Hari Pertama Lontar Jumrah, Sejumlah Jemaah Haji Terkena Dehidrasi dan Heatstroke

0
49
dehidrasi

Mina (PHU) – Cuaca panas dan kondisi perjalanan yang cukup jauh dari tenda menuju lokasi pelemparan jumrah di Mina membuat banyak jemaah haji Indonesia kelelahan. Berimbas pada penurunan kondisi kesehatan hingga banyak jemaah yang ambruk, di hari pertama fase Mina.

Dehidrasi hingga heatstroke jadi penyebab terbanyak jemaah asal Indonesia harus dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mina. Bahkan tercatat enam orang meninggal dunia hingga Minggu (11/8), pada fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

“Dari pintu sini (KKHI) ke Jamarat mencapai sekitar 2 kilometer. Total bolak-balik sekitar 5 kilometer. Jarak terjauh adalah Mina Jadid, bisa 10 kilometer bolak-balik,” kata Direktur KKHI Madinah, Amsyar Akil menjelaskan kondisi di Mina.

Dari pantuan Liputan6.com pada pukul 23.00 waktu Arab Saudi (WAS), KKHI di Mina terlihat banyak pasien dirawat. Beberapa terbaring lemah dan masih dalam perawatan. Tim kesehatan yang terdiri dari perawat dan dokter tampak terus menangani pasien.

“Sampai malam ini (Minggu) 182 jemaah dirawat di posko, 21 dirujuk ke rumah sakit,” ujar Juru Bicara Pos Kesehatan Mina, Nila Gading di Mina.

Jemaah haji sakit dirujuk ke Rumah Sakit Mina Al Wadi. Sementara yang masih dalam perawatan KKHI yang berlokasi di Maktab 50 sebanyak enam orang.

Untuk sisanya diperbolehkan pulang ke maktab karena dinilai membaik. “Keluhan paling sering dehidrasi hingga heatstroke,” dia menambahkan.

Saat Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meninjau langsung kondisi Mina, sempat mendapati jemaah haji asal Madiun, yang ambruk di tengah jalan dan sedang dalam perawatan petugas kesehatan.

Dia pun langsung mendekati dan menanyakan kondisi jemaah perempuan tersebut dan mendoakan segera pulih.

Sumber : haji.kemenag.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here