Bukan Hanya Usia, Ini Faktor yang Meningkatkan Resiko Osteoporosis Pada Pria

0
326
osteoporosis

Osteoporosis memang lebih dikenal sebagai penyakit lansia yang beresiko besar pada wanita. Namun hal ini tentu tidak menutup kemungkinan pria juga lebih beresiko, mengingat resiko osteoporosis memang dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Ketika membicarakan osteoporosis, Anda pasti akan membayangkan orang tua dengan tulang keropos. Hal ini wajar sebab usia tua diketahui merupakan faktor resiko utama penyebab osteoporosis. Tapi perlu Anda ketahui, berbagai faktor lain juga berpengaruh, dimana resiko osteoporosis yang lebih kecil pada pria juga bisa meningkat.

Faktor yang Meningkatkan Resiko Pria Osteoporosis

Meski osteoporosis lebih sering diderita wanita, namun pria juga bisa terkena penyakit ini. Kondisi ini disebabkan karena resikonya yang meningkat, sehingga kemungkinan terkena osteoporosis menjadi lebih besar. Faktor-faktor yang meningkatkan resiko pria terkena osteoporosis antara lain:

1. Menurunnya Testosteron
Kadar testosteron pada pria memang akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia. Namun selain itu, penurunan kadar testosteron juga bisa disebabkan karena cedera pada testis, radiasi kemoterapi dalam pengobatan kanker di area genital, penyakit kelenjar otak bawah atau konsumsi obat-obatan yang mempengaruhi kelenjar ini.

2. Asupan Kalsium dan Vitamin D Tidak Tercukupi
Kalsium dan vitamin D merupakan nutrisi tulang yang sangat penting dan harus selalu tercukupi agar tulang sehat dan kuat. Jika asupan nutrisi ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, maka kepadatan tulang akan lebih cepat mengalami penurunan. Kondisi ini tentu saja meningkatkan resiko tulang Anda terkena osteoporosis atau bahkan rentan patah.

3. Mengidap Penyakit Kronis
Penyakit kronis yang mempengaruhi kinerja ginjal, lambung, usus, paru-paru atau bagian lainnya dapat mengakibatkan penyerapan dan penggunaan asupan kalsium terganggu. Jika hal ini terjadi, tulang bisa kekurangan nutrisi sehingga mengakibatkan kesehatan dan kekuatan tulang menurun.

4. Konsumsi Obat-obatan Tertentu
Obat-obatan yang dikonsumsi dalam jangka panjang biasanya akan berpengaruh besar pada kondisi si pengguna. Tidak terkecuali juga kondisi tulang yang akan mempengaruhi resiko osteoprosis. Contoh jenis obat-obatan ini adalah obat anti-depresan, diabetes, kanker, rheumatoid arthritis (rematik) hingga obat-obatan seperti steroid dan beberapa obat untuk sakit maag.

5. Keturunan Penderita Osteoporosis
Untuk mencegah osteoporosis, penting bagi Anda mengetahui riwayat kesehatan keluarga. Adakah yang menderita osteoporosis, patah tulang atau kondisi tulang tertentu. Hal ini karena penyakit osteoporosis biasa menyerang penderita dengan karakteristik tulang tertentu. Dimana dalam keturunan sebuah keluarga pasti memiliki struktur genetik tulang yang sama.

6. Jarang Berolahraga
Olahraga merupakan salah satu cara untuk mendukung tulang agar lebih sehat dan kuat. Saat rutin berolahraga, massa tulang akan tetap terjaga dan begitu juga sebaliknya. Namun perlu di ingat bahwa jenis olahraga yang dilakukan tidak boleh terlalu berat, terutama untuk pria berusia lanjut. Olahraga ringan seperti jogging, berlari dan bersepeda sudah cukup untuk dilakukan.

7. Postur Tubuh Kurus dan Mungil
Pria dengan postur tubuh yang kurus dan mungil memiliki berat badan yang cenderung ringan. Dalam kondisi ini, pembentukan tulang akan sulit terangsang karena bobot tubuh yang ditopang tidak terlalu berat. Berbeda halnya dengan orang yang memiliki berat badan ideal, tulangnya akan lebih terangsang untuk membentuk massa pada area-area penyangga tubuh.

Kebiasaan Buruk yang Memicu Osteoporosis

Gaya hidup yang tidak sehat bisa dikatakan sebagai salah satu penyebab osteoporosis. Ini memang benar mengingat gaya hidup sangat berpengaruh pada pola makan dan aktivitas yang dilakukan. Untuk itu, ketahui dan hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang memicu osteoporosis berikut ini:

1. Bermalas-malasan di Rumah
Lebih senang berdiam diri seharian di rumah dibanding melakukan aktivitas akan membuat tulang menjadi lemah. Bukan hanya karena kemampuan tulang yang tidak dilatih sebab jarang bergerak. Tapi juga karena vitamin D dari sinar matahari yang tidak bisa diperoleh. Jadi usahakan agar Anda tetap aktif bergerak dan melakukan kegiatan, baik di dalam maupun di luar rumah.

2. Banyak Minum Kopi
Kebanyakan pria memang seorang penikmat kopi, bahkan ada pula yang selalu minum kopi setiap hari. Minum secangkir kopi memang membuat tubuh lebih bersemangat menjalani aktivitas, namun terlalu banyak meminumnya justru dapat memicu osteoporosis. Hal ini karena kandungan kafein dalam kopi dapat menyebabkan tulang menjadi mudah keropos.

3. Gemar Makan Makanan Asin
Makanan dengan cita rasa asin selalu digemari banyak orang, apalagi ragam makanan ini juga banyak tersedia. Namun meski Anda sangat menggemari jenis makanan ini, tetap batasi konsumsinya agar tidak berlebihan. Hal ini karena asupan garam yang terlalu tinggi dalam tubuh akan menyebabkan penurunan kepadatan tulang.

4. Konsumsi Banyak Daging
Makanan berbahan daging memang banyak disukai pria karena daging yang memang baik untuk pembentukan otot. Tapi mengkonsumsinya dalam porsi banyak tidak bisa dibenarkan sebab kandungan fosfor dalam daging mampu membantu pelepasan kalsium sehingga bisa mengakibatkan osteoporosis.

5. Konsumsi Minuman Beralkohol
Minum satu atau dua gelas alkohol memang tidak akan menimbulkan masalah serius pada kesehatan. Namun jika terlalu banyak dikonsumsi, alkohol dapat menganggu kinerja sistem pencernaan dalam penyerapan kalsium. Ini akan menyebabkan kebutuhan kalsium tubuh tidak tercukupi sehingga berakibat pada tulang yang menjadi mudah keropos.

6. Merokok
Rokok terbukti berbahaya bagi kesehatan karena kandungannya yang tidak baik untuk tubuh. Zat nikotin dalam rokok mampu mempercepat proses penghacuran sel tulang. Terlebih lagi rokok menghasilkan radikal bebas yang berbahaya dan bisa menyebabkan berbagai penyakit.

Setelah mengetahui faktor dan kebiasaan yang menyebabkan osteoporosis, sekarang Anda tentu bisa lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan tulang. Ubah kebiasaan-kebiasaan buruk dan lakukan pengecekan tulang secara rutin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here