Anda harus membuka akses selebar-lebarnya untuk para ahli kejiwaan. Dalam arti, jangan sungkan untuk melakukan pemeriksaan kepada para ahli kejiwaan. Seperti dokter spesialis penyakit jiwa, psikiater, psikolog maupun terapis.
Jangan Khawatir, Tak Ada Yang Salah Dengan Konsultasi Kejiwaan!

Pernahkan Anda menghadapi suatu masalah yang berlarut-larut? Ketika Anda merasa semua cara sudah Anda coba namun belum juga menemukan jalan keluar, sepertinya Anda butuh konsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Salah satu masalah kejiwaan yang terjadi namun seringkali diabaikan adalah stress. Ketika seseorang merasa semua masalah menumpuk dan tak kunjung terurai, lalu Anda mulai mencari pelarian ke hal-hal yang menyimpang, seperti narkoba, alkohol, atau bermain game tanpa kenal waktu, saat itulah Anda mulai menghadapi masalah kejiwaan. Mungkin Anda telah bercerita dengan orang-orang terdekat Anda, namun belum juga dapat menyelesaikan masalah, saat itulah Anda perlu berangkat ke ahli kejiwaan.

Ada banyak masalah kejiwaan yang harus diselesaikan. Seperti kecanduan akan suatu hal, seperti rokok, main game, alkohol, obat terlarang, hingga berbelanja. Dan melakukan konsultasi kejiwaan tak hanya untuk Anda yang mengalami masalah kejiwaan. Jadi, mulailah untuk menganggap serius perubahan perilaku diri Anda sendiri di hari kesehatan jiwa ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here