Inilah Penyebab Wanita Lanjut Usia Lebih Mudah Terkena Osteoporosis

0
66
osteoporosis

Osteoporosis merupakan kondisi tulang keropos yang umum dialami usia lanjut. Namun tahukah Anda jika osteoporosis lebih banyak dialami wanita dibanding pria? Lalu apa yang menyebabkan mereka lebih mudah terkena?
Penderita osteoporosis memang lebih didominasi wanita. Bahkan WHO menyebutkan sekitar 200 juta orang menderita osteoporosis, 32,3% didalamnya adalah wanita dan 28,8% adalah pria diusia 50 tahun keatas. Hal ini menunjukkan bahwa wanita memang lebih rentan mengalami osteoporosis di masa tuanya.

Mengenal Osteoporosis Pada Wanita

lansia

Osteoporosis pada wanita umumnya terbagi menjadi 3 jenis sebagai berikut:

1. Penyakit Osteoporosis Sekunder

Jenis osteoporosis sekunder diakibatkan karena adanya gangguan pada ginjal atau kelainan hormonal. Jenis ini biasanya sering diderita oleh wanita dengan pola hidup yang tidak sehat serta mengonsumsi obat-obatan dan alkohol.

2. Penyakit Osteoporosis Postmenopausal

Osteoporosis yang satu ini umumnya menyerang wanita berusia 50 tahun keatas atau yang sudah mengalami menopause. Hal ini dipicu oleh menurunnya kadar hormon estrogen yang berperan penting untuk tulang saat menopause.

3. Penyakit Osteoporosis Senilis

Jenis penyakit osteoporosis ini diakibatkan karena kurangnya asupan kalsium yang membuat kepadatan tulang tidak maksimal. Berdasarkan hal tersebut, tentu dapat diketahui jika penyakit ini disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur. Osteoporosis jenis ini umumnya sering dialami wanita usia lanjut.

Penyebab Osteoporosis Lebih Mudah Menyerang Wanita

lansia

Penyakit osteoporosis kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor genetik, gaya hidup, medis dan penuaan. Berikut beberapa penyebab yang membuat wanita lebih beresiko terkena osteoporosis:

1. Hormon Estrogen yang Menurun Drastis

Kadar hormon estrogen wanita memang lebih banyak daripada pria. Namun saat wanita mengalami menopause, kadar ini akan menurun secara drastis. Hormon ini berguna membantu melindungi tulang sehingga penurunan kadarnya akan meningkatkan resiko tulang mengalami osteoporosis. Dimana hormon estrogen ini berperan mengendalikan aktivitas pembentuk dan penyerap tulang.

2. Tulang Lebih Kecil

Menurut penelitian, struktur tulang wanita memiliki ketebalan yang lebih rendah dibandingkan dengan pria. Ditambah lagi tulang wanita mengalami titik tertinggi pertumbuhan pada usia 18 tahun. Meski setelah usia tersebut, massa tulangnya masih akan mengalami perkembangan namun hanya sedikit. Hingga pada usia 30 tahunan, massa tulang mulai berhenti mengalami peningkatan dan hanya melakukan penggantian sel tulang yang telah tua.

3. Hamil

Kehamilan merupakan salah satu penyebab meningkatnya resiko osteoporosis pada wanita. Hal ini terjadi karena saat hamil, bayi dalam rahim perlu kalsium untuk pembentukan organnya. Kondisi ini membuat ibu hamil harus memenuhi kebutuhan kalsium untuk dirinya dan juga bayi dalam kandungan sehingga jumlah asupannya menjadi lebih besar. Jika kebutuhan tidak tercukupi, ibu akan kekurangan kalsium dan memicu osteoporosis.

4. Menyusui

Sama halnya dengan kehamilan, kondisi ibu yang menyusui juga membutuhkan asupan kalsium lebih banyak untuk dirinya dan juga bayinya. Karena jika tidak, kebutuhan kalsium bayi yang tidak tercukupi akan mengambil kalsium pada tubuh ibu untuk mencukupinya. Hal ini tentu membuat tubuh sang ibu menjadi kekurangan kalsium untuk tulangnya.

5. Diet Rendah Kalori

Wanita memang dikenal sering melakukan diet untuk menjaga berat badannya agar tetap ideal. Namun cara diet yang salah seperti diet rendah kalori yang ketat dapat meningkatkan resiko osteoporosis di usia tuanya. Ini karena diet rendah kalori yang dijalankan tersebut mengakibatkan asupan kalsium, vitamin D dan nutrisi lain yang penting untuk kesehatan tulang menjadi berkurang.

6. Usia yang Bertambah

Dengan usia yang semakin bertambah, fungsi dari keseluruhan organ tubuh akan mengalami penurunan. Dan pada wanita, ia lebih beresiko 2 kali lipat mengalami kehilangan tulang trabecular pada usia sekitar 75-85 tahun. Trabecular sendiri adalah jaringan tulang yang mengelilingi sumsum tulang.

Cara Mencegah Osteoporosis

Osteoporosis merupakan jenis penyakit dengan gejala awal yang jarang disadari dan diketahui. Oleh karena itu, banyak lansia yang tidak mengetahui sejak kapan ia mulai menderita penyakit ini. Untuk itu, berikut beberapa cara mencegah osteoporosis yang bisa mulai Anda lakukan kini:

1. Pola Makan Sehat dan Teratur

Menerapkan pola makan sehat dapat membantu menjaga kesehatan. Bukan hanya kesehatan tulang yang akan mencegah penyakit osteoporosis tetapi juga berbagai penyakit lain. Hal ini karena konsumsi makanan sehat secara teratur akan membantu melengkapi asupan nutrisi yang dibutuhkan sekaligus membatasi konsumsi makanan tidak sehat dalam tubuh.

2. Rutin Olahraga

Bagi orang yang sehat, olahraga jenis apapun boleh dilakukan. Namun jika Anda telah menderita osteoporosis, olahraga berat sangat tidak dianjurkan. Penderita penyakit ini lebih disarankan melakukan olahraga ringan di luar ruangan saat pagi hari agar terkena sinar matahari yang baik untuk tulang. Dengan begitu, tubuh akan melakukan aktivitas fisik dan mendapat vitamin D sekaligus.

3. Menjaga Berat Badan Ideal

Berat badan yang tidak ideal dapat memicu berbagai penyakit tidak terkecuali osteoporosis. Baik terlalu kurus atau obesitas, tulang tidak mampu berfungsi dengan baik dalam kedua kondisi ini. Jika badan terlalu kurus, tulang menjadi lebih rentan. Sedangkan jika badan terlalu gemuk atau obesitas, kepadatan dan kekuatan tulang akan terus menurun karena menanggung beban yang berat.

4. Jangan Melakukan Diet Ketat

Memiliki badan yang langsing dan ideal tentu menjadi keinginan setiap orang terutama wanita. Namun sayangnya, beberapa cara justru berdampak tidak baik pada kesehatan. Salah satunya adalah diet ketat, karena asupan nutrisi yang didapatkan tubuh hanya sedikit saat menjalankan diet ini.

Mengingat resiko osteoporosis pada wanita lebih besar dibanding pria, berbagai usaha untuk mencegahnya perlu segera Anda lakukan. Jika dianggap perlu, suplemen kalsium juga bisa dikonsumsi untuk membantu menjaga kesehatan tulang Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here