Awali Kebaikan Abaikan Kealpaan

    0
    10

    Menyambut Momentum Indonesia Bebas Covid-19
    AWALI KEBAIKAN ABAIKAN KEALPAAN
    #Senyum pak Jokowi dan Pak Anies menguatkan Optimisme Indonesia Bangkit.
    #Kesehatan adalah Investasi

    Penulis : Dr.Abidin (Purnabakti BKKBN/Kemenkes sejak 1 Juni 2022; Founder www.GOLansia.com; pengasuh Kanal-kesehatan.com)

    GOLANSIA.COM – Diawal Juni 2022 ada tanda-tanda luar biasa bagi Indonesia. Sepanjang Mei, kita melewati hari-hari penting Indonesia bahkan Dunia, seperti Hari Pendidikan Nasional (2 Mei),  Hari Raya Iedul Fitri 1443 H (2-3 Mei), Hari Palang Merah Sedunia (8 Mei), Hari Perawat Sedunia (12 Mei), Hari Raya Waisak 2566 BE (16 Mei), Hari Hipertensi Sedunia (17 Mei), Hari Kebangkitan Nasional  (20 Mei), Kenaikan Isa Al-Masih(26 Mei), Hari Lanjut Usia Nasional (29 Mei) dan ditutup Hari Tanpa tembakau Sedunia (31 Mei).

    Ada 3 hari Besar Kebesaran Agama yang bisa dirayakan secara terbuka dan bahagia, walau leluasa tetapi tetap ada Protokol Kesehatan menjaga kehikmatan agar tak datang musibah diantara keluarga.

    Idul Fitri sebagai momentum kemenangan untuk mengasah kemandirian manusia lewat puasa agar menjadi Rahmatan lil’alamin (menjadi rahmat/penebar kasih sayang bagi semua ciptaanNya) yang dengan itu menjadikan manusia semakin memiliki jati diri sebagai insan yang bertaqwa dengan kualitas tertinggi.

    Momentum  Hari Raya Waisak yang mengingatkan untuk bersama-sama melatih diri untuk tidak melakukan segala bentuk kejahatan, menambah perbuatan baik, dan membersihkan hati dan pikiran.

    Berikutnya Hari besar Kenaikan Isa Al-masih merayakan hari damai, cinta dan kebahagiaan untuk ummat manusia.

    Ketiga hari besar agama besar di Indonesia, bisa berjalan dengan damai dan tenteram serta khusuk dilaksanakan para pengikutnya yang berbaur dengan ummat lainnya tanpa sekat, karena ia dirayakan dinegeri berdasar falsafah Pancasila, yang kelima nilainya membuat masyarakatnya yang Bhinneka namun komitmennya Tunggal Ika, untuk kebahagian bersama.

    Masih dibulan Mei 2022, ada 4 hari besar dan dibesarkan Negara dan Dunia terkait Kesehatan dan Pendidikan.

    Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei mengawali keluarbiasaan Mei 2022. Kehadirannya diawal bulan bagai isyarat betapa Pendidikan adalah hal paling penting bagi Manusia.

    Tuhan pun tidak hanya Menciptakan alam semesta beserta isinya termasuk manusia (makhluk ciptaanNya yang paling sempurna, ahsani taqwim = sesempurna- sempurnanya ciptaan), tetapi juga Mengajarkan.

    Ketika manusia pertama diciptakan, diajarkan secara langsung oleh Sang Pencipta apasaja yang boleh dan tidak boleh. Ada konsekuensi jika mengerjakan yang tidak boleh/dilarang.

    Selanjutnya sejalan dengan perkembangan pertumbuhan manusia, maka Sang Pencipta mengutus para Nabi dan Rasul.

    Beberapa Rasul diberi mukjizat berupa Kitab Suci yang merupakan Firman Sang Pencipta untuk disampaikan kepada Ummatnya untuk zamannya agar bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, agar manusia mendapat kebahagiaan didunia dan diakhirat.

    Kata kuncinya ada pada Pengajaran dan Pendidikan, yaitu Pendidikan yang berdampak pengajaran.

    Jika filosofi Pendidikan itu dijalankan, tidak hanya pandai baca-tulis-hitung, tetapi juga memahami beyond/manfaat untuk kehidupan manusia.

    Dapat memaknai BACA, untuk tahu apa dan mengetahui kedalaman apa. Makna TULIS supaya bisa mencatat, mengaitkan dengan Tulisan lainnya yang relevan dan dituliskan kembali menjadi ilmu. Makna HITUNG agar bisa mengukur, membandingkan dan mencapai kualitas.

    Bertemunya Hari Pendidikan Nasional dengan sejumlah Hari terkait Kesehatan dunia, tentu tidak begitu saja adanya.

    Manusia dengan akal dan nuraninya seharusnya menemukan pesan penting didalamnya, untuk kemashlahatan manusia.

    Tanpa mendidikkan bibit kesehatan dalam fikiran dan prilaku anak didiknya, boleh jadi fungsi-fungsi organ dan system dalam tubuh manusia tidak bekerja optimal dan tidak berjalan sinkron dengan tingkat keterdidikannya.

    Mungkin cerdas tetapi sakit-sakitan. Menjadi kaya berkecukupan tetapi banyak pantangan dan larangan.

    Kecerdasan tanpa didukung kualitas kesehatan maka dengan cepat kecerdasan berubah menjadi kepikunan dan bahkan kematian usia dini.

    😷  Renungan Hari Kebangkitan Nasional : "Indonesiaku, Kemana Kini Arah Kebangkitanmu?"

    Tidak cukup memperingati Hari-Hari Kesehatan, sekalipun berulang-ulang setiap tahunnya, tanpa adanya upaya pembangunan kesadaran dan pemikiran untuk mengenal dan mempraktikkan Pola Hidup Sehat sejak dari Bangku sekolah sedini mungkin.

    Lihatlah tingkat penolakan masyarakat untuk menjalankan Pola Hidup bersih dan Sehat (PHBS), bahkan penggunaan Masker saat Pandemi Covid-19, yang menurut penelitian BPS September 2020 tercatat hampir 21 % masyarakat menolak Protokol Kesehatan.

    Alhamdulillah dalam Vaksinasi lengkap Covid-19 (2 kali) kita sudah diatas 70% atau mencapai  Herd Immunity (kekebalan komunitas).

    Dari semula ditarget 208.265.720 orang, sudah tercapai Vaksinasi 1 sebanyak 200.327.825 orang (96,2%) dan disempurnakan dengan Vaksinasi kedua untuk yang telah Vaksinasi pertama mencapai 167.507.245 orang atau 80,4%.

    Ini pencapaian luar biasa, walaupun melampaui target waktu Januari 2022 (Setahun sejak Pencanangan Vaksinasi oleh Presiden).

    Percepatan terjadi karena semua pihak terlibat. Semula berjalan lamban, namun setelah TNI/Polri/BIN terlibat, Kantor-kantor Pemerintah menyelenggarakan juga Vaksinasi bagi Staf dan keluarganya, juga berbagai Organisasi kemasyarakatan dan Keagamaan terlibat langsung, termasuk Dewan Masjid Indonesia (DMI) dengan program terobosan “Masjid Sentra Vaksinasi” bekerjasama dengan Kemenkes dan SKK Migas berhasil menyelenggarakan Vaksinasi pada 15 Provinsi, ratusan Kabupaten/ Kota dan ribuan Masjid diseluruh Indonesia.

    Virus Covid-19 Masih Ada Di Indonesia
    Pada 1 Juni 2022 sebagaimana publikasi kantor Kementerian Kominfo dilaporkan kasus terinfeksi sebanyak 368 orang sehingga jumlah kasus Covid-19 sejak 11 Maret 2020 sebanyak 6.055.341 orang.

    Dilaporkan pula ada 3 orang pasien positif Covid-19 meninggal dunia sehingga jumlah keseluruhan yang meninggal sebanyak 156.594 orang, setara angka kematian 2,6 diatas prediksi 1-2%.

    Penyakit ini tetap harus diwaspadai karena masih ada lebih 3 ribu orang dalam status kasus aktif, mereka sedang dalam perawatan di Rumah Sakit maupun isolasi mandiri.

    Mereka yang terinfeksi masih dapat menginfeksi kepada orang lain karena tingkat penularannya (Reproduction Rate) masih diatas 1.

    Kasus aktif terbanyak ada di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah dan Bali.

    Sementara pertambahan rata-rata setiap harinya masih diatas 350 orang, dan yang sembuh dibawah 200 orang.

    Namun euforia atau kegembiraan masyarakat menyambut Indonesia segera bebas Covid-19 sudah terasa dan terlihat dimana-mana.

    Tanda-tanda paling tegas terlihat di Mall-mall yang biasa dipintu masuk begitu ketat, sudah tidak terlihat lagi.Bahkan di Bandara pun demikian. Penulis saat check in dengan penerbangan Jakarta ke Surabaya, sudah tidak diminta buka aplikasi Peduli Lindungi sebagaimana biasa, demikian pula saat kepulangan di bandara Djuanda Surabaya. Ketika ditanya mengapa tidak ditanya, petugas hanya mengangguk senyum. Saat masuk hotel juga tidak ada pertanyaan sekitar aplikasi dan vaksinasi Covid-19.

    Semuanya bagai sedang terjaga dari tidur panjang, dan suasananya bagaikan kembali seperti sebelum Maret 2020. Jalan raya ramai dan macet, pedagang kaki lima semakin ramai, pusat-pusat hiburan membludak, juga mall-mall tampak ramai walaupun toko-tokonya masih sepi pembeli.

    Masyarakat sangat menikmati suasana bebas.

    Event akbar, terbesar dan fantastis, Formula E yang berlangsung 4 Juni 2022 di Ancol Jakarta, yang semula dikhawatirkan keberlangsungannya karena faktor Pandemi, Teknis pembangunan fisik yang berpindah-pindah, cuaca panas dan hujan yang tak terduga, akhirnya terlaksana dan sukses.

    Penonton membludak, jauh hari tiket sudah habis. Berlangsung tertib dan membanggakan.

    Tampak Bapak Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tanpa masker memperlihatkan senyum lega dan syukur Bahagia. Mengundang optimis seluruh rakyat Indonesia.

    Demikian pula para pejabat Pemerintah, juga masyarakat serta para peserta asing mulai dari Manager, Pembalap Formula-E, Tehnisi dan tim kontributornya nyaris tidak menggunakan masker.

    😷  Hari Keluarga Nasional 2022 : Dua Besar Mengancam Keluarga Indonesia

    Event yang ditonton ramai secara langsung maupun melalui media, benar-benar mengangkat keyakinan Bangsa bahwa Indonesia segera bebas Covid-19.

    Terlihat para tokoh dan masyarakat merespons dengan tepat melalui kesadaran tinggi menerapkan Protokol Kesehatan secara arif dan didukung keikutsertaan Vaksinasi..

    Sukses event ini merupakan hasil kerja hebat yang benar-benar ambil resiko, karena bisa juga menjadi media Re-emerging (tumbuh kembang biak kembali virus Covid-19).

    Seluruh orang yang terlibat dan masuk ke arena balapan Formule-E sudah membuktikan dirinya dalam keadaan Sehat dan sudah Vaksinasi lengkap Covid-19.

    Sehingga selain memiliki antibody yang melindungi diri masing-masing, sekaligus pula membentuk Herd Immunity, saling menjaga dan bertanggungjawab.

    Dalam Bahasa hukum, secara de fakto Indonesia sudah lepas dari status Pandemi Covid-19. Namun secara de jure, Covid-19 masih dinyatakan Pandemi dan statusnya belum dicabut oleh WHO pada lebih 200 Negara di dunia termasuk di Indonesia.

    Saatnya Pembangunan Berwawasan Kesehatan
    Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan, maknanya bukanlah tugas Kementerian Kesehatan semata. Tetapi sebuah konsep dan strategi yang memahami bahwa outcome pembangunan yang dikelola oleh Sektor manapun, MANUSIA adalah tujuannya.

    Jika kita merujuk kepada Cita-cita Proklamasi 1945, maka Tujuan Nasional Kemerdekaan kita adalah untuk Bangsa (Manusia) dan Negara, dimana Pembangunan harus mampu Melindungi Segenap Tumpah darah Indonesia (Ini sejalan dengan Deklarasi WHO tentang sehat yang adalah kondisi sehat yang meliputi Fisik, Psikis, Sosial dan Spiritual, inilah pilar Ketahanan Bangsa), Kedua Mencerdaskan kehidupan Bangsa (Manusia sebagai subjeknya), Memajukan Kesejahteraan Umum (Manusia sebagai Subjek)  dan Ikut serta menciptakan Perdamaian Abadi berdasarkan Prikemanusiaan dan Prikeadilan (hanya Manusia cerdas dan sejahtera yang bisa menciptakan perdamaian).

    Saatnya PENDIDIKAN berwawasan Kesehatan

    Pendidikan yang berwawasan Kesehatan, jelas akan menghasilkan manusia Indonesia yang memiliki keutuhan sebagai manusia, yang sehat fisik dan psikis (cerdas salah satu buahnya), sosial (peduli lingkungan, toleran penuh kasih), spiritual (pantang menyerah karena hidup dan berjuang baginya adalah ibadah).

    Kesehatan manusia adalah Investasi paling berharga.

    Akan semakin matang dan tangguh putra-putri Bangsa Indonesia, jika semua pihak sejak dari Rumah hingga Sekolah dan Tempat bekerja, terus berinovasi menciptakan model Pendidikan/Diklat yang meningkatkan kesadaran untuk menjaga dan memelihara kesehatannya.

    Kita sudah mendapat pengajaran penting dari Virus Covid-19, wafatnya lebih 156.594 orang sejak 11 Maret 2020, (sudah mendapat tempat terbaik disisi Tuhannya, Allah SWT).

    Termasuk hampir seribu  Dokter dan Tenaga Kesehatan lainnya yang berjuang terdepan, sekalipun dengan proteksi yang ketat namun Virus Covid-19 menemukan jalan masuk dan menyebabkan kematian.

    Mereka meninggalkan pesan penting kepada kita, bahwa Virus Covid-19 tidak terlihat. Ia fatal bagi yang memiliki Komorbid. Sementara sekitar 70% masyarakat tidak menyadari jika memiliki Komorbid.

    Tidak ada cara melawan musuh tak terlihat, kecuali disiplin menjaga gaya hidup, pola makan dan memelihara kualitas kesehatan, serta membiasakan diri melakukan Vaksinasi untuk menghidupkan Antibodi dalam tubuh yang siap memenangkan pertempuran dalam tubuh kita, kapanpun virus masuki tubuh.

    Mari kita sambut Momentum Indonesia Bebas Covid-19

    AWALI KEBAIKAN ABAIKAN KEALPAAN

    Selamat Datang Indonesia Bangkit…!

     

    Jakarta, 7 Juni 2022

    ) *Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,MKes

    Purnabakti BKKBN-Kemenkes/ Mantan Deputi BKKBN/ Mantan Komisioner KPHI/ Mantan Sekretaris KKI/ Kepala Pusat Promkes Depkes RI/ Ses Itjen Depkes RI/ Direktur Pelay,Kestrad Komplementer Kemenkes RI/ Alumnus Public Health Management Disaster, WHO Searo, Thailand/ Sekretaris Jenderal PP IPHI/ Mantan Ketua Harian MN Kahmi/ Mantan Ketua PB-IDI/ Ketua PP-ICMI/ Ketua PP-DMI/ Waketum DPP-JBMI/ Ketua  PP ASKLIN/ Penasehat PP-PDHMI/ Waketum PP-Kestraki/ Penasehat BRINUS/ Klub Gowes KOSEINDO/ Ketua IKAL FK USU/ PP KMA-PBS/ Wakorbid-1 DPP IKAL Lemhannas.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here