BerandaDR. AbidinKesehatanTips Lansia

“Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”: Pesan Dr. Abidin untuk Hari Lansia Nasional

453

Golansia.com — Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat, tetapi mayoritas belum mencapai kualitas hidup yang sehat. Dari sekitar 30 juta lansia, hanya 4 persen yang benar-benar sehat tanpa obat, 13 persen masih aktif, sedangkan 83 persen sudah masuk kategori prarenta atau renta. Penelitian juga menunjukkan proses penuaan di Indonesia sudah dimulai sejak usia 40 tahun—bertolak belakang dengan pandangan populer “life begins at 40”.

Menurut Dr. Abidin Siregar, lansia bermartabat bukan sekadar penerima bantuan, tetapi juga pemberi nilai dan teladan. “Mereka kaya pengalaman dan kebijaksanaan. Bermartabat berarti punya harga diri, mampu merawat diri, tetap berdaya, dan bisa berkontribusi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa mempersiapkan masa tua harus dimulai sejak muda. “Kita yang menentukan apakah di usia lanjut masih sehat atau tidak,” katanya.

Program ini disiarkan melalui Sehat Selaras, salah satu program Smart FM yang bertepatan dengan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 29 Mei 2025. Smart FM memanfaatkan momentum ini untuk mengajak pendengar memahami peran penting generasi lanjut usia (lansia) dalam sejarah dan masa depan bangsa.

Dr. Abidin juga mengingatkan kembali akar sejarah Hari Lansia Nasional yang berawal dari Sidang BPUPK yang dipimpin Dr. KRT Rajiman Wijodiningrat. Pada usia 66 tahun, Rajiman memimpin tokoh muda seperti Soekarno dan Hatta merumuskan dasar negara. “Tanpa kontribusi orang tua bijaksana seperti beliau, mungkin kita belum merdeka,” tuturnya.

Berikut enam langkah yang disarankan Dr. Abidin agar setiap orang bisa mempersiapkan masa tua yang sehat dan bermartabat sejak dini:

1. Menjaga pola makan sehat dan seimbang
Konsumsi makanan bernutrisi dengan porsi tepat—lebih banyak sayur, buah, biji-bijian, serta protein sehat seperti ikan, tempe, atau kacang-kacangan—dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan osteoporosis. Mengurangi gula, garam, dan lemak jenuh penting untuk menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol.

2. Menghindari kebiasaan buruk
Merokok, minum alkohol, begadang, dan makan berlebihan mempercepat proses penuaan sel serta memicu penyakit degeneratif. Mengurangi perlahan atau berhenti total sejak muda memberi tubuh kesempatan memperbaiki diri.

3. Berolahraga ringan secara rutin
Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, bersepeda santai, atau senam lansia menjaga kekuatan otot, kelenturan sendi, dan keseimbangan tubuh. Olahraga juga memicu hormon endorfin yang membuat pikiran lebih tenang.

4. Menjaga hubungan sosial yang positif
Rasa kesepian pada lansia terbukti berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif dan peningkatan risiko penyakit jantung. Terlibat dalam kegiatan keluarga atau komunitas mengurangi rasa kesepian dan menjaga kesehatan mental.

5. Tidur cukup dan kelola stres
Kurang tidur kronis dan stres berlebihan mempercepat penuaan sel serta menurunkan sistem imun. Kebiasaan tidur teratur, suasana kamar nyaman, dan latihan relaksasi membantu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

6. Mengajarkan pola hidup sehat sejak dini
Anak-anak yang melihat orang tuanya makan sehat, berolahraga, dan disiplin menjaga kesehatan akan meniru perilaku tersebut. Ini bukan hanya investasi untuk masa depan anak, tetapi juga membangun budaya peduli lansia sejak dini.

Dr. Abidin menutup dengan ajakan kepada generasi muda untuk lebih peduli pada orang tua dan lansia di sekitarnya. “Jangan biarkan lansia sendiri. Dorong mereka tetap aktif dan dihargai. Dengan begitu kita bukan hanya merawat mereka, tapi juga melatih diri menjadi lansia yang berkualitas,” ujarnya.

Pembaca bisa menyimak videonya langsung di sini

Exit mobile version