Peran Antibiotik Bagi Kesehatan Lansia

0
31
antibiotik untuk lansia

Penggunaan antibiotik sering disalah artikan untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Memang untuk beberapa kasus, obat antimikroba tersebut bisa menangani beberapa masalah kesehatan, namun hanya yang disebabkan oleh bakteri. Sementara untuk jenis penyakit yang ditularkan lewat kuman dan virus, penggunaan obat tersebut tidak memberikan kesembuhan malahan membuat beberapa bakteri semakin aktif. Karena itulah pemakaiannya tidak boleh sembarangan dan harus sesuai dengan resep dokter.

Untuk kaum lanjut usia, pemanfaatan antibiotik harus melakukan konsultasi dulu dengan dokter untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita. Jika ternyata hanya masalah kesehatan biasa yang tidak disebabkan oleh bakteri misalnya flu dan batuk, maka penggunaan obat tersebut tidak tepat. Jika memaksa mengkonsumsinya tanpa seijin dari ahli kesehatan, maka dampak buruk akan dirasakan salah satunya kerusakan pada fungsi ginjal.

Antibiotik Tidak Bisa Menyembuhkan Semua Penyakit

Banyak yang beranggapan bahwa penggunaan antibiotik dimaksudkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Tentu saja anggapan tersebut salah. Alih-alih memiliki sistem imun yang bagus, kondisi tubuh malah menjadi tidak sehat karena bahan yang terkandung didalamnya ditolak oleh tubuh. Dan organ vital yang rawan mengalami kelainan karena penggunaan antibiotik yang salah adalah ginjal.

Antibiotik bersifat sebagai antimikroba dimana cara kerjanya adalah dengan membunuh bakteri atau menghambat perkembangan serta pertumbuhannya agar masalah kesehatan segera dapat diredakan. Jadi obat ini hanya bisa menyembuhkan jenis penyakit yang disebabkan oleh serangan bakteri. Contoh penyakit yang ditularkan oleh bakteri dan sering menyerang lansia adalah diare. Jika terkena masalah kesehatan ini, salah satu solusinya adalah dengan mengkonsumsi antibiotik yang sesuai dengan resep dokter.

Jenis antibiotik pun sangat spesifik, bergantung pada jenis penyakit yang diderita oleh lansia dan juga kondisi tubuh saat itu. Penggunaannya pun harus tuntas, jangan berhenti mengkonsumsi jika sudah merasa baikan karena bisa menyebabkan bakteri berkembang kembali. Pada kaum berusia lanjut, konsumsi obat ini sering diresepkan oleh dokter mengingat kondisi kekebalan tubuh lansia yang lemah sehingga tidak bisa melawan bakteri secara alami. Sebab itulah diperlukan obat dari luar agar bisa membantu melawan bakteri penyebab penyakit berupa antibiotik.

Bahaya Antibiotik Untuk Penggunaan Jangka Panjang

Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa penggunaan antibiotik bisa memberikan dampak buruk jika tidak sesuai dengan resep dokter. Biasanya jumlah antibiotik yang diberikan kepada pasien disesuaikan dengan kondisinya dan harus dikonsumsi sampai habis. Jika berhenti konsumsi obat tersebut maka bakteri yang dilumpuhkan akan tumbuh dan berkembang lagi. Karena itu, konsumsi sesuai dengan ajuran dokter supaya tidak mengakibatkan efek samping.

Lantas bagaimana jika antibiotik tersebut dikonsumsi untuk jangka panjang?. Biasanya penyakit yang disebabkan karena serangan bakteri gampang disembuhkan dan hanya membutuhkan beberapa hari saja. Namun banyak pula pasien yang menyalahgunakan obat ini dengan mengkonsumsinya dalam jangka panjang. Pada saat kondisi tubuh merasakan kelainan misalnya menderita diare yang tak kunjung sembuh, mereka langsung meminum antibiotik tanpa resep dokter. Tentu saja ini tidak diperbolehkan karena bisa meningkatkan resistensi bakteri.

Apa itu resistensi bakteri?. Penggunaan antibiotik bertujuan untuk mengalahkan bakteri yang menyebabkan penyakit dalam tubuh. Jika penggunaan obat tersebut dilakukan terus-menerus, maka bakteri akan terbiasa dan kekebalannya terhadap antibiotik akan bertambah. Untuk membasmi bakteri yang memiliki resistensi tinggi tersebut, maka dosis antibiotik harus ditingkatka. Karena itulah penggunaan obat antibakteri harus sesuai dengan resep dokter dan konsumsi sampai habis supaya bakteri benar-benar mati dan tidak bisa berkembang lagi.

Cara Mengkonsumsi Antibiotik yang Tepat dan Benar

Antibiotik bukanlah jenis obat yang jarang dipakai, pemanfaatannya sering dianjurkan untuk memperbaiki kondisi penderita penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Namun jika lansia terkena flu dan batuk, konsumsi ini tidak diperbolehkan karena penyebabnya bukanlah bakteri melainkan virus. Konsumsi obat ini tidak boleh sembarangan, ada resep yang harus dipatuhi supaya khasiatnya lebih maksimal.

Beberapa penderita penyakit yang disebabkan oleh bakteri banyak yang mengalami kebingungan bagaimana cara konsumsi antibiotik yang benar supaya cara kerjanya lebih efektif. Berikut ini adalah cara penggunaan antibiotik yang sangat dianjurkan, diantaranya adalah:

  1. Konsultasi dengan dokter mengenai resistensi bakteri
  2. Mengetahui manfaat antibiotik untuk penyakit yang diderita
  3. Tidak menggunakan antibiotik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus atau kuman
  4. Konsumsi antibiotik sampai habis dan jangan disisakan
  5. Jangan melewatkan dosis karena bakteri bisa berkembang lagi
  6. Jangan meminum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain, misalnya untuk anggota keluarga
  7. Jika deteksi penyakit hasilnya bukan disebabkan karena bakteri, jangan konsumsi antibiotik

Setelah mengetahui apa saja fungsi dari antibiotik serta efek samping yang ditimbulkan jika tidak sesuai dengan resep dokter, kini para lansia harus berhati-hati jika ingin menggunakan obat ini. ketahui dulu penyebab dari penyakit yang diderita dan jika tidak dikarenakan oleh serangan bakteri, sebaiknya jangan konsumsi antibiotik karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan salah satunya menyebabkan kelainan pada ginjal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here