Ini Dia Orang-Orang Yang Berisiko Terkena Gagal Ginjal Kronis

0
140
gagal ginjal

Usia tua seringkali menjadi alasan untuk tidak lagi terlalu memperhatikan kesehatan. Padahal semakin tua usia, organ-organ tubuh akan mengalami proses penuaan yang bisa meningkatkan resiko terkena berbagai penyakit.
Ginjal merupakan organ penting yang mengalami penuaan seiring dengan usia yang bertambah. Itu sebabnya penurunan fungsi ginjal sering dialami pada orang usia lanjut. Bahkan buruknya, kebanyakan lansia terkena penyakit gagal ginjal yang sudah kronis. Maka wajar jika mereka disarankan untuk rutin mengecek ginjalnya.

Apa Itu Gagal Ginjal Kronis?

Gagal ginjal kronis adalah kerusakan pada bagian ginjal yang mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi ginjal dibawah batas normal. Menurunnya fungsi ginjal ini sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh sebab peran ginjal yang sangat penting. Ginjal berfungsi menyaring zat-zat sisa atau limbah dalam darah yang kemudian dikeluarkan bersama dengan urine serta mengontrol tekanan darah.

Apabila terkena penyakit gagal ginjal kronis, ginjal tidak bisa menjalankan fungsinya sehingga limbah racun akan menumpuk di dalam tubuh. Penderita gagal ginjal kronis umumnya sudah berusia lanjut mengingat penyakit ini yang memang berkaitan dengan proses penuaan. Bahkan pada usia 65-74 tahun, diperkirakan 1 dari 5 pria dan 1 dari 4 wanita memiliki kecenderungan lebih besar terkena penyakit ini.

Gagal ginjal kronis bisa diobati dan dihambat perkembangannya dengan beberapa cara tergantung tingkatannya. Biasanya dokter menyarankan untuk menjalankan sejumlah diet, pengobatan, mengontrol aktivitas hingga dialisis dan transplantasi ginjal. Dialisis adalah penyaringan atau cuci darah menggunakan mesin sedangkan transplantasi ginjal adalah penggantian ginjal asli dengan ginjal orang lain yang cocok.

Gejala Gagal Ginjal Kronis

Penderita gagal ginjal kronis seringkali tidak mengetahui kapan ia mulai terkena. Karena pada tahap awal penyakit ini tidak menimbulkan keluhan dari gejala apapun. Inilah yang menyebabkan gagal ginjal kronis lebih banyak diketahui saat telah menunjukkan gejala tahap akhir seperti berikut ini:

1. Mual dan Muntah

Akibat ginjal yang tidak berfungsi dengan baik, limbah dan kotoran dalam darah menjadi menumpuk karena tidak berhasil dikeluarkan. Hal ini menyebabkan pusat refleks muntah yang ada di otak dan pencernaan menjadi terganggu hingga munculah rasa mual dan muntah yang umumnya terjadi di pagi hari.

2. Sesak Napas

Berlebihnya cairan yang diakibatkan karena ginjal tidak mampu menyingkirkan menyebabkan akumulasi cairan di paru-paru sehingga membuat sesak napas. Peningkatan jumlah racun dalam darah juga mengakibatkan kapasitas oksigen dalam darah berkurang sehingga napas menjadi berat.

3. Edema atau Pembengkakan

Penumpukan cairan dalam jaringan tubuh yang disebabkan oleh menurunnya fungsi ekskretoris menimbulkan bengkak pada bagian tubuh. Menurunnya fungsi tersebut membuat urin tidak dikeluarkan dengan baik yang artinya ada retensi cairan pada kedua kaki sehingga mengalami bengkak. Gejala pembengkakan juga mungkin dialami pada tangan, wajah dan kedua mata.

4. Tinja Berdarah

Dalam beberapa kasus, adanya darah pada tinja menunjukkan gejala gagal ginjal kronis. Darah yang keluar bersamaan dengan tinja ini kemungkinan berasal dari lambung atau usus yang mengalami pendarahan. Gejala ini menandakan kondisi ginjal yang semakin parah.

5. Buang Air Kecil Tidak Normal

Frekuensi dan volume buang air kecil yang tidak normal bisa jadi pertanda ginjal tidak dalam kondisi baik. Kabiasaan buang air kecil akan berubah, entah menjadi lebih jarang ataupun lebih sering.

6. Gatal Yang Terus Menerus

Kotoran sisa metabolisme yang menumpuk di dalam tubuh berdampak buruk pada kesehatan kulit. Ini menimbulkan rasa gatal dan ruam kemerahan yang berlangsung terus menerus. Gejala ini terlihat ringan dan mudah disembuhkan, itu sebabnya rasa gatal akibat gejala gagal ginjal sering diabaikan.

7. Gejala Lain

Gejala lain yang sering muncul adalah hilangnya nafsu makan, diare, lemah dan lesu, kesemutan, nyeri pada bagian dada, kram dan kejang otot, gangguan tidur, serta penurunan konsentrasi dan kesadaran.

Penyebab Gagal Ginjal Kronis

Gagal ginjal kronis terjadi ketika fungsi ginjal telah rusak. Rusaknya fungsi ginjal ini disebabkan kondisi ginjal yang rusak dalam jangka waktu lama hingga beberapa bulan atau tahun. Kondisi yang menyebabkan penyakit gagal ginjal kronis antara lain:

  • Diabetes tipe 1 atau tipe 2.
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Peradangan pada ginjal atau glomerulonefritis.
  • Gangguan ginjal polikistik, kondisi dimana kedua ginjal berukuran lebih besar dari ukuran normal karena pertambahan massa kista. Hal ini bersifat keturunan atau genetik.

Infeksi pada ginjal yang berulang.

Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang.
Penyakit lupus, yaitu kondisi sistem kekebalan tubuh mengenali ginjal sebagai jaringan asing dan menyerangnya.

Adapun faktor yang meningkatkan resiko terkena gagal ginjal kronis adalah:
Usia, semakin tua usia maka resiko terkena penyakit ini semakin tinggi.
Ras atau etnis, orang Amerika, suku asli Amerika dan orang Afrika beresiko lebih tinggi daripada ras lain.

Laki-laki, orang berjenis laki-laki umumnya lebih beresiko dibanding wanita.
Riwayat keluarga, orang yang anggota keluarganya memiliki riwayat gagal ginjal berpotensi lebih besar terkena. Makanan tinggi protein dan lemak, mengonsumsinya secara berlebihan bisa meningkatkan resiko.

Pencegahan Gagal Ginjal Kronis

Untuk menjaga kesehatan dan mencegah gagal ginjal kronis, pola makan dan gaya hidup harus dilakukan secara sehat. Untuk itu, beberapa hal ini bisa Anda lakukan :

  • Konsumsi makanan sehat dan jaga pola makan
  • Hindari rokok dan minuman beralkohol
  • Olahraga secara teratur
  • Tidak mengonsumsi obat sembarangan
  • Minum air secukupnya
  • Jangan sering menahan buang air kecil atau buang air besar
  • Cukup istirahat

Meski usia tua turut meningkatkan resiko terkena penyakit gagal ginjal kronis. Namun jika kesehatan ginjal terus terjaga, bukan hal yang sulit untuk mewujudkan masa tua yang bebas dari berbagai gangguan kesehatan ginjal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here