Kenali Gejala Kanker Ovarium Sedini Mungkin

0
194
kanker ovarium

Kanker ovarium bisa dikatakan seperti musuh dalam selimut. Mengapa demikian? Banyak wanita yang tak dapat mendeteksi gejala awal kanker ovarium. Gejala awal pada penyakit ini, lebih menyerupai gangguan pencernaan atau juga gejala pra menstruasi. Tak seperti gejala penyakit pada rahim pada umumnya, kanker ovarium biasanya menimbulkan rasa begah, perut kembung, mual, merasa cepat kenyang seperti sakit asam lambung. Namun, juga disertai dengan siklus menstruasi yang tak teratur , ada pula yang mengalami pendarahan hebat selama lebih dari dua minggu.

Ovarium merupakan bagian dari rahim yang berfungsi untuk melepaskan ovum atau sel telur. Berukuran sebesar kacang almon, setiap wanita memiliki dua buah ovarium yang melepaskan sel telur secara bergantian secara rutin. Selama sel telur tidak dibuahi, maka lama kelaam sel tersebut akan mengering dan meluruh. Lalu, keluar melalui vagina, atau yang biasa dikenal dengan menstruasi.

Fungsi Ovarium

Selain memegang peranan dalam proses ovulasi, ovarium juga memiliki tugas untuk melepaskan hormon pada wanita. Beberapa hormon yang ada dalam wewenang ovarium :
Hormon Estrogen

Pada wanita, hormon strogen memiliki peranan penting dalam sistem reproduksi. Menginjak awal masa pubertas, estrogen ikut andil dalam perkembangan struktur payudara, pubic (rambut kemaluan) dan bulu ketiak. Dan saat wanita sedang hamil, hormon estrogen bekerja lagi dalam kelenjar susu untuk mempersiapkan produksi ASI. Selain itu, estrogen juga bekerja dalam placenta untuk menjaga asupan nutrisi ke bayi. Dan, memastikan bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik hingga matang.
Jumlah estrogen semakin bertambah saat wanita ada pada usia subur dan matang. Dan mengalami hai-turun menjelang masa menopause hingga menopause. Tak heran, pada masa transisi ini, wanita memiliki emosi yang tak stabil.

Hormon Progesteron

Bersama hormon estrogen, hormon progesteron bekerja untuk mengatur siklus menstruasi pada wanita. Selain itu, progesteron juga memiliki tugas dalam mempersiapkan rahim dalam menghadapi masa kehamilan sampai dengan persalinan hingga menyusui. Selain itu hormon iini juga membatasi jumlah sel telur agar tak terjadi kehamilan ganda.
Kurangnya hormon progesteron pada wanita dapat menyebabkan wanita sulit hamil, mengalami kenaikan berat badan yang tak normal atau obesitas, sering keguguran dan meningkatnya libido.

Hormon Relaksin

Hormon relaksin berperan penting pada wanita saat menghadapi persalinan. Tugasnya adalah untuk melunakkan rahim dan membuka tulang pinggul.
Pencegahan kanker Ovarium

Tubuh terdiri dari milyaran sel yang memiliki tugas penting dalam menjaga peran utamanya. Misal, sel otak berfungsi untuk membuat otak bekerja, sel otot untuk menggerakkan otot, sel kulit untuk meregenerasi kulit dan memproduksi pigmen dan lain sebagainya. Setiap hari, ada jutaan sel yang rusak dan mati. Terutama saat Anda sedang sakit atau sekedar merasa tak sehat, saat itulah ada sel-sel yang rusak dan mati.

Namun tubuh memeliki respon positif untuk melakukan regenerasi secara spontan dan alami. Sayangnya, saat sel beregenerasi, ada sel-sel abnornal yang tumbuh atau berkembang tak sesuai dengan tugasnya. Kasus ini hanya terjadi pada sebagian orang. Sel-sel abnormal yang tumbuh dan menyebar inilah yang biasa disebut dengan kanker.

Kanker ovarium berkembang dalam sistem reproduksi wanita, tepatnya pada ovarium. Biasanya, diawali dengan gejala munculnya daging tumbuh atau tumor (jinak maupun ganas). Pencetus utamanya hingga kin belum dapat dipastikan. Namun, apabila Anda memiliki riwayat keluarga dengan kanker rahim, ovarium, payudara atau kanker pada organ reproduksi lainnya, sebaiknya Anda melakukan tes smear.

Ovarium letaknya ada didalam pelviks. Sehingga tak semudah memeriksa servik atau rahim. Wanita yang pernah menjalani terapi hormon pun memiliki peluang terkena kanker ovarium. Lalu, obesitas dan siklus menstruasi yang tak jelas, juga dapat menjadi gejala utama kanker ovarium.

Mencegah kanker ovarium dapat dilakukan dengan menjaga pola makan dan pola hidup sehat.

  1. Makanan dengan kandungan protein tinggi. Untuk makanan, Anda dapat mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan protein tinggi dan lemak esensial omega 3. Seperti kacang-kacangan (almon, susu kedelai dan edamame) dan ikan salmon. Omega 3 mampu mebantu proses regenerasi sel-sel tubuh yang rusak. Dan juga, dapat membantu memperlancar sirkulasi darah. Selain itu, buah dengan warna terang seperti apel, anggur, tomat strowberry sangat kaya anti oksidan yang sangat baik untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker. Sedangkan pada sayuran, Anda dapat memilih sayuran hijau seperti bayam, brokoli, selederi dan masih banyak lagi. Fungsinya, untuk mengatur keseimbangan hormon dalam tubuh.
  2. Lakukan olahraga secara teratur. Terutama bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih. Kelebihan berat badan dapat menghambat kerja hormon reproduksi. Sehingga siklus menstruasi menjadi tak lancar. Selain olah raga rutin, Anda juga harus mulai untuk membatasi konsumsi karbohidrat dan glukosa.
  3. Kanker ovarium dapat dicegah dengan menghindari stress. Stress adalah salah satu pemicu utama masalah pada hormon. Selain itu, stress juga dapat mengakibatkan gangguan tidur. Padahal, tubuh membutuhkan waktu untu beristirahat (tidur) untuk melakukan ‘recharge’ energy dan metabolisme.

Waspadalah! Beberapa Hal Berikut Ini Dapat Menyebabkan Kanker Ovarium
Kanker pada indung telur atau ovarium umumnya terjadi pada wanita diatas usia 40 tahun atau menopause. Meskipun demikian, tak menutup kemungkinan kanker ini juga dapat menyerang wanita disegala usia.

Beberapa hal yang memperbesar peluang kanker pada ovarium adalah melahirkan di usia lanjut. Wanita yang melahirkan di usia lebih dari 35 tahun memiliki peluang yang lebih besar untuk mengidap kanker ovarium. Selain itu, kanker ovarium juga dapat menyerang wanita yang tak pernah hamil sekalipun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here