Mengatasi Diare Pada Lansia Dengan 5 Langkah

0
87
diare

Diare menjadi salah satu penyakit yang acapkali datang secara tiba-tiba. Penyebabnya, tak jarang adalah hal yang sepele, seperti salah makan. Iya, beberapa makanan tertentu memang dapat memicu terjadinya diare. Umumnya, makanan dengan rasa yang tajam, seperti terlalu asam dan terlalu pedas adalah yang umum mengakibatkan munculnya diare.

Dalam kondisi ringan, diare dapat sembuh hanya dalam hitungan jam saja. Ketika racun yang terdapat didalam organ pencernaan terbuang bersama feses, maka diare pun akan berangsur membaik. Namun, ada juga diare yang tak kunjung mereda, bahkan setelah lebih dari 2 hari. Nah, gejala semacam inilah yang perlu diwaspadai ya.
Tak hanya factor makanan saja lho, diare ternyata juga dapat disebabkan oleh alergi dan kelelahan. Dua pencetus ini seringkali tak sadari oleh penderita diare. Padahal, salah satu cara jitu untuk menyembuhkan suatu penyakit adalah dengan menemukan penyebabnya, dan kemudian dapat diatasi dengan tepat.

penyakit diare

Beberapa makanan yang dapat menimbulkan alergi, seperi gluten atau yang terbuat dari tepung, susu dan produk turunannya, hingga kacang-kacangan. Lalu, bagaimana dengan factor kelelahan? Ketika tubuh sedang dilanda kelelahan, maka daya tahan tubuh pun akan menurun. Pada kondisi ini lah tubuh akan lebih rentan terserang virus, bakteri, parasite, hingga mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare.

Untuk mencegahnya, hal yang utama adalah dengan menjaga kebersihan tangan, peralatan makan dan makanan. Mencuci tangan menjadi salah satu aktifitas penting yang seringkali tak dianggap penting. Padahal, tangan bisa menjadi sumber penyakit lho. Biasakanlah untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah melakukan aktifitas di toilet seperti buang air kecil dan buang air besar, dan setelah menyentuh fasilitas umum.
Jika diare sudah menyerang, jangan terburu-buru untuk minum obat yang dapat menghentikan diare dalam satu waktu. karena, bagaimanapun juga, ada racum dalam tubuh yang harus di keluarkan bersama dengan kotoran. Sebaliknya, beberapa langkah berikut ini dapat dilakukan untuk mengatasi dan meringankan diare.

Parutan Bawang Merah Untuk Menghangatkan Perut

bawang merah

Bukan rahasia lagi, bahwa bawang merah termasuk ke dalam salah satu tanaman bumbu yang juga dapat dimanfaatkan sebagai obat. Sejak jaman nenek moyang dahulu, bawang merah seringkali digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Ternyata hal ini bukan tanpa alasan. Bawang merang memiliki kandungan yang dahsyat, berupa antibiotic, yang konon lebih kuat dibandingkan dengan penicilyn.

Untuk menyembuhkan diare, Anda dapat merebus bawang merah dan meminumnya dengan campuran madu. Cara lainnya adalah, dengan mengoleskan parutan bawang merah yang telah dicampur dengan minyak ke seluruh bagian perut, dada, punggung, telapak tangan dan telapak kaki. Ini sangat mapuh untuk menghangatkan tubuh. Tak hanyauntuk mengatasi diare saja, tapi juga flu, batuk dan masuk angin.

Mengkonsumsi Cairan Yang Mengandung Sodium

Saat diare, akan sangat banyak cairan tubuh yang terbuang. Baik melalui kotoran, juga keringat. Nah, cairan ini harus segera diganti dengan asupan yang berkualitas. Agar tubuh tetap kuat dan tidak lemas. Beberapa asupan berupa cairan bisa diperoleh dari minuman yang mengandung ion, oralit, dan kuah sup. Sup dapat dibuat dari kaldu ayam, yang dicampur dengan sayuran.

Asupan Makanan Kaya Serat Untuk Memadatkan Feses

Serat juga sangat penting untuk mengatasi diare. Kandungan serat pada makanan tertentu mampu menyerap cairan yang terdapat pada feses. Meskipun demikian, tak semua makanan yang mengandung serat baik untuk menyembuhkan diare lho. Pilihlah, makanan yang mengandung serat dengan komposisi sedang, seperti pisang, nasi, kentang, dan apel.

Hal lain yang musti diperhatikan adalah cara penyajiannya. Karena, ketika seseorang sedang terkena diare, maka organ pencernaannya sedang terganggu. Untuk itu, menyajikan makanan dalam bentuk lunak tentu lebih baik, dari pada menyajikan makanan padat, seperti buah segar dan sayuran mentah. Jadi, untuk buah, seperti pisang, masih dapat dinikmati begitu saja karena teksturnya yang masih dapat ditoleransi. Sedangkan apel, dapat diolah menjadi jus ataupun saus kental (puree). Begitu juga dengan kentang dan nasi, yang akan lebih baik jika diolah menjadi bubur.

Menghindari Minuman Yang Mengandung Kafein dan Susu

Taukah Anda bahwa kandungan kafein, yang terdapat pada kopi dan the dapat berfungsi sebagai obat pencahar? Jadi, mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein dapat merangsang usus untuk berkontraksi lebih tinggi. Selain itu, kafein juga memiliki sifat diuretic. Yakni, dapat membuat tubuh memproduksi cairan lebih banyak. Oleh sebab itu, bagi penderita diare, sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi aneka jenis minuman yang mengandung kafein.

Susu memiliki efek masing-masing bagi setiap individu. Bagi yang mampu mentoleransi kandungan laktosa dengan baik, mungkin mengkonsumsi bukan menjadi masalah. Namun, pada saat sedang diare, minum susu sebaiknya dihindari. Selain mencegah kenungkinan adanya intoleransi laktosa, minum susu juga nyatanya dapat membuat perut terasa kembuh dan tak nyaman. Tak heran, jika ada beberapa orang akan merasakan mual setelah minum susu.

Jangan Sampai Dehidrasi

Salah satu bahaya diare adalah dehidrasi. Jadi, ketika terkena diare, maka pastikan Anda tidak sedang dehidrasi. Ciri-ciri dehidrasi adalah,jumlah produksi urin yang sedikit, tubuh terasa lemas, mata terlihat cekung, hingga pandangan yang tak focus. Untuk mencegah dehidrasi saat diare, diharuskan untuk banyak mengkonsumsi air putih. Cairan juga dapat diperoleh dari kuah sayur, sup, jus buah tanpa gula, dan air kelapa muda.

Diare masih bisa ditoleransi sampai hari ke tiga. Namun, jika lebih dari 3 hari diare tak kunjung sembuh, ada tanda-tanda dehidrasi, ada darah yang keluar bersama dengan feses dan berat badan yang menurun secara signifikan, maka segera konsultasikan dengan dokter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here