Corona : Ujung Jemari Pengantar Infeksi

0
257
COVID-19

Presiden RI, Ketua DMI dan Menkes mengajak seluruh rakyat Indonesia tetap tenang, mengenal virusnya, waspada dan tidak panik terhadap virus Corona.

Pengingat : Dr.Abidinsyah Siregar (Ahli Utama BKKBN dpk Kemenkes/ Mantan Ka Pusat Promosi Kesehatan Depkes RI 2008-2010).

Saat saya berada di Medan kemarin 02 Maret 2020 mengikuti Sidang Pengukuhan 2 guru Besar USU, saya mendapat telpon dari Ketua suatu LSM besar di Jakarta yang minta akses membeli 10 Juta masker untuk dibagikan kepada masyarakat dalam kegiatan bakti sosial. Cukup lama saya yakinkan mereka tentang fungsi masker yang jika salah guna bisa mengundang cemas yang meluas dan panik tidak karuan. Syukurlah mereka akhirnya sepakat menerima saran untuk promosikan PHBS (Prilaku Hidup Bersih Sehat) dan pembagian hand sanitizer (sabun cair dalam kemasan yang bisa dibawa dan modis digantung di tas).

Dunia sejak Desember 2019 digegerkan merebaknya Virus Corona yang bermula di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Suasana gaduh disana cepat merambah keseluruh dunia, karena begitu cepatnya eskalasi penyebarannya. Memang ciri khas Virus Corona asal Wuhan yang dinamai COVID-19 ini viralitas atau penyebarannya sangatlah cepat namun fatalitasnya terendah dari Virus SARS dll. Hingga akhir Februari sudah menjangkau lebih 60 Negara dan menurut RRI Pro 3 FM 88.8 Rabu, 4 Maret 2020 memberitakan sudah 3.948 yang meninggal, termasuk 9 orang di Washington, USA dari 130 orang yang terinfeksi.

Peta Penyebaran Virus Corona di Seluruh Dunia

corona virus
Peta penyebaran Virus Corona di seluruh dunia – WHO. (Klik gambar untuk melihat secara realtime)

Saat Indonesia masih aman dari virus COVID-19, dunia luar dan WHO menganggap Negara kita, Indonesia, tidak melakukan prosedur standar dalam menghadapi virus COVID-19. Padahal karantina terdampak virus di Natuna sukses dilakukan.

Akhirnya Indonesia pun terpapar sebagai Negara ke-65 atau ke-22 di Asia setelah Bapak Presiden RI didampingi Menkes pada tanggal 2 Maret 2020 di Istana memastikan adanya 2 orang WNI tertular COVID-19 dari rekan Jepangnya yang sudah terjangkit virus di Malaysia, saat berkunjung ke Depok.

Harapan kita tentu pengumuman Presiden itu diikuti Gerakan Nasional Pencegahan Virus COVID-19 dari semua kemungkinan penularan.

DARI MANA PENULARAN?
Penularan terjadi jika orang terinfeksi virus, percik batuknya (droplet) mengenai macam-macam barang disekitarnya bisa jadi pegangan pintu, pegangan tangga atau eskalator di mall, meja, tombol lift, ya semua barang yang jika tersentuh jemari kita maka kuman virus COVID-19 sudah ada diujung jari. Virus ini bisa bertahan hidup sampai 9 hari di permukaan benda-benda tersebut.

Jika ujung jari tadi kita gunakan mengucek mata, mengupil hidung atau masuk ke rongga mulut maka virus COVID-19 masuk melalui jaringan lunak pada 3 tempat itu, lanjut sistem pernafasan dan paru sehingga timbul demam atau flu dan terutama batuk dengan berdahak. Tetapi jika sebelumnya tangan dicuci dengan sabun dan air mengalir maka kita tidak terinfeksi.

APA YANG KITA LAKUKAN?
Harus kita akui, masyarakat sering “minter” sendiri. Mendengar ada virus, langsung membeli dan memborong masker. Kita jadi tidak bisa membedakan pengguna masker yang sehat dan yang sedang flu atau batuk. Ini salah satu penyebab kepanikan, seakan ramai orang sedang flu atau batuk.

Saat saya kembali ke Jakarta, menaiki KA Railink Stasion Medan ke Bandara Kualanamu saya melihat banyak dari sebagian kita menggunakan masker. Saat dalam Pesawat yang berisi 180 kursi. Dari sekitar 120-an penumpang (sesuai info pramugari) sekitar 60% menggunakan masker. Setibanya di Bandara Soekarno Hatta yang walaupun terasa sepi juga bertemu banyak sekali orang menggunakan masker. Dimana-mana orang pakai masker.

Kini masker jadi barang paling mahal. Berita RRI Pro3FM Kamis pagi sudah memberitakan “masker langka dan sangat mahal”.

Kenapa Menggunakan Masker?

Ya, kenapa pakai Masker? Tidak perlu masker. Masker alat pelundung pernafasan dari paparan debu dan kuman/virus yang penularan nya melalui udara (airborne disease), sedangkan Virus COVID-19 tidak ditular melalui udara tetapi melalui jaringan lunak (mata, hidung , mulut) yang dibawa oleh ujung jari tangan kita.

masker

Jauh waktu sebelumnya pak Menkes melalui beberapa kesempatan sudah ingatkan alasan penggunaan Masker, dan Minta masyarakat tidak perlu pakai Masker. Cukuplah yang sedang pilek dan batuk yang menggunakan Masker agar percik ludahnya tidak keluar, apalagi jika itu virus.

Pemerintah serius menangani wabah virus COVID-19. Presiden Jokowi langsung menjadi pemegang Komando Crisis Center Virus Corona dan menunjuk Menkes sebagai Juru Bicara.
Presiden memastikan ketersediaan pelayanan dan ruang isolasi standar Internasional pada 100 RS. Beliau mengingatkan agar jaga kesehatan, higienis, sering cuci tangan, hindari Kontak langsung jemari dengan benda/barang yang mungkin terpapar.
https://www.liputan6.com/news/read/4192138/4-pernyataan-jokowi-terkait-wni-positif-virus-corona

Ketua DMI Bapak HM Jusuf Kalla pun memberi pesan simpatik kepada seluruh management Masjid agar jaga kebersihan dan mencegah virus COVID-19.
https://nasional.sindonews.com/read/1545964/15/sikapi-corona-ketum-dmi-jusuf-kalla-instruksikan-jaga-kebersihan-masjid-1583323974

APA TUGAS KITA ?
Setiap kita punya kecerdasan, kemampuan dan cara menghindar dari paparan terinfeksi Virus. Pastikan kita “Cerdas memutus rantai penularan Virus Corona”.
Pastikan JEMARI kita BERSIH dengan selalu Cuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir. Jika dimungkinkan bisa menggunakan desinfektan.

AYO GOTONG ROYONG CEGAH VIRUS CORONA, CARA TERBAIK :

  1. Setiap kita waspada, cegahlah kontak dengan sumber berpindahnya virus melalui jemari kita. Lakukan cuci tangan sesering mungkin.
  2. Cerdas, arif dan tepat dalam menggunakan masker.
  3. Setiap Organisasi/Lembaga/Instansi berinisiatif tinggi dan aktif membuat Pengumuman Tulisan dan Lisan Cara Cegah Virus COVID-19. Seluruh barang sendiri dan peralatan kerja di kantor sering dibersihkan.
  4. Petugas Kesehatan di tempat-tempat umum seperti Bandara/Terminal/Pasar dan lainnya agar aktif untuk sosialisasi cara cegah Virus COVID-19. Sediakan masker bagi mereka yang sedang mengalami flu atau batuk, tetesi tangan mereka dengan hand sanitizer dan praktikkan cara membersihkan tangan yang benar. Berikan nasehat bagi pengguna masker yang tidak beralasan karena sakit.
  5. Otoritas Kesehatan ambil pengalaman dari tindakan terpadu penanganan virus flu burung H5N1 yang pernah menyerang Infonesia sejak 2003. Kita sudah bentuk Tim ditiap Provinsi dan melakukan Simulasi di berbagai tempat Daerah pemukiman. Gerakkan kembali Program Community Care dan Pelatihan Kegawatdarutan Masyarakat (Public Health Management Disaster).
  6. Bagi yang berusia diatas 50 tahun (pra-lansia dan lansia) harus waspada karena 4x lebih mudah terinfeksi. (Ikuti tautan www.Golansia.com).
  7. Jangan panik dan latah, karena itu tanda tak paham dan pasti rawan terpapar.
    Ikuti informasi Pemerintah juga Petugas Kesehatan.
  8. Tingkatkan Kualitas kesehatan diri dengan menjalankan PHBS dan bersama masyarakat melaksanakan GERMAS.

Virus COVID-19 tidak lebih bahaya daripada penyakit yang diakibatkan rokok termasuk memakan makan sembarangan dan minum minuman keras karena lebih tinggi angka kesakitan dan kematiannya. Virus COVID-19 mudah dihindari, bergantung pada kewaspadaan diri dan banyak RS siap menangani.

Semoga Indonesia semakin sehat. Salam GERMAS.

Salam sehat Dr.Abidin/GOLansia.com 🇮🇩

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here