Anemia Berkepanjangan? Waspadai Kanker Darah Pada Orang Dewasa

0
67
ct scan

Apa yang terbersit dalam pikiran Anda, jika mendengar kata ‘Kanker’? tentu tak akan jauh-jauh dari salah satu jenis penyakit ganas, yang sulut untuk disembuhkan. Baru-baru ini, masyarakat sempat dikejutkan dengan kabar dari mantan ibu Negara. Di usianya yang sudah tak muda lagi, Ibu Ani harus berjuang melawan kanker darah. Lalu, sebetulnya, apa gejala dari kanker darah? Dan seberapa besar peluang pasien untuk dapat sembuh dari kanker?

Sesungguhnya, kanker darah pun terdiri dari berbagai jenis. Dan setiap jenisnya memiliki gejala yang berbeda satu sama lain. Namun, secara garis besar, sebagai salah satu kanker yang menyerang darah, gejala umumnya hampir menyerupai anemia. Dimana, penderita akan mudah merasa letih, lelah, lesu dan lunglai. Kanker darah yang juga secara medis disebut dengan kanker hematologi terjadi akibat adanya pertumbuhan sel-sel abnormal (sel kanker) pada sel-sel darah. Dimana, sel-sel darah ini di produksi oleh sumsum tulang belakang. Akibatnya, terjadilah gangguan fungsi dan jumlah produksi sel-sel darah merah atau hemoglobin. Padahal, sel-sel darah merah tersebut merupakan pasukan yang menjaga benteng pertahanan tubuh dari serangan berbagai virus, infeksi dan penyakit lainnya.

Tak heran, ketika seseorang terkena penyakit yang berhubungan dengan darah, entah itu anemia, hingga kanker darah, maka orang tersebut akan lebih mudah sakit. Daya tahan tubuhnya melemah. Dan mudah terinfeksi virus dan bakteri.

Tiga Jenis Kanker Darah

Salah satu penyebab, mengapa kanker menjadi penyakit yang paling mematikan adalah karena kanker tak memiliki gejala yang spesifik. Umumnya, kanker tumbuh secara perlahan dan ‘diam-diam’ didalam tubuh, dan gejala yang muncul diawal menyerupai gejala penyakit lainnya. Jika tak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan seksama, maka kanker seringkali terdiagnosa setelah memasuki tahap akhir.

Pada kanker darah sendiri, gejala awalnya hamper sama dengan gejala anemia. Selain itu, yang lebih spesifik adalah terjadinya memar di banyak bagian tubuh yang tak kunjung hilang dari hari ke hari. Sebaliknya, akan semakin bertambah. Gejala lain yang kerap kali muncul adalah darah sulit membeku. Hal ini terjadi, karena kanker yang menyerang sel darah, membuat produksi trombosit menurun, sehingga ketika terluka, darah yang keluar sulit dihentikan. Perdarahan juga terjadi dalam bentuk mimisan, gusi berdarah, dan adanya darah dalam tinja dan muntahan.

Nyeri dibeberapa bagian tubuh, seperti dipersendian, perut dan ulu hati juga seringkali dikeluhkan oleh oara penderita kanker darah. Bahkan, dalam tahap lanjut, nyeri tersebut seringkali diserta demam hingga menggigil. Hal ini terjadi akibat kerja limpa yang semakin berat dan menjadi terhambat.

Kanker darah terdiri dari 3 jenis. Yang pertama adalah Leukimia. Dibandingkan dengan jenis kanker yang lain, Leukimia lebih popular, karena memang lebih banyak ditemukan. Leukemia merupakan kanker darah putih. Dimana, sel-sel kanker menyerang sel-sel darah putih. Ada dua bentuk serangan besar yang terjadi. Yaitu menghentikan sel darah putih dalam melawan infeksi dan menghambat sumsum tulang belakang dalam memproduksi trombosit dan sel-sel darah merah.

Jenis kanker darah yang kedua adalah Limfoma. Kanker darah ini menyerang limfosit, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang memegang peranan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Secara umum, kanker limfoma juga akan serta merta menyerang bagian tubuh lainnya. Seperti kelenjar getah bening, limpa dan sumsum tulang belakang. Jika tak segera ditangani, bukan tak mungkin akan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Dan yang terakhir, adalah kanker myeloma. Dalam kondisi normal, tubuh manusia memiliki sumsum tulang belakang, yang salah satu tugasnya adalah untuk memproduksi sel plasma. Sel-sel plasma darah inilah yang akan menghasilkan zat antibody. Agar tubuh mampu melawan kuman dan infeksi. Namun, pada kanker myeloma, ada sel-sel ganas yang tumbuh dalam sel plasma. Sehingga, tubuh tak mampu memproduksi zat immunoglobin. Dengan begitu, penderitanya akan mudah sekali sakit, dan sangat lemah.

Kanker Darah Masih Bisa Sembuh?

Secara umum, kanker darah tak memandang usia dan jenis kelamin. Hampir semua orang dapat terkena kanker darah. Dan, ada banyak kasus dimana penderita kanker darah tak dapat diselamatkan, karena terlambat diketahui.

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang membutuhkan serangkaian tahapan pengobatan yang panjang. Tak heran, jika untuk dapat sembuh dari kanker, tak cukup dengan waktu satu dua tahun saja. Bahkan, meskipun sudah dinyatakan sembuh dan bebas dari sel-sel kanker, pasien tetap harus melakukan pemeriksaan secara rutin.
Peluang sembuh dari setiap orang tentu berbeda. Hal ini, terkait dengan seberapa parahnya kanker yang diderita. Semakin cepat dideteksi, semakin awal stadium kanker, tentu peluang untuk sembuh akan semakin besar.

Dalam mengobati penyakin kanker, apapun jenisnya, termasuk kanker darah, diperlukan serangkain tes dan terapi. Mulai dari kemoterapi, radiasi, hingga operasi. Dan untuk itu, dibutuhkan suatu kedisiplinan dalam melaksanakan setiap prosesnya. Setelah tahapan tersebut usai, dan seseorang dinyatakan sembuh, masih ada fase pemulihan. Pada fase ini, setiap pasien survival kanker, akan di wajibkan untuk control dalam rentang waktu yang telah ditentukan oleh dokter. Mulai dari setiap minggu, bulan, hingga setiap tahun, ketika kondisinya sudah benar-benar bersih dari kanker.

Namun, sayangnya, ada beberapa orang yang menganggap remeh masa pemulihan. Padahal, pada masa ini, selain akan dilakukan pemeriksaan tentang kemungkinan adanya sisa-sia sel-sel kanker yang masih hidup, juga akan dilihat efek samping dari obat-obatan yang masuk. Jadi, dalam menyembuhak penyakit kanker, tak hanya dibutuhkan semangat dan kedisiplinan dalam pengobatan saja. Namun juga memelihara kesehatan, dengan rutin melakukan cek berkala, sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here