IN MEMORIAM : DR.Dr Amarullah H. Siregar, DIHom, DNMed, MSc, MA, PhD : “Pejuang Kesehatan Tradisional Indonesia”

    0
    11

    Penulis : Dr.Abidinsyah Siregar

    Pagi itu kamis 27 Oktober 2022 seharusnya Dr.Irul (demikian Dr. Amarullah biasa dipanggil diantara rekan dan keluarga) seharusnya kontrol ke rumah sakit langganannya.

    Kepada Dr.Rachmi, istrinya yang setia mendampingi, mengatakan “ tidak usahlah hari ini ke Rumah Sakit, aku merasa lebih enak, lagian jam 10.00 aku sudah banyak janji dengan pasien. Ntar kalau aku ke Rumah Sakit kena Covid pula, kasian pasien”.

    Sungguh suatu pengabdian yang profesional dan berintegritas, tidak hanya taat pada janji tapi juga menjaga diri jangan sampai mengecewakan pasiennya sekalipun mengorbankan dirinya.

    Kemudian Dr.Irul mengambil kesempatan istirahat, tidur.

    Sekitar pukul 09.30 tiba-tiba terdengar Dr.Irul menarik nafas dalam dua kali sangat keras sehingga membangunkan keluarga.

    Dalam reflex cepat dilakukan pertolongan pernafasan dan bahkan sempat ditangani Tim 119, namun pukul 09.47, Dr.Irul dinyatakan wafat.

    Rasa duka mendalam mengusik nurani.

    Awan mendung menggelap sepertinya ikut berduka saat keberangkatan almarhum Dr.Irul selepas di sholatkan di masjid Nurul Falah Ragunan menuju pemakamannya di Srengseng Sawah Jakarta Selatan.

    Dihari yang sama, dalam 6 (enam) jam, tokoh luarbiasa nan mendunia itu sudah berkalang tanah.

     

    Duka-Duka Mendalam

    Wafatnya Dr.Irul bukan hanya wafatnya seorang Indonesia, tetapi Indonesia kehilangan seorang pakar yang sangat amat tekun mendalami kekayaan alam Indonesia yang bisa digunakan untuk pengobatan kesehatan masyarakat Indonesia dan memasarkan ilmu dan pengalamannya kepada kaum intelektual medis dibanyak forum ilmiah diseluruh dunia.

    Progres perkembangan Kesehatan Tradisional bukanlah anomali, tetapi telah menjadi pengawal kehidupan sejak manusia diciptakan.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa Pelayanan Kesehatan dibagi atas Pelayanan Kesehatan Modern atau Konvensional dan Pelayanan Kesehatan Tradisional, yang harus diatur dan diterapkan.

    Dalam regulasi pelayanan Kedokteran, Dokter dibatasi kewenangan mutlaknya pada penetapan Diagnosa.

    Dalam pengobatan atau terapi, merupakan kesepakatan antara Dokter dan Pasien.

    Ketika masyarakat/pasien menggunakan hak nya untuk mendapat pelayanan pengobatan kesehatan tradisional.

    Atau menurut Dokter, sang pasien karena alasan medis tidak bisa menggunakan bahan obatan kimia, ataupun karena pasien dalam fase paliatif (penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tinggal upaya memaksimalkan kualitas hidup dan meningkatkan kenyamanan), maka ada pilihan legal, yang diakui WHO dan dilayankan pada 176 Negara didunia, maka pelayanan kesehatan tradisional dan ahlinya siap  memberikan pelayanan kesehatan alternatif maupun komplementer.

     

    DR.Dr Amarullah H. Siregar, DIHom, DNMed, MSc, MA, PhD

    Dr.Irul dan ribuan Dokter, Guru Besar dan Tenaga Kesehatan Tradisional lainnya di Indonesia sudah siap memberikan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan Bangsa Indonesia.

    Para pegiat Kesehatan Tradisional yang tinggi semangat dan keyakinannya, serta Kearifan lokal yang digunakan mulai dari yang secara empirik (pengalaman turun-temurun) terbukti memberikan khasiat kesehatan, yang telah uji pre-klinik dengan menggunakan media uji hewan menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT), serta yang uji klinik menjadi Fito farmaka, menunjukkan bahwa pesan Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, sudah tepat menyandingkan dalam satu kesatuan

    upaya Kesehatan yang dimotori Pelayanan Kesehatan (Konvensional) dan Pelayanan Kesehatan Tradisional yang dihadirkan dalam pelayanan yang terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan disetiap fasilitas kesehatan.

    Ketika lebih 85% penduduk sehat tidak ingin sakit dan ingin mempertahankan kualitas kesehatannya, maka pelayanan kesehatan tradisional, baik yang empirik berupa ramuan, keterampilan seperti akupressur/pijatan dan akupunktur, OHT maupun Fitofarmaka menjadi pilihan tepat, yang aman dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Kesehatan Tradisional, Tenaga Kesehatan Tradisional dan seluruh Infrastrukturnya seharusnya sudah bukan impian bagi Bangsa ini dan bukan pula menjadi ancaman bagi Kedokteran modern/Konvensional.

    Kesehatan Tradisional adalah keniscayaan rasional yang sudah pada tempatnya menjadi Unggulan Nasional

    Sayangnya dikhabarkan, dipertengahan tahun 2022, Direktorat Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer (Kestrad) yang dideklarasikan Menkes Dr.Endang sang maestro Peneliti Kesehatan pada tahun 2011, tiba-tiba hilang kelembagaannya.

    😷  Hari Kesehatan Nasional Ke-58, 12 November 2022 : “Saatnya Instrospeksi, Revitalisasi dan Transformasi

    Masyarakat dan Pakar Kestrad sangat berduka. Lembaga yang dibentuk pertama sekali tahun 2011 merupakan respons pertumbuhan positif perkembangan Kesehatan tradisional di Indonesia dan Dunia yang semakin diminati dan dibutuhkan sebagai pilihan azasi dan konstitusional bagi penerima pelayanan kesehatan.

    Presiden SBY saat berkunjung ke Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2TOOT) Tawangmangu milik Kemenkes pada tahun 2010, merasa kagum dan bangga dengan adanya ribuan Tanaman Obat yang memiliki khasiat kesehatan khas Indonesia.

    Beliau melihat potensi produksi dan ekonomi yang besar. Membantu kaum pekebun Tanaman Obat.

    Kepala Negara mengamanatkan agar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Indonesia segera menjadi Tuan rumah dinegeri sendiri.

    Bahkan kini, Presiden Jokowi selalu membanggakan kebiasaannya menggunakan ramuan herbal dan jamu untuk menjaga kesehatannya.

    Ada ratusan Rumah Sakit dan ribuan Puskesmas milik Pemerintah dan lebih banyak lagi milik swasta, yang selama ini telah memberikan Pelayanan kesehatan tradisional mengaku kehilangan dengan dibubarkannya Direktorat Kesehatan Tradisional.

     

    Mendunia Melayani Kesehatan Tradisional

    Dr.Irul memang sangat dikenal sebagai pakar handal dibidang kesehatan Tradisional.

    Ia juga tidak pernah pelit berbagi ilmu secara personal maupun melalui banyak seminar dan workshop (pelatihan).

    Walaupun datang Pandemi Covid-19, Dr.Irul tidak pernah berhenti. Justru semakin diminati untuk membantu masyarakat meningkatkan Imunitas dan Mencegah komplikasi jika terinfeksi.

    Demikian pula Workshop Kesehatan Tradisional maupun Kedokteran Fungsional yang berseri-seri secara Online/Zoom dan selalu diikuti ratusan peserta Dokter dan berbagai profesi kesehatan dari seluruh Indonesia dan Negara tetangga.

    Bersama Profesor Dr.A.N.Kurniawan,Sp.PA, Prof.Dr.Purnawan Junadi, MPH, Prof Ernie dan Dr.Irul serta sejumlah rekan juga mengembangkan Kedokteran Fungsional, sebagai harapan baru, sembuh total dari penyakit.

    Hal berbeda, yang pada kedokteran konvensional berbasis obat-obatan kimia. Maka kedokteran fungsional melihat penyakit sebagai gangguan dari keseimbangan fungsi tubuh, mencari tendensi pra-penyakit dan melihat dari dekat lingkungannya atau interaksi genetik yang bertujuan untuk menahan progres penyakit, mengembalikan fungsi, harmoni dan keseimbangan kompleksitas (fisiologis) kerja organ dalam tubuh.

    Pasien dilibatkan untuk memahami kondisi tubuhnya.

    Penyakit bukan timbul dari apa yang dimakan atau kuman/virus apa yang masuk kedalam tubuh, tetapi bagaimana tubuh menjalankan fungsinya menghadapi apapun yang masuk kedalam tubuh.

    Pengobatan Kedokteran Fungsional, tidak hanya mengobati gejala.

    Bahan alami dan nutrisi menjadi andalan.

    Ucapan Dr.Irul yang sering terdengar dalam forum workshop, adalah “ manusia saat ini lebih banyak menyalahkan penyakitnya daripada peduli dengan kesehatan sendiri, sehingga sakit sedikit minta obat pada dokter”.

     

    Peduli Kesehatan Haji dan Umrah

    Kepedulian pada kesehatan, juga merambah kepada kualitas kesehatan para calon jamaah haji dan calon jamaah umroh.

    Bersama keluarga dan sahabat, mendirikan Travel Haji dan Umroh Asy-Syifa

    Menggagasi perlu adanya Travel yang bisa memberikan kekuatan pada pemahaman agama dan kualitas kesehatan, karena keyakinan bersama bahwa Haji dan Umroh bukan misi akhir seorang muslim dalam hidupnya.

    Setiap muslim memiliki amanah untuk menjadi rahmatan lil alamin sebagai  ukuran sukses dan kualitas keimanannya.

    Bukan berapa kali ber-haji atau ber-umroh.

    Tetapi sebesar apa kebermanfaatannya.

    Untuk mengupayakan pencapaian kebermanfaatan itu, maka program Travel Asy-syifa meningkatkan pemahaman jamaahnya dengan sejumlah pertemuan dengan pengajar handal lulusan Universitas terbaik di Madinah seperti Ust.H.DR.Khalid Basalamah dan Ust.H.Fakhruddin Nu’man,Lc, M.Pd.

    Untuk meningkatkan kualitas kesehatan jamaah, selain pemeriksaan rutin oleh Dokter, pemberian sediaan Kesehatan Tradisional dan pelayanan Kedokteran Fungsional.

    Dapat dikatakan pelayanan Asy-Syifa termasuk yang terbaik dari pemahaman syariah dan kualitas kesehatannya.

    Ini adalah sebuah modalitas besar bagi setiap muslim untuk melakukan dakwah bil hal, menjadi teladan dan membangun rahmatan lil alamin bagi masyarakat dan dunia sekitarnya

    😷  Menyambut Munas XI KAHMI Di Palu : “Mengawal Independensi Di Era Disrupsi”

     

    Bekerja dan Belajar Hingga Merumuskan Kestraindo

    Setelah menamatkan studi di Fakultas Kedokteran USU di Medan tahun 1988, Dokter Irul mengawali karirnya sebagai dokter Inpres di Puskesmas Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan di Provinsi Sumatera Utara.

    Setelahnya, dia mengikuti pendidikan spesialisasi namun tidak selesai dan mendatangkan inspirasi baru untuk mendalami ilmu kedokteran yang lebih mampu menjangkau kebutuhan orang sebanyak mungkin dari semua lapisan usia dari berbagai kondisi.

    Impiannya, melangkahkan kakinya selebar bumi sehingga ia belajar ke berbagai negara di bidang kedokteran seperti Amerika Serikat, Inggris, India dan Negara lainnya.

    Dr.Irul mendalami Kedokteran Non Konvensional.

    Sejumlah Tanda Lulus diraih, sebahagian besar dengan Cum Laude berupa 2 Diploma, 2 Magister dan akan menjadi 3 Doktoral.

    Semua dari berbagai Universitas di London, Swansea, Birmingham dan New Orleans.

    Dalam berorganisasi, baik sebagai pemimpin maupun anggota, di Dalam Negeri terlibat bersama 16 organisasi lokal dan Nasional.

    Sedangkan di dunia Internasional, menjadi anggota dari sekitar 35 organisasi kesehatan konvensional dan tradisional dalam berbagai aspek seperti Homeopati, Anti Aging, Wellness, Hormon, Lanjut Usia, Naturopati, hingga Functional Medicine.

    Sementara pengalaman professional dalam mengajar atau kuliah tamu sebanyak 35 kali diberbagai Negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Kanada, India, Malaysia.

    Di Indonesia, pengalamannya bekerja dan berkolaborasi dalam Saintifikasi Jamu, Pendidikan Berkelanjutan Kedokteran Fungsional, dan Kesehatan Tradisional.

    Bersama sejumlah pakar dan Guru Besar pada tahun 2018, memotori dan menuntaskan penyusunan body of knowledge (BOK) bidang studi Kesehatan Tradisional Komplementer Indonesia disingkat KESTRAINDO.

    BOK KESTRAINDO membuka jalan mewujudkan Pendidikan Kesehatan Tradisional khas Indonesia yang digerakkan oleh Perkumpulan Profesi Kesehatan Tradisional Komplementer Indonesia (PPKESTRAKI) yang digagasi trio Dr.Jhon Hardhy, Indah Yuning dan Dr.Abidin ditahun 2013, yang kini di pimpin Prof. Dr.Agus Purwadianto, untuk merespons UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan turunannya yang sedang diproses dalam Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kesehatan Tradisional dan RUU tentang Tenaga Kesehatan yang didalamnya telah mengakomodir Tenaga Kesehatan Tradisional.

    Upaya strategis itu untuk mewujudkan apa yang disebut Traditional Indonesia Medicine (TIM), yang bisa menjadi penyeimbang terhadap popularitas Traditional Chinese Medicine (TCM), dan berkontribusi sesuai Rekomendasi WHO dalam penyediaan Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Komplementari ( Traditional and Complementary Medicine/ T&CM).

    Mohon maaf tulisan ini cukup panjang tapi tidak lebih panjang daripada tinggi tubuh Dokter Irul yang gagah dan terlalu pendek dibandingkan perjalanan pendidikan dan pengabdiannya dalam kesehatan tradisional.

    Selamat jalan rekan luar biasa Dr.Amarullah Siregar Bin Haji Hasanuddin Firman Siregar,

    pejuang kesehatan tradisional Indonesia dan Dunia.

    Engkau salah satu Pejuang Kesehatan Tradisional yang menunjukkan pada Dunia bahwa Indonesia adalah raksasa penyedia bahan obat dan pelayanan Kesehatan Tradisional paling potensial di dunia.

    Kami haqqul yaqin, karya dan pengabdianmu akan menghantarkanmu pada kecintaan Allah dan menempatkanmu di surga jannatunaim.

    Jakarta, 2 November 2022

    ) *Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,MKes : Purna Bakti Kemenkes/BKKBN, Ahli Utama BKKBN dpk Kemenkes (2017-2022)/Deputi BKKBN (2013-2017)/ Komisioner KPHI (2013-2019)/Direktur Kestradkom Kemenkes (2011-2013)/ Sekretaris Inspektorat Jenderal Depkes (2010-2011)/ Kepala Pusat Promkes Depkes RI (2008-2010)/ Sekretaris KKI (2005-2008)/ Alumnus Public Health Management Disaster, WHO Searo, Thailand (2004).

    Ketua Umum BPP OBKESINDO (IHO)/ Ketua MN Kahmi (2009-2012)/ Ketua PB IDI (2012-2015/ Ketua PP IPHI/ Ketua PP ICMI/ Ketua PP DMI/ Waketum DPP JBMI/ Ketua  PP ASKLIN/ Penasehat BRINUS/ Penasehat Klub Gowes KOSEINDO/ Ketua IKAL FK USU/ Ketua PP KMA-PBS/ Wakorbid.PP IKAL-Lemhannas/Pembina Yayasan Travel Asy-Syifa/ Pengasuh mediasosial GOLansia.com dan Kanal-kesehatan.com

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here