DR. Abidin

Memaknai Tema 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia Saatnya Pemahaman Kuat Dan Tanggungjawab Bersama

351

SEJAHTERA

Memajukan kesejahteraan umum merupakan salah satu dari 4 (empat) Tujuan Nasional yang tertera dalam Pembukaan UUD’45. Oleh karena itu, kata sejahtera jangan berhenti pada narasi tetapi merupakan bukti bahwa penyelenggaraan Pemerintahan benar benar berorientasi pada pemenuhan semua aspek kebutuhan dasar bangsa manusia Indonesia.  Beberapa aspek Sejahtera itu, antara lain (1).kesejahteraan ekonomi, yaitu rakyat memiliki akses ke sumber daya ekonomi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dan pekerjaan. (2). Dengan kesejahteraan ekonomi, rakyat Indonesia memperoleh kebahagiaan dan keadilan untuk meraih cita-cita masa depannya.

INDONESIA

Indonesia bagi bangsa ini, sangat penting. Negeri Kepulauan digaris katulistiwa Dimana 2/3 wilayahnya adalah lautan dan 1/3 nya daratan yang terdiri dari 17.380 pulau besar dan kecil (data BIG, 2024), dengan ratusan suku/bangsa, berpenduduk 181,68 juta (data BPS 2024), atau keempat terbanyak didunia. Tempat dimana rakyat dan Pemerintah dengan kemerdekaan dan kedaulatannya berkuasa menentukan arah dan cara mewujudkan tujuan bangsa, sekaligus membentuk identitas dan karakter bangsa. Indonesia bagi warga bangsa memiliki makna sebagai identitas bangsa yang dibangun dari sejarah, budaya dan berbagai local wisdom. Hidup dalam keanekaragaman budaya. Sebagai identitas, maka Indonesia adalah  tanah air, komitmen dan kebanggaan. Indonesia juga simbol persatuan dan kesatuan, ditempat mana kesejahteraan diwujudkan.

MAJU

Maju bagi Indonesia dapat diartikan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan daya saing nasional, dan menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing global. Maju dibidang ekonomi, maju literasi dan digital serta sosial. Maju dibidang politik, demokrasi dan hukum. Maju bagi Indonesia sangat penting dalam menentukan arah dan tujuan pembangunan nasional. Kata MAJU diakhir tema HUT 80 Proklamasi Kemerdekaan RI seharusnya dimaknai dengan wujud yang sedang mengalami pematangan dalam 20 tahun kedepan, yaitu meraih era Indonesia

Emas, yang secara pasti terlihat berupa : – Peningkatan pendapatan per kapita yang berkeadilan – Peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) – Peningkatan kualitas Kesehatan, Pendidikan dan Sosial – Peningkatan kualitas infrastruktur dan teknologi yang merata – Peningkatan kualitas pemerintahan dan penegakan hukum

WHAT NEXT

Indonesia tidak sedang membangun didunia hening, tetapi mulai dari perencanaan, penetapan prioritas, penganggaran hingga implementasi yang berada dalam pusaran banyak godaan dan kepentingan. Hal itu adalah biasa sebagai tantangan. Tetapi pada sebahagian tempat tampaknya “main mata” banyak ditemukan sehingga Kolusi, Korupsi dan Nepotisme tak jarang terjadi.  Sayangnya lagi, “terdengar” mata hukum lemah menemukan dan hukuman tidak menimbulkan penjeraan.  Bung Karno, bapak Proklamator, Presiden RI yang pertama,  sudah mengingatkan sejak dini bahwa, “lebih mudah merebut Kemerdekaan dari pada mempertahankan kemerdekaan”. Sementara itu Bung Hatta, yang juga bapak Proklamator, Wakil Presiden yang pertama, mengingatkan kepada komitmen Nasional yang tertera pada Pasal 33 UUD 1945 yang berisi 3 ayat yang menyatakan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan kekeluargaan. Ayat kedua menegaskan cabangcabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara, dan ayat ketiga menyatakan bahwa tanah, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Menunggu sampai tahun 1959 tidak ada arah keberpihakan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat, membuat Bung Hatta mengambil sikap keluar dari Pemerintahan, mundur sebagai Wakil Presiden RI.

Tema HUT ke-80 ini sudah cukup dan final untuk melakukan reorientasi, revitalisasi dan percepatan Pembangunan Nasional berbasis konstitusi yang sekaligus menjawab tantangan zaman dan mencerdaskan kehidupan Bangsa. Sejumlah agenda perlu dilakukan mengawal Visi Asta Cita Pemerintahan era 2024-2029, yang sedang berjalan ditahun pertama, yaitu :

(1).Dokumen Rencana Pembangunan Nasional dilembagakan sebagai “Garis-Garis Besar Pembangunan Nasional 2024-2045”. Dan diturunkan kedalam GBPN Jangka Menengah 2024-2029.

(2).Pemetaan Kesejahteraan Nasional untuk memastikan setiap Keluarga Indonesia telah memiliki Rumah, Jaminan Kesehatan, Jaminan Pendidikan dan Kesempatan Lapangan Kerja.

(3).Penyederhanaan dan penguatan Partai Politik dengan peran check and balancies yang efektif dan terbuka. Serta penguatan peran Masyarakat dan Organisasi Kemasyarakatan dalam Pembangunan Nasional, Pengawasan dan Penguatan Hukum.

(4).Nasionalisasi kekayaan dan sumberdaya alam serta hilirisasi menuju penguatan Identitas Nasional sekaligus menurunkan ketergantungan pada berbagai macam bentuk import.

(5).Mengawal Generasi Indonesia sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terhindar dari Stunting, Kebodohan, Ketergantungan Bahan Adiktif, Penyakit Tidak Menular, dan Lanjut Usia tanpa Perhatian. Sejalan dengan pernyataan Menteri Sekretaris Negara RI, bahwa peringatan HUT ke-80 RI menjadi momentum untuk menatap masa depan Indonesia dengan penuh harapan, serta memperkuat komitmen untuk membangun bangsa secara bersama-sama melalui semangat gotong royong dan kreativitas anak bangsa.

Jakarta, 18 Agustus 2025

*) Dr.H.Abidinsyah Siregar,DHSM,MKes

Purnabhakti Kemenkes/BKKBN/LAN I DPP IKAL-Lemhannas I Penasehat PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) I Ketua Umum BPP Observasi Kesehatan Indonesia (OBKESINDO)/ Indonesia Health Observer (IHO) I Sekretaris Jenderal PP IPHI I Ketua Umum PP PDHMI I Dewan Etik MN Kahmi I Penasehat Perkumpulan Komunitas Sehat Indonesia (KOSEINDO) I Pengasuh Mediasosial GOLansia.com dan Kanal-kesehatan.com I Pembicara Tetap RadioTalks dan Youtube Sehatselaras SmartFM I Kord.Komunitas Menua Bermartabat (Ageing with Dignity).

DR. Abidin

Golansia.com – Alhamdulillah bertemu bunda Dr.Nafsiah Mboi, Sp…

Exit mobile version