Ketahui Jenis Gangguan kesehatan Jiwa yang Umum Terjadi pada Lansia

0
489
lansia

Proses penuaan adalah gejala alami yang pasti dirasakan oleh semua orang. Tidak hanya terjadi perubahan pada fisik saja, kondisi psikologis dan sosial juga akan mengalami penurunan. Meski merupakan keadaan yang wajar, namun ada beberapa kasus perubahan tersebut dapat memicu masalah kesehatan terutama yang berkaitan dengan mental.

Beberapa lansia yang sudah berumur lebih dari 65 tahun keatas, ada yang memilii fisik yang masih terjaga dengan bugar. Namun itu tidak menjadi jaminan kesehatan mentalnya tidak bermasalah. Banyak faktor yang menyebabkan gangguan jiwa, salah satunya adalah pengaruh keluarga dan menurunnya kondisi fisik sehingga mengalami keterbatasan dalam berinteraksi. Bisa dikatakan, kaum lansia yang tidak bisa bergerak aktif adalah bayi tua yang sebagian besar hidupnya sangat bergantung pada orang lain.

Gejala yang ditunjukkan oleh lansia yang mengalami gangguan jiwa diantaranya adalah penurunan daya ingat, berkurangnya gairah hidup, dan suasana serta perasaan yang mulai berkurang karena kondisi fisik yang semakin memburuk. Penyakit jiwa ini memang tidak menyebabkan kematian, namun jika tidak segera ditangani dengan benar bisa mengakibatkan kondisi penderita semakin buruk.

Gangguan jiwa yang sering dialami oleh lansia sebagian besar disebabkan karena terkena sindrom burung kosong yaitu perasaan kesepian setelah ditinggal anak dan keluarga yang selalu mendampingi. Beberapa lansia ada yang menampakkan perubahan emosional setelah suami atau istrinya meninggal dunia. Jika suasana tersebut tetap terpelihara, dapat menyebabkan gangguan pada psikologisnya.

Jenis Gangguan Kesehatan Jiwa Pada Lansia

gangguan jiwa pada lansia

Jika sudah mencapai fase lansia, maka kehidupan yang dihadapi seseorang akan berubah. Jika dulu bisa aktif bergerak, namun karena keterbatasan kekuatan fisik, kemampuan tersebut akan berkurang. Selain itu interaksi sosial juga berkurang karena keluarga atau teman sebaya banyak yang meninggalkan. Perasaan kesepian dan merasa selalu bergantung pada orang lain, sejatinya bisa diatasi dengan konsumsi makanan bergizi, rajin berolahraga, mendekatkan diri dengan tuhan, serta selalu berpikir positif.

Karena faktor usia, banyak gangguan kesehatan yang menyerang kaum lansia, diantaranya adalah:

1. Demensia

Kelainan yang satu ini sering diidentifikasi dengan sifat pikun. Sebenarnya bukan hanya penurunan mengingat saja, tetapi juga penurunan kemampuan kognitif terutama yang berkaitan dengan pengambilan keputusan. Demensia lebih sering dialami oleh lansia dengan jenis kelamin perempuan. Selain disebabkan karena faktor usia yang terus bertambah, gangguan jiwa ini terjadi karena memiliki riwayat keluarga yang juga mengidap kelainan yang serupa. Tanda-tanda yang ditunjukkan selain kemunduran daya ingat, penderita juga sering berhalusinasi dan sulit tidur.

2. Depresif

Lansia yang mengidap kelainan ini umumnya akan kehilangan kemampuan konsentrasi sehingga sangat sulit diajak berkomunikasi. Selain itu kondisi fisiknya juga menurun secara perlahan serta mengalami gangguan tidur. Kelainan jiwa ini bisa berdampak buruk pada kesehatan karena pada umumnya terjadi penurunan nafsu makan sehingga berat badan akan menurun drastis. Peran keluarga sangat penting dalam mengobati masalah kesehatan jiwa ini. Depresif dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk rasa kesepian karena ditinggal oleh keluarga serta perubahan fisik yang membuatnya kehilangan kemampuan beraktivitas.

3. Bipolar

Kasus lansia yang mengalami gangguan jiwa jenis ini sangat jarang terjadi. Bipolar dapat terjadi saat penderita menginjak usia 40 tahun. Sementara bagi lansia yang berusia diatas 65 tahun, ada yang menderita gangguan ini dan disebabkan oleh penyakit dimensia. Kondisi emosi yang tidak bisa terkontrol kadang membuat penderitanya bersikap agresif dan beberapa ada juga yang melakukan kekerasan. Selain itu penyebab lainnya berasal dari efek samping penggunaan obat-obatan. Gangguan jiwa bipolar tidak bisa disembuhkan karena memang tidak tergolong penyakit. Untuk menanganinya harus konsultasi dengan psikiater. Lansia yang kondisi fisiknya lemah akan mudah terserang penyakit jika kondisi mentalnya juga mengalami gangguan.

4. Kecemasan

Gangguan kecemasan bisa berupa reaksi panik, fobia, rasa takut pasca trauma, ketakutan, dan lain sebagainya. Kecemasan sering muncul pada kaum remaja, namun beberapa kasus lansia yang berusia lebih dari 60 tahun juga banyak yang mengalami masalah kesehatan jiwa ini. Jika berhubungan dengan psikis, maka gejalanya tidak terlihat dengan jelas. Terlebih jika kondisi fisik lansia yang cukup lemah, keluarga pun tidak akan menyadari. Jika dideteksi mengalami gangguan kecemasan, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke psikiater agar mendapatkan penanganan yang tepat. Pemberian obat-obatan disesuaikan dengan kondisi pasien. Gangguan jiwa pada lansia juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan salah satunya adalah hilangnya nafsu makan dan tidak bisa tidur dengan nyenyak sehingga kondisi tubuh tidak bisa rileks.

Kualitas hidup lansia bisa ditingkatkan dengan konsumsi makanan yang kaya akan gizi serta melakukan olahraga ringan secara teratur. Hal ini bertujuan untuk menjaga produktivitasnnya serta kondisi mental agar selalu berpikiran positif. Lansia yang masih aktif dalam bersosialisasi tidak akan mudah terkena gangguan jiwa seperti depresi, kecemasan, dan demensia level kronis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here