Apa itu Penyakit Hepatitis B dan Bagaimana Penularannya?

Hepatitis B bisa menyebabkan risiko kerusakan hati, kanker hati, dan gagal hati

0
292
hepatitis

Penyakit Hepatitis B adalah merupakan suatu infeksi yang terjadi pada hati yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini tidak menunjukkan gejala secara langsung. Beberapa baru bisa dideteksi pada saat mencapai level kronis. Jika kondisinya sudah mencapai tahapan tersebut, maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan medis. Jika tidak segera diobati dapat menyebabkan risiko kerusakan hati, kanker hati, dan gagal hati.

Infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis B tidak bisa dideteksi secara dini karena sebagian penderitanya tidak menyadari gejala yang ditimbulkan. Tidak hanya diidap oleh orang dewasa saja, bayi dan anak-anak juga berisiko terkena penyakit ini. Secara umum, jika tubuh terserang virus hepatitis B, maka kekebalan tubuh akan bekerja untuk membunuh virus tersebut kecuali jika kondisi infeksi sudah mencapai level kronis.

Infeksi hepatitis dibedakan menjadi dua tipe yaitu akut dan kronis. Jika Anda menderita hepatitis pada level akut, maka penyakit tersebut akan bisa disembuhkan dalam jangka waktu beberapa bulan saja. Lain halnya jika Anda terkena hepatitis B level kronis dimana serangan virus sudah terjadi selama 6 bulan atau lebih, penanganannya harus lebih intensif untuk meminimalisir risiko kerusakan pada hati.

Bagaimana Cara penularan Hepatitis B?

ciri ciri penyakit liver

Penyakit hepatitis B ini sangat berbahaya jika tidak segera disembuhkan bahkan bisa mengancam jiwa penderitanya. Kerusakan yang terjadi pada hati bisa membuat fungsinya sebagai penyaring racun, protein, dan hormon menjadi lambat. Risiko penyakit tersebut bisa dialami oleh siapapun karena sifatnya yang bisa menular dengan mudah. Penularan penyakit ini bisa melalui beberapa cara diantaranya adalah:

  • Penggunaan jarum suntik yang sudah terkontaminasi oleh virus hepatitis B
  • Berhubungan seksual tanpa menggunakan pengaman
  • Penularan ibu kepada bayi saat persalinan
  • Sering melakukan kontak dengan jarum suntik secara tidak sengaja

Lantas bagaimana cara mengetahui apakah Anda terserang Hepatitis B atau tidak. Jika Anda rajin periksa kesehatan ke dokter maka bahaya dari penyakit ini bisa segera dideteksi. Namun ada beberapa gejala dari infeksi tersebut yang sering muncul bila Anda terkena virus Hepatitis B, diantaranya adalah

Gejala Hepatitis B

  • Sakit kuning, kulit dan bagian mata menguning
  • Gampang lelah dan sering merasakan sakit kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Muncul rasa nyeri pada bagian perut
  • Mual dan muntah

Jika Anda merasakan gejala yang disebutkan diatas, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar bisa mendapatkan hasil yang pasti. Prosedur pemeriksaan penyakit tersebut adalah melalui tes darah untuk mendeteksi keberadaan virus dan seberapa parah kerusakan yang terjadi pada organ hati

Apa Saja Penyebab Penyakit Hepatitis B?

penyakit liver

Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus hepatitis B pada hati. Umumnya penderita yang mengalami masalah kesehatan tersebut adalah mereka yang tidak memiliki kekebalan tubuh yang cukup tinggi untuk melawan virus penyebabnya. Ada juga yang tertular dari penderita lainnya melalui kontak cairan tubuh. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit hepatitis B, diantaranya adalah:

  • Menindik dan menato tubuh dengan jarum yang tidak steril
  • Berbagi sikat gigi dengan penderita hepatitis B
  • Mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan memakai jarum suntik secara bergantian
  • Memiliki luka terbuka dan terjadi kontak dengan darah penderita hepatitis B
  • Pekerja laboratorium, paramedis, dan lain-lain yang sering terkena kontak dengan darah
  • Menjalani transfusi menggunakan peralatan yang tidak steril

Hepatitis B juga diderita oleh bayi yang baru lahir karena tertular dari sang ibu. Karena itu bagi wanita yang hamil sangat dianjurkan untuk melakukan tes terlebih dahulu. Jika hasilnya positif menderita Hepatitis B, pencegahan bisa segera dilakukan dengan menyuntikkan vaksin saat bayi baru dilahirkan.

Pengobatan Hepatitis B

Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan cara pemberian obat untuk meredakan gejala yang ditimbulkan. Dosis yang diberikan bergantung pada seberapa parah infeksi yang diderita. Untuk level akut, penyembuhan bisa berjalan beberapa bulan saja karena terbantu oleh kerja imun tubuh. Sementara hepatitis B yang bersifat kronis, harus mendapat penanganan medis yang tepat supaya terhindar dari bahaya kerusakan dan gagal hati.

Tips Mencegah Terkena Hepatitis B

Pencegahan penyakit ini bisa dilakukan dengan menyuntikkan vaksin hepatitis B. Proses imunisasi tersebut dilakukan sebanyak 3 kali pada bayi yang baru lahir, lalu saat berusia 1 bulan, dan terakhir saat menginjak umur 3-6 bulan. Orang dewasa juga dianjurkan untuk melakukan suntik vaksin ini untuk menghindari tertular penyakit tersebut.

Selain pemberian vaksin, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena hepatitis B, diantaranya adalah:

  • Tidak menggunakan obat terlarang
  • Tidak menggunakan sikat gigi, pisau cukur, handuk secara bersama-sama
  • Melakukan hubungan seksual dengan aman
  • Berhati-hati saat akan menato atau menindik, dan pastikan alat yang digunakan steril

Penyakit hepatitis B sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kerusakan pada fungsi hati. Gejalanya sangat sulit diidentifikasi karena baru muncul saat mencapai level kronis. Untuk mencegah tertular penyakit tersebut adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dan hindari kontak dengan penderita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here