Pneumonia pada Lansia Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya

0
829
lansia

Orang lanjut usia termasuk yang sering terkena penyakit paru (pneumonia). Apa sebetulnya penyebab pneumonia sering menyerang lansia? Penyakit pneumonia ini disebabkan oleh infeksi bakteri/virus/jamur. Infeksi itu masuk ke dalam paru-paru sehingga menyebabkan radang paru-paru.
Pneumonia sering menyerang lansia karena sistem kekebalan tubuh yang menurun. Bagi orang yang berusia 50 tahun ke atas, kekebalan tubuhnya sudah melemah sehingga kemudian lebih rentan sakit.

Gejala Pneumonia

Beberapa gejala umum yang bisa dirasakan lansia dari kejadian ini adalah sering batuk, mudah merasakan sesak dan bahkan bisa sampai demam. Untuk daftar lengkap gejala pneumonia pada lansia itu sebagai berikut :

Batuk berdahak

Ini merupakan gejala yang paling banyak ditemui pada penderita pneumonia. Namun selain batuk berdahak, bisa juga penderita mengalami batuk kering.
Sesak nafas. Lansia sering merasa sulit untuk bernafas. Ini merupakan salah satu gejala pneumonia yang patut diwaspadai.

lansia

Tubuh gemetar karena menggigil

Saat batuk atau bernafas, terasa nyeri pada bagian dada. Ini merupakan salah satu tanda pneumonia yang patut diwaspadai.

Jantung berdetak lebih cepat

Jika detak jantung lebih kencang dari biasanya, hal ini perlu diwaspadai. Sebab bisa jadi itu merupakan salah satu gejala terjadinya pneumonia.

Mudah merasa lelah

Lansia merasa cepat letih walau tidak melakukan aktivitas apapun.
Mengalami mual dan muntah. Gejala ini bisa juga menunjukkan terjadinya pneumonia.

Nyeri pada sendi

Jika sering kali lansia merasakan persendian nyeri, mungkin itu bisa menjadi salah satu sebab terjadinya penyakit ini.

Penyebab Pneumonia

Tidak hanya karena usia lanjut, tapi ada faktor lainnya yang bisa membuat lansia lebih rentan terkena pneumonia. Di antaranya adalah karena:

Merokok

Lansia yang merokok lebih beresiko terkena penyakit pneumonia.
Sistem kekebalan tubuh lemah. Jika sebelumnya seseorang memang sudah dideteksi memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah alias mduah sakit, hal ini juga lebih rentan terkena pneumonia.

Alkohol

Alkohol juga dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya pneumonia.
Jika memiliki penyakit lain seperti asma atau diabetes juga lebih rentan bisa terkena pneumonia.

Pemeriksaan Dokter

Dokter akan mendiagnosa pneumonia ini dengan melakukan pemeriksaan ludah untuk mengetahui jenis bakteri yang menyebabkan pneumonia. Juga kadang diperlukan foto rontgent untuk bisa memberikan hasil diagnosa yang lebih akurat.

Selain itu juga diperlukan pemeriksaan darah lengkap (complete blood count / CBC) untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien.

Saat melakukan tes darah lengkap ini, yang akan diukur di antaranya jumlah sel darah putih, tipe sel darah putih, jumlah sel darah merah, indeks sel darah merah, hematocrit, hemoglobin, dan jumlah trombosit. Dengan melakukan tes darah ini bisa diketahui kondisi kesehatan pasien tersebut.

Di samping itu, dokter juga akan mengecek kadar oksigen. Jika memang dirasa perlu, maka dokter akan merekomendasikan lansia agar dirawat di rumah sakit.
Jika kondisi pneumonia parah, maka dokter atau perawat akan berusaha untuk membersihkan jalan nafas pasien agar pasien bisa lebih mudah dalam bernapas.

Pengobatan Pneumonia pada Lansia

Dokter biasanya akan memberikan antibiotik jika penyebab pneumonia ini berupa bakteri. Antibiotik ini bisa melalui obat obat atau infus. Biasanya pengobatan pneumonia dengan menggunakan antibiotik bisa sembuh dalam seminggu. Obat antibiotik yang diberikan ini juga pastikan dikonsumsi sesuai aturan pakai. Kalaupun lansia sudah merasa lebih baik setelah minum obat, tetap teruskan hingga antibiotik tersebut habis.

Jika lansia juga merasakan demam, dokter kadang juga akan memberikan obat penurun panas.

Kalau ternyata belum ada perubahan terhadap kondisi pasien, sebaiknya segera memeriksakan kembali kepada dokter.

Tips agar Cepat Sembuh Pneumonia

Berikut ini beberapa tips agar lansia bisa cepat sembuh dari pneumonia dan juga tips mencegahnya.

  1. Istirahat cukup. Lansia harus cukup beristirahat agar kondisi kesehatan bisa lekas membaik.
  2. Hindari bekerja berat. Lansia harus mencegah agar tidak sampai melakukan pekerjaan berat seperti misalnya mengngkat beban tertentu.
  3. Perbanyak minum air minum. Fungsinya adalah untuk meringankan dahak yang menyumbat pada bagian saluran nafas.
  4. Biasakan mencuci tangan. Untuk mencegah masuknya bakteri atau virus, biasakan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun.
  5. Rajin Berolahraga. Lansia melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepada pada pagi hari. yang penting rutin melakukannya maka ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan lansia.
  6. Hindari berpikir “berat”. Jangan sampai terlalu berpikir “berat” sebab dapat menyebabkan memburuknya kondisi kesehatan. Selalu coba untuk berpikir positif dan jalani hidup dengan bahagia.
  7. Vitamin C. Sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh dengan vitamin C. Anda bisa perbanyak makan makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, brokoli, dan sayuran.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa membantu untuk mencegah maupun penyakit pneumonia pada lansia. Yang terpenting adalah selalu biasakan gaya hidup sehat supaya kita tidak gampang terkena penyakit. Kemudian jika dirasa kondisi tubuh tidak seperti baisanya, jangan ragu juga untuk segera memeriksakan diri pada dokter terdekat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here