Menyusun Menu Makanan Lansia Hipertensi

0
497
makanan sehat lansia

Untuk menyusun menu makanan lansia bukan hal yang sepele. Ada banyak sekali hal yang perlu diperhatikan. Hampir serupa dengan menyusun menu makanan pendamping ASI. Hanya saja, sedikit lebih kompleks.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan menu untuk lansia. Berbicara tentang lansia, sebetulnya siapa sih yang bisa disebut sebagai golongan lansia? Jadi seseorang dapat ,masuk dalam kriteria lanjut usia atau lansia ketika telah menginjak usia 60 tahun atau lebih.

Pada usia ini, Anda akan mengalami beberapa perubahan fungsi tubuh. Seperti, fungsi panca indera yang mulai menurun. Belum lagi dengan daya ingat dan perubahan emosi yang lebih labil. Namun demikian, setiap individu memiliki prosesnya masing-masing. Dan tak dapat disamakan satu sama lain.

Kebutuhan Nutrisi Lansia

makanan sehat

Sebetulnya tak ada yang berbeda dalam menyajikan menu makanan untuk lansia. Hanya saja, beberapa kandungan nutrisi memang perlu dibatasi. Terlebih apabila disajikan untuk lansia dengan kondisi medis tertentu. Yang pertama dan paling utama adalah pemenuhan kandungan nutrisi seusai kebutuhan. Untuk lansia yang aktif tentu membutuhkan kalori yang lebih banyak. Namun, pada umumnya, setiap lansia membutuhkan asupan karbohidrat sebanyak 50-60% dari menu utamanya, ditambah dengan protein dan vitamin sebanyak 20-30%. Dan sisanya adalah kalsium dan lemak baik.

Selanjutnya, menu makanan hendaknya bervariasi. Setiap hari perlu adanya rotasi sumber nutrisi agar seluruh kebutuhan nutrisi harian tubuh terpenuhi. Selain itu, para lansia juga membutuhkan asupan makanan yang mengandung serat yang tinggi, untuk membantu kerja organ pencernaan. Serat dapat diperoleh dari sayur, buah dan karbohidrat. Belum lagi kebutuhan cairan tubuh. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, dapat diambil dari air putih sebanyak 6 gelas dalam sehari, jus, kopi, maupun teh yang dapat disajikan 1-2 gelas sehari.

Diet Untuk Penderita Hipertensi

menu sehat

Sebuah study menyatakan, ada pola diet yang baik untuk lansia dengan hipertensi. Seperti yang diketahui, hipertensi adalah suatu kondisi medis dimana tekanan darah seseorang berada pada batas atas yang seharusnya. Jika tak dikendalikan, hipertensi dapat memicu komplikasi, seperti jantung dan stroke.

DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertention adalah pengaturan menu makanan untuk seseorang yang mengalami hipertensi. Dengan melakukan diet semacam ini, maka tekanan darah dapat dikendalikan. Sehingga dapat menekan resiko terjadinya komplikasi. Pada kondisi tertentu, diet ini bahkan dapat memulihkan kondisinya sehingga masalah hipertensi dapat diatasi. Dalam DASH diet, menu yang disajikan adalah yang mengandung kalium, kalsium dan magnesium. Namun, minim kandungan natrium atau malah tidak ada sama sekali.

Tak seperti diet pada umumnya yang membatasi jadwal makan, dalam DASH diet, Anda malah akan disarankan untuk makan lebih dari 3 kali dalam sehari. Namun dengan jumlah dan jenis yang sudah ditentukan. Nah, berikut ini adalah syarat dan ketentuan yang berlaku untuk menyusun menu makanan lansia dengan DASH diet.

Karbohidrat

Kebutuhan karbohidrat harian sebanyak 6 hingga 8 porsi dalam sehari. Ini dapat diperoleh dari roti gandung, cukup selembar sekali makan. Dan dapat diulang setelah 3 hingga 4 jam. Selain itu juga dapat mengkonsumsi nasi merah, cereal atau outmeal dengan ukuran satu cangkir kecil sekali makan.

Protein

Untuk memenuhi kebutuhan protein, lansia dapat mengkonsumsi susu rendah lemak, yogurt, dan keju sebanyak 200 ml x 2 gelas/hari. Selain itu juga dapat mengkonsumsi tempe, daging merah, unggas, dan ikan.

Vitamin

Sayuran dan buah dapat memenuhi kebutuhan vitamin komplit setiap harinya. Untuk lansia, siapkan 6 porsi untuk sehari, dengat takaran 100 gram per saji.

Kalsium

Kalsium dapat diperoleh susu rendah lemak. Namun, dalam DASH diet tak menganjurkan konsumsi teh dan kopi. Karena dapat memicu kenaikan tekanan darah, meskipun hanya sementara.

Lemak

Konsumsi lemak tetap dianjurkan, namun dibatasi hanya untuk lemak baik saja. Itupun dengan jumlah yang sangat minim. Yaitu sekitar satu sendok teh per saji.
Selain beberapa kandungan nutrisi diatas, ada pula kacang-kacangan yang dapat masuk kedalam menu makanan lansia. Gunakan untuk variasi agar tak bosan. Seperti kacang almond, biji bunga matahari atau kwaci, tahu dan tempe, juga kacang mete. Namun, lansia dengan hipertensi hanya dapat mengkonsumsinya 5 kali saja dalam seminggu. Ini pun dengan jumlah yang terbatas, yakni sekitar 2 sendok makan saja untuk sekali makan.

Selain beberapa kandungan makanan tersebut, diet DASH juga mengatur tentang beberapa larangan atau pantangan lho. sebut saja teh dan kopi karena mengandung kafein. Kemudian, penggunaan garam atau natrium yang sangat dibatasi setidaknya hanya sebanyak 5 gram per hari. Ini setara dengan satu sendok teh. Namun, Anda perlu waspada, beberapa makanan seperti ikan asin, sudah mengandung garam atau natrim jadi jangan ditambah garam lagi ya. atau, untu lebih amannya, sebaiknya Anda menggunakan sumber makanan segar saja.

Selain garam, penggunaan gula juga sangat dibatasi. Setidaknya hanya boleh 5 kali dalam seminggu. Dengan batasan sebanyak 1 sendok makan sekali saji. Ini juga termasuk dengan selai, sirup dan kental manis. Untuk sumber makanan lain seperti telur, daging merah, butter, keju, susu full cream masih dapat dikonsumsi dengan jumlah terbatas.
Meskipun menyusun menu makanan lansia dengan hipertensi terlihat sedikit rumit, namun semua sebanding dengan hasil yang diberikan. Demi kesehatan, tentu tak ada salahnya dicoba. Namun demikian, tak ada salahnya sebelum menerapkan diet tertentu, Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here