Jangan Diabaikan, Nyeri Saat Buang Air Kecil Dapat Menjadi Gejala Awal Kanker Prostat

0
36
prostat

Banyak kaum pria belum sadar betul akan bahaya gangguan kesehatan pada prostat. Sebagai salah satu bagian dari kelenjar eksokrin pada pria, Prostat memegang peranan penting. Yakni untuk menampung dan mengeluarkan cairan semen, yang jumlahnya lebih dari setengah dari jumlah keseluruhan air mani.

Secara umum, kelenjar prostat memang akan mengalami pembesaran, ketika pria telah menginjak usia lanjut, kurang lebih 50 tahun. Namun, kini ada banyak kasus dimana pria dengan usia yang lebih muda, mengalami gangguan pada kelenjar prostat. Hal ini dipicu dari banyak hal. Selain karena adanya penyumbatan saluran pada area kandung kemih, kebiasaan menahan buang air kecil, kurangnya atau terlalu sering ejakulasi, sampai dengan buruknya pola hidup sehari-hari.

Kenali Gangguan Pada Prostat Sedini Mungkin

Sebagian besar gejala yang mengawali gangguan pada prostat hampir menyerupai masalah kesehatan lain. Seperti, gangguan gindal dan pencernaan. Hal ini, tentu saja berkaitan dengan anatomi prostat, yang letaknya memang diantara saluran kandung kemih dan rectum. Sehingga, ketika salah satu diantaranya mengalami masalah, maka akan mempengaruhi fungsi lainnya.

Jika Anda mengalami masalah dalam berkemih atau buang air kecil, sebaiknya Anda perlu waspada. Salah satunya adalah timbulnya rasa sakit atau nyeri saat buang air kecil. Selain itu, gejala lain yang seringkali mengikuti gangguan pada kelenjar prostat adalah rasa tak nyaman, meskipun Anda telah usai buang air kecil. Kantong kemih masih saja terasa penuh, buang air kecil serasa tak tuntas, hingga sensasi panas disekitar saluran kencing. Nah, hal ini seringkali dikaitkan dengan infeksi saluran kencing. Karena gejalanya memang identic.

Tanda-tanda tersebut dapat masuk kepada tahap awal gejala gangguan kesehatan prostat. Namun, pada tahap yang lebih lanjut, gangguan prostat dapat mengakibatkan lemahnya organ vital pada pria. Sehingga, pria akan lebih sulit untuk ejakulasi, mengendalikan ejakulasi, maupun merasakan ejakulasi. Bahkan, adanya darah yang keluar bersama dengan sperma maupun urin, juga dapat menjadi gejala gangguan prostat pada pria.

Selain itu, tanda lain yang mengawali gangguan pada prostat juga dapat ditunjukkan dengan masalah buang air besar. Kelenjar prostat yang terletak di dekat area rectum, sehingga fungsinya saling beriringan satu sama lain. Ketika kelenjar protat terganggu, maka dapat mempengaruhi proses buang air besar. Sebaliknya, jika Anda mengalami sulit buang air besar, maka tumpukan ‘kotoran’ yang tak kunjung terbuang tersebut, akan mendesak kelenjar prostat. Sehingga mengakibatkan penyumbatan.

Ketika gangguan kelenjar prostat telah memasuki tahapan yang lebih parah, maka gejalanya pun akan lebih kompleks. seperti rasa nyeri pada pinggang dan panggul, penurunan berat badan secara drastic yang juga dipengaruhi oleh menurunnya nafsu makan, anemia dan kelelahan sehingga mempengaruhi tekanan darah dan jumlah hemoglobin dalam darah, hingga melemahnya otot pada bagian kaki.

Setidaknya, ada dua penyakit yang berhubungan erat dengan gangguan kelenjar prostat. Yaitu kanker prostat dan BPH atau Benign Prostatic Hyperplasia. Jika kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker ganas, namun BPH atau yang seringkali juga disebut dengan pembengkakan prostat merupakan jenis penyakit tumor jinak. Jadi, jika kanker prostat gejalanya dapat menyebar ke organ tubuh lainnya, khususnya yang berada disekitar prostat dan yang memiliki kaitan fungsi dengan kelenjar prostat, maka BPH merupakan jenis tumor jinak yang hanya menyerang satu wilayah saja.

Pada dasarnya, kelenjar prostat memang masih akan terus berkembang. Jadi, tak heran, jika ketika pria menginjak usia 50 tahun, maka akan mengalami pembengkakan. Namun, yang membedakan adalah adanya pertumbuhan sel abnormal didalamnya atau tidak. Sel-sel abnormal yang tumbuh secara massive dan menyebar itulah yang menjadi cikal bakan sel-sel kanker pada prostat. Sedangkan sel-sel abnormal yang tumbuh secara jinak dan tidak menyebar akan menyebabpak BPH atau Benign Prostatic hyperplasia (pembengkakan prostat).

Kanker Prostat, Sebagai Pembunuh Pria Ketiga Di Dunia

Sebetulnya, kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang pertumbuhannya lambat. Atau, setidaknya membutuhkan jangka waktu yang panjang. Hanya saja, ada banyak pria yang mengabaikan gejala awalnya, sehingga kanker akan terdiagnosa setelah masuk ke dalam fase akhir atau parah. Hal inilah yang membuat pengobatan kanker prostat menjadi kurang optimal. Padahal, jika diketahui lebih awal, maka pengobatan pun memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil.

Dikatakan, ada 1 dari 7 pria di dunia yang memiliki kemungkinan terdiagnosa kanker prostat. Bahkan, di Indonesia sendiri, kanker prostat ada pada tangga ketiga sebagai penyebab kematian pada pria yang disebabkan oleh kanker, setelah kanker paru-paru dan kanker kolorektal. Jika sudah begitu, tentu sudah waktunya mencegahnya, bukan?
Salah satu hal yang konon cukup jitu dalam mencegah kanker prostat adalah dengan menjaga pola makan. Menghindari makan-makanan berlemak dan lebih memilih untuk menikmati lebih banyak buah dan sayur, dapat membuat Anda lebih sehat. Sebagai asupan protein, ikan dan kacang-kacangan dapat dipilih sebagai alternative pengganti daging.

Mengurangi makanan berminyak, minuman beralkohol, tidak merokok, dan pandai mengelola stress, juga dapat meminimalisir pertumbuhan sel kanker.

Kanker bukan jenis penyakit yang dapat berkembang dalam waktu singkat. Sebelum menjalar, sel abnormal yang tumbuh didalam tubuh inib tentu akan menunjukkan gejala-gejala tertentu. Seringkali, gejala pada kanker tak disadari sejak awal, karena kurang spesifik. Namun, ketika Anda mengalami hal yang tak biasa pada tubuh Anda, jangan segan untuk segera memeriksakan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here