Anosmia Tidak Hanya Menyerang Di Usia Senja. Yuk Ketahui Penyebabnya

0
214
anosmia

Pada tanggal 22 Februari yang lalu, seluruh dunia memperingati Hari Penyakit Anosmia. Mungkin Anda kurang familiar dengan nama penyakit yang satu ini. Akan tetapi, layaknya penyakit lainnya, jika sudah ditetapkan hari untuk memperingati penyakit tersebut, itu artinya ada hal penting yang harus diperhatikan. Bisa dikatakan penyakit tersebut sangat berbahaya sehingga harus lebih banyak mendapatkan perhatian.

Dengan adanya Hari Peringatan Anosmia, Anda sudah bisa simpulkan sendiri bahwa penyakit ini tidak boleh diremehkan. Sayangnya, karena ketidaktahuan, banyak orang yang tidak begitu menganggap Anosmia merupakan penyakit yang berbahaya.

Sekilas Mengenai Penyakit Anosmia

Sederhananya, Anosmia merupakan penyakit yang menyebabkan orang kehilangan kemampuan indera penciumannya. Jadi penderita penyakit ini tidak mampu membedakan antara bau yang satu dengan yang lain.

Secara normal, setiap orang bisa membau wewangian yang berbeda. Ketika ada bau lalu diterima oleh syaraf yang ada di hidung, maka informasi tersebut akan diteruskan ke otak. Di otak ini, informasi dioleh. Otak akan melakukan identifikasi kira-kira bau apa itu.
Sayanngya, proses penyampaian informasi tersebut tidak bisa dilakukan ketika seseorang terkena penyakit Anosmia. Pada saat ada bau yang muncul, syarat tidak mampu menangkap sehingga syaraf pun tidak bisa menghantarkan informasi mengenai bau tersebut.

Dari mana letak bahayanya? Sekilas ini bukan penyakit yang berbahaya. Jauh lebih berbahaya penyakit lain seperti penyakit jantung. Namun, coba Anda pikirkan lagi. Bagaimana jika ada kebakaran. Selain indera penglihatan, sebenarnya yang paling penting itu indera penciuman. Pasalnya, indera penciuman ini yang lebih cepat memberikan informasi ketika ada bau kebakaran. Ini akan menjadi sangat berbahaya jika penderita

Anosmia berada di dalam rumah yang ternyata mengalami kebakaran. Orang tersebut mungkin saja tidak tahu jika rumah kebakaran lantaran indera penciumannya terganggu.
Bukan hanya itu saja. Anda harus tahu enak atau tidaknya makanan itu disebabkan karena indera penciuman. Anda coba saja tutup hidung Anda lalu makan atau minum. Rasanya pasti hilang.

Memang Anosmia tidak sampai membuat penderita kehilangan indera perasa ketika makan atau minum. Akan tetapi, bukan tidak mungkin itu bisa terjadi.

Penyebab Anosmia Yang Perlu Anda Ketahui

Jika Anda coba search di internet mengenai Anosmia, maka Anda akan menemukan beberapa informasi yang menjelaskan bahwa penyakit ini disebabkan karena usia. Kebanyakan penderita Anosmia ini didominasi oleh mereka yang usianya sudah tua atau lansia.

Akan tetapi, fakta menunjukkan bukan hanya lansia saja yang berisiko terkena penyakit Anosmia ini. Anak-anak muda juga bisa terkena penyakit ini. Hal ini disebabkan para peneliti menemukan fakta baru mengenai penyebab Anosmia. Ternyata, tersumbatnya saluran pernafasan juga menjadi faktor risiko lainnya selain usia yang sudah tua. Contohnya saja polip, kelainan bentuk tulang hidung, cidera pada hidung entah itu karena kecelakaan atau tindakan perawatan medis.

Lebih mengejurkan lagi, para peneliti juga mengungkapkan fakta bahwa adanya obat antibiotik yang menjadi salah satu dari penyebab penyakit Anosmia. Itulah mengapa setiap orang harus benar-benar memperhatikan antibiotik apa yang diberikan oleh dokter ketika sakit. Ini bukan hanya untuk mencegah alergi tapi juga menghindari risiko terkena Anosmia.

Ada juga penyakit lain yang menjadi penyebab Anosmia seperti diabetes, Parkinson, Alzheimer, serta aneurisma. Jadi, banyak faktor penyebab Anosmia, bukan hanya karena faktor usia yang sudah tua.

Perawatan Diperlukan Oleh Penderita Anosmia

Karena banyaknya faktor penyebab Anosmia, maka perawatan juga bervariasi. Ini tergantung pada faktor penyebabnya. Oleh sebab itu, ada beberapa tahap yang bakal dilakukan oleh dokter sebelum melakukan tindakan medis.

Yang pertama, dokter akan melakukan investigasi mengenai riwayat kesehatan pasien. Jadi, penderita akan ditanya apa saja yang sekiranya ada hubungannya dengan Anosmia. Selain itu, dokter juga mungkin akan menanyakan mengenai riwayat penyakit lainnya. Pasalnya, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bisa saja penyakit ini dipengaruhi oleh penyakit lain atau mungkin juga obat yang pasien konsumsi sebelumnya.

Yang kedua, dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung. Hal ini sangat perlu dilakukan jika ternyata ada faktor fisik penyebab Anosmia seperti adanya kelaianan tulang hidung dan lain sebagainya.

penyakit anosmia

Berikut ini beberapa perawatan yang biasanya diberikan oleh dokter sebagai cara mengobati Anosmia.

1. Semprotan Hidung Steroid

Perawatan yang satu ini biasanya diberikan kepada pasien yang mengalami Anosmia namun tidak terlalu parah. Semprotan hidung steroid ini lebih bersifat meringankan masalah-masalah di hidung yang berpotensi menyebabkan Anosmia.

2. Pemberian Antibiotik

Ada kalanya penyakit ini disebabkan adanya bakteri yang menginfeksi bagian hidung. Oleh karena itu, cara yang paling efektif adalah dengan menghilangkan bakteri penyebab infeksi dengan memberikan antibiotik.

3. Pemberian Anthistanim

Ada juga penderita Anosmia yang disebabkan oleh alergi. Untuk kasus seperti ini, dokter akan memberikan obat berupa pemberian Anthistanim.

4. Tindakan Operasi

Bisa dikatakan ini tindakan yang paling berat. Jika Anosmia sudah begitu parah, tindakan operasi yang paling direkomendasikan.

Namun, siapa saja tidak boleh langsung melakukan perawatan sendiri. Apapun itu, semuanya harus diawali dengan diagnosa dokter. Biarkan dokter melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Ini sangat penting karena yang menentukan perawatan Anosmia seperti apa yang diperlukan.

Dengan dirayakannya Hari Peringatan Anosmia setiap tahun, diharapkan lebih banyak orang yang sadar dan mengetahui mengenai penyakit yang satu ini. Dengan demikian, semakin banyak juga orang yang tahu bagaimana agar bisa terhindar dari penyakit Anosmia ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here